Nama : Kadek Savitri
NPM : 2215061120
Kelas : PSTI D
Judul Jurnal : KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Kebudayaan Indonesia berasal dari kebudayaan etnik Indonesia yang beragam, dan moto "Bhinneka Tunggal Ika" menggambarkan keberagaman budaya tersebut. Multikulturalisme adalah prinsip bahwa kelompok budaya dapat hidup bersama secara damai, dengan menghormati budaya lain, dan membuka jalan untuk integrasi. Hal ini muncul sebagai reaksi terhadap globalisasi, yang cenderung menghasilkan homogenisasi budaya. Kearifan lokal mencakup identitas dan keperibadian budaya, dan merupakan bagian dari kebudayaan. Dalam era globalisasi, penolakan terhadap keseragaman budaya asing dan penegasan keunikan budaya sendiri menjadi penting. Penguatan jati diri kultural adalah penting untuk mencegah tercerabut dari akar budaya. Indonesia sebagai negara multikultural membutuhkan integrasi budaya, dan kesenjangan serta ketidakadilan harus diselesaikan.
Globalisasi cenderung menyebabkan keragaman budaya antar daerah atau negara, yang mengaburkan batas antar negara. Namun, setiap individu atau masyarakat ingin mempertahankan jati diri mereka dan tidak kehilangan akar budaya mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami kebudayaan etnik yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal dan kesadaran kolektif lokal yang merefleksikan identitas suatu kelompok etnik atau bangsa.
Kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan yang terbentuk secara evolusioner dan dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas untuk melestarikan sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya secara tradisional. Dalam kaitan ini, kearifan lokal menjadi pusaka budaya yang penting untuk mempertahankan jati diri suatu kelompok etnik atau bangsa, terutama di era globalisasi.
Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural menghadapi masalah legitimasi kultural, seperti kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, dan tirani minoritas, yang dapat menyebabkan konflik sosial. Oleh karena itu, penting untuk menjalankan diplomasi kebudayaan dengan tujuan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi.
Upaya-upaya penguatan identitas kultural dan kearifan lokal menjadi sangat penting dalam membangun kebersamaan yang inklusif dan mewujudkan persatuan yang kokoh di tengah-tengah keragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia.
Dalam konteks ini, peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya Indonesia menjadi sangat penting. Masyarakat harus terus memelihara nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka, serta mengembangkannya sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Selain itu, pemerintah juga harus terus mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya Indonesia, seperti festival budaya, pameran seni dan budaya, serta kegiatan-kegiatan lain yang sejenis.
Dengan mempertahankan kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya Indonesia, kita tidak hanya menjaga warisan budaya yang kita miliki, tetapi juga menciptakan ruang bagi keragaman dan inklusivitas dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia.