Kiriman dibuat oleh Fenny Novita Ananda Waruwu

Fenny Novita Ananda Waruwu_2216031076_Reguler B
Etika harus ada disetiap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara karena dengan adanya etika kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan tentram, damai, dan rukun dan kelak akan diwariskan lagi secara turun temurun, Etika pancasila sebagai cabang filsafat yang dijabarkan untuk mengatur kehidupan masyarakat indonesia memiliki 5 nilai yaitu sila pertama mengandung dimensi moral dan spiritualitas, sila kedua mengandung nilai kemanusiaan sebagai upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, sila ke tiga mengandung dimensi nilai solidaritas, kebersamaan, dan cinta tanah air, sila ke empat mengandung nilai rasa saling menghargai, sila kelima mengandung nilai saling peduli satu sama lain. Urgensi pancasila dalam sistem etika 1) Meletakan sila sila pancasila sebagai etika berarti menempatkan pancasila sebagai penentu sikap tindakan dan keputusan. 2) Pancasila sebagai sistem etika mampu menjadi pedomaan sebagai warga negara. 3) Pancasila sebaga sistem etika mampu menjadi landasan dasar analisis dalam pembuatan kebijakan.
Fenny Novita Ananda Waruwu_2216031076_Reguler B
1. Di era saat ini, etika politik sepertinya sudah hampir tidak berlaku lagi atau mungkin hampir lenyap. Realitanya bahkan menunjukkan bahwa politik adalah tempat perebutan kekuasaan dan kepentingan sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya masing-masing. Perilaku tidak sehat itulah yang menggambarkan etika politik saat ini. Tentu saja tidak sesuai dengan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila karena seharusnya dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara kekuasaan negara seharusnya dijalankan oleh norma tertentu yaitu asas legalitas, disahkan dan dijalankan secara demokratis, dan dilaksanakan berdasarkan prinsip moral yang tidak bertetentangan dengan nilai niali pancasila.
2. Pada zaman sekarang ini etika yang ada di tatanan kehidupan bermasyarakat mulai luntur, generasi muda saat ini kurang menghargai dan menghomati orang lain bahkan orang yang lebih tua. Tentu saja hal ini tidak mencerminkan etika kesopanan yang sudah menjadi norma yang berlaku dilingkungan masyarakat. Menurut saya solusi mengenai adanya dekadensi moral saat ini adalah meningkatkan pendidikan moral dan menanamkan pendidikan karakter sejak dini serta memantau dan membatasi penggunaan handphone pada anak-anak untuk meminimalisir pengaruh negatif yang ada.
Fenny Novita Ananda Waruwu_2216031076_Reguler B
JUDUL: PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
HASIL ANALISIS:
Pancasila sebagai dasar negara yang merupakan landasan dalam mejalankan kehidupan berbangsa dan negara. Pancasila memiliki nilai-nilai yang tertuang pada kelima sila. Dengan memahami dan mengamalkan dasar nilai dalam pancasila, maka segala kegiatan kenegaraan, kemasyarakatan, maupu perorangan di indonesia dapat dikatakan beretika pancasila.
Globalisasi ditandai dengan kemajuan teknologi, terutama pada teknologi komunikasi. dengan adanya kemajuan tersebut informasi mampu didapatkan dengan mudah, baik informasi yang positif maupun negatif. Media massa sebagai perangkat berkomunikasi melalui media cetak seperti koran, media penyiaran seperti televisi, mampu menyebarluaskan informasi secara menyeluruh. Media massa memiliki kaitan yang erat dengan masyarakat bahkan menjadi salah satu sumber pengaruh perubahan dalam kehidupan sosial politik.
Media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Tetapi pada kenyataannya pengamalan nilai-nilai pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial belum dilaksanakan secara menyeluruh, sering kali berita yang disebarluaskan kepada khalayak tidak sesuai fakta dan tanpa ditelusuri kembali masyarakat kadang kala justru langsung mempercayai hal tersebut.
Fenny Novita Ananda Waruwu_2216031076_Reg B
Etika harus ada disetiap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara karena dengan adanya etika kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan tentram, damai, dan rukun dan kelak akan diwariskan lagi secara turun temurun, Etika pancasila sebagai cabang filsafat yang dijabarkan untuk mengatur kehidupan masyarakat indonesia memiliki 5 nilai yaitu sila pertama mengandung dimensi moral dan spiritualitas, sila kedua mengandung nilai kemanusiaan sebagai upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, sila ke tiga mengandung dimensi nilai solidaritas, kebersamaan, dan cinta tanah air, sila ke empat mengandung nilai rasa saling menghargai, sila kelima mengandung nilai saling peduli satu sama lain. Urgensi pancasila dalam sistem etika 1) Meletakan sila sila pancasila sebagai etika berarti menempatkan pancasila sebagai penentu sikap tindakan dan keputusan. 2) Pancasila sebagai sistem etika mampu menjadi pedomaan sebagai warga negara. 3) Pancasila sebaga sistem etika mampu menjadi landasan dasar analisis dalam pembuatan kebijakan.
Fenny Novita Ananda Waruwu_2216031076_Reguler B
JUDUL: Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia (Membaca Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik)
HASIL ANALISIS:
Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia. dengan pandangan hidup, serta filsafat hidup dari masyarakat tertentu . Moral merupakan suatu ajaran-ajaran atau wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Menurut kesebelas pendapat ahli dalam jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa politik hukum adalah peraturan kebijakan-kebijakan yang digunakan untuk mewujudkan tujuan dalam bernegara dengan melihat nilai nilai yang sudah ada dan berkembang dalam masyarakat. Hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari 3 (tiga) dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya. Hubungan antara etika dan politik hukum diindonesia yaitu hukum dibuat sesuai dengan etika yang diakui masyarakat. Melanggar hukum berarti melanggar etika tetapi melanggar etika belum tentu melanggar hukum. Paulus Harsono mensitir tentang dimensi ketiga ini, terkait kedudukan etika dimana etika juga berhubungan dengan hukum dalam hal bagaimana manusia mempertimbangkan untuk mematuhi peraturan dan kewajiban;tetapi dipatuhinya hukum serta peraturan dan kewajiban itu bukan karena takut akan dikenai sanksi, tetapi karena kesadaran diri bahwa hukum serta peraturan dan kewajiban tersebut baik dan perlu dipenuhi oleh dirinya sendiri.