Salsa Fadhila (2256031003) Reg M
Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari Bangsa Indonesia.Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah. Oleh karena itu perumusan Pancasila sebagai paradigma bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Karena pengembangan ilmu yang terlepas dari Idiologi Pancasila, justru dapat menyebabkan sekularisme. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dewasa mencapai kemajuan yang sangat pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Pengembangan ilmu pengetahuan memengaruhi bahwa kebanyakan orang sering menyatukan antara dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh Kemajuan yang mereka lihat. Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pengertian Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia harus tidak bertentangan dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga,nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, Bahwa setiap pengembangan iptek harus dimulai dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (mempribumikan ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelaiaran Kemahasiswaan, 2016: 97-98). Kepemilikan iptek agar memudahkan kehidupan manusia mengangkat derajat manusia, oleh karena itu kepemilikan tersebut harus diringi dengan cara menggunakan yang tepat.
Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari Bangsa Indonesia.Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah. Oleh karena itu perumusan Pancasila sebagai paradigma bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Karena pengembangan ilmu yang terlepas dari Idiologi Pancasila, justru dapat menyebabkan sekularisme. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dewasa mencapai kemajuan yang sangat pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Pengembangan ilmu pengetahuan memengaruhi bahwa kebanyakan orang sering menyatukan antara dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh Kemajuan yang mereka lihat. Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pengertian Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia harus tidak bertentangan dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga,nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, Bahwa setiap pengembangan iptek harus dimulai dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (mempribumikan ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelaiaran Kemahasiswaan, 2016: 97-98). Kepemilikan iptek agar memudahkan kehidupan manusia mengangkat derajat manusia, oleh karena itu kepemilikan tersebut harus diringi dengan cara menggunakan yang tepat.