Kiriman dibuat oleh Josua Basa Nababan

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Josua Basa Nababan -
Nama : Josua Basa Nababan
Npm : 2216031151
Kelas : Reguler A
Mata kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan

Tiga unsur-unsur identitas nasional yaitu Identitas Fundamental Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara dan Ideologi Negara. Identitas Instrumental, yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Ncgaia, Bcndcra Negara, Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya", dan Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan.

Ada beberapa faktor pembentukan identitas nasional yaitu : A. Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis ekologis dan demografis. Kondisi geografi-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis dan terletak di persimpangan jalan komunikasi antarwilayah dunia Asia Tenggara, ikut Mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis, social dan kultural bangsa Indonesia.
B. Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan. Yang dimil bangsa Indonesia (Suryo, 2002). Faktor historis yang dimiliki indonesi mempengarui proses pembentukan masyarakat dan bangsa indonesia identitasnya, melalui interaksi berbagai faktor yang ada di dalamnya.

Adanya 4 faktor munculnya identitas nasional Menurut Robert de Ventos yaitu :
- Faktor Primer: Faktor ini mencakup etnisitas, teritorial, bahasa, agama dan yang Sejenisnya.
- Faktor Pendorong: Faktor in terdiri dari pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya Angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan negara.
- Faktor Penarik: Faktor ini mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantaan sistem pendidikan nasional.
- Faktor Reaktif: Faktor ini meliputi penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat.

Adanya Peran Identitas Nasional yaitu sebagai :
1. Bahan Atau Objek Dalam Integrasi Nasional
Contoh integrasi nasional identitas nasional berperan sebagai bahan atau objek. Jika identitas nasional ini tidak ada, maka integrasi nasional tidak dapat terjadi karena tidak ada komponen-komponen yang bisa disatukan. atau dilebur menjadi sebuah kesatuan yang utuh.

2. Pengontrol Sumber Daya Ekonomi
identitas nasional juga memiliki peran untuk mengontrol segala sumber daya ekonomi. Hal ini termasuk mengelaborasi pembagian kerja serta mendorong persebaran dan mobilitas barang dan tenaga kerja.

3. Menjadi Penanda Ikatan Solidaritas
Contohnya, Indonesia yang terdiri dari begitu banyak unsur-unsur identitas nasional suku, ras, bahasa daerah, tradisi dan agama, memiliki sejarah kemerdekaan yang sama, lagu kebangsaan yang sama, serta bahasa negara yang sama. Hal ini membuat beragam komunitas kebudayaan itu menjad terikat dan tetap menunjukkan bahwa keberagaman komunitas tersebut teta merupakan bangsa Indonesia.

4. Menjadi Definisi Teritorial
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, identitas nasional terikat pada wilayah. Maka, identitas nasional jika dilihat dari perspektif teritori juga berperan sebagai definisi sebuah ruang yang pasti. Di dalam ruang inilah para warga hidup, bekerja dan melakukan segala aktivitasnya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Josua Basa Nababan -
Pancasila adalah falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang dilandasi oleh pemikiran mendalam anak bangsa. Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang dan yang akan datang sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara serta mempengaruhi dan memengaruhi adat istiadat dan kehidupan budaya seluruh bangsa. Pembangunan iptek tanpa landasan Pancasila yang kuat justru menjadi kehancuran bangsa, terutama dari segi moral dan mentalitas. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat informasi dari seluruh dunia terlalu mudah untuk negara kita, sehingga penting untuk memberikan kesempatan kepada warga negara untuk mendorong nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pemahaman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. . Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti asas atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi, Pancasila adalah lima dasar yang berisi petunjuk atau aturan tentang perilaku yang penting dan baik. Pancasila adalah falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang dilandasi oleh pemikiran mendalam anak bangsa. Menurut Soekarno, Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia yang telah dibungkam budaya Barat selama berabad-abad. Pancasila merupakan hasil dari berbagai gagasan yang muncul dari kebudayaan nusantara. Pancasila merupakan pedoman atau pedoman tingkah laku yang penting dan baik serta merupakan dasar falsafah bangsa Indonesia yang lahir dari akal budi yang dibuat oleh anak bangsa, dengan tujuan menjadikannya sebagai sikap bangsa Indonesia. sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan pelindung bangsa dan negara Indonesia.
Pendapat saya dari artikel diatas adalah sangat menarik dan hal-hal yang disampaikan oleh penulis sangat informatif. Dapat ditarik kesimpulan bahwa tantangan dan penguatan ideologi pancasila dalam menghadapi revolusi 4.0 adalah dengan cara meningkatkan pemahaman makna Pancasila pada generasi penerus bangsa, mengurangi atau bahkan menghilangkan prilaku kesenjangan sosial, serta menjadikan Pancasila sebagai alat utama dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, penguatan pancasila dalam menghadapi masalah ini adalah dengan cara meningkatkan Sumber Daya Manusia yang unggul berdasarkan nilai-nilai pancasila, serta mempertahankan kedudukan pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. Generasi muda telah mampu mengurangi penggunaan telepon genggam, akibatnya hal-hal negatif yang mengelilingi generasi mudapun juga ikut berkurang. Hal tersebut menjadi cermin bagi bangsa Indonesia yang telah berhasil menghadapi era revolusi industri 4.0, menggunakan media dengan cermat dan memunculkan hasil yang positif, bukan memunculkan hasil yang negatif.