Nama : Salsa Fadhila
Npm : 2256031003
Kelas : Paralel (Man A)
Prodi : Ilmu Komunikasi
1. Indonesia sebagai suatu negara republik yang mana masyarakat dan penduduknya memiliki beragam latar belakang yang berbeda sehingga kebudayaannya pun berbeda yang tentunya memiliki ego masing-masing. Penerapan Kebhinekaan memiliki peran penting dalam menjunjung
Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia dengan kekurangan-kekurangan yang ada, namun tetap berupaya dalam terus menegakkan HAM bagi warga negaranya.
2. Pendekatan demokrasi Indonesia juga mencerminkan prinsip gotong royong dan musyawarah, yang merupakan aspek penting dalam budaya Indonesia. Gotong royong mencakup kerjasama dan kepedulian terhadap kepentingan bersama, sementara musyawarah menekankan pada pengambilan keputusan melalui dialog dan konsensus. prinsip "berkeTuhanan yang Maha Esa" dalam demokrasi Indonesia mengakui pentingnya agama dan keyakinan dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun Indonesia memiliki keragaman agama, prinsip ini menegaskan perlunya menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika yang diberikan oleh agama, serta mengakui eksistensi dan kebebasan beragama bagi semua warga negara.
3. Secara totalitas praktik demokrasi di Indonesia dikala ini sudah cook dengan dasar negeri kita ialah Pancasila serta UUD Negara Republik Indonesia 1945. Tetapi sayangnya mash ada oknum oknum yang mencemari demokrasi Indonesia.
4. Mereka mungkin menggunakan posisi dan kekuasaan mereka untuk mencapai tujuan pribadi, seperti meningkatkan popularitas,
memperoleh keuntungan finansial, atau memperkuat posisi politik mereka sendiri. Masyarakat yang kurang terlibat dalam proses politik dapat membuat anggota
parlemen merasa bahwa mereka dapat bertindak tanpa pertanggungjawaban. Ketika masyarakat tidak memberikan
sanksi terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan kepentingan mereka, anggota parlemen dapat merasa bebas untuk melanjutkan agenda politik mereka sendiri,
sehingga dibutuhkan pemahaman lebih dalam mengenai politik kepada masyarakat agar menjadi lebih aktif dan dapat mengawasi tindakan politik anggota parlemen.
5. Pendalaman rakyat mengenai ideologi Pancasila dan agama masih sangat-sangat lemah, karna kebodohan masyarakat yang
langsung percaya penuh kepada
pemerintah ( tokoh agama, tradisi) dan Kurangnya pemahaman jadi di manfaatkan oleh tokoh politik dengan menggunakan masyarakat untuk tujuan / kepentingan
mereka. Tokoh politik menumbalkan tokoh agama dan tokoh tradisi, syaratnya menyebarkan kepentingan melalui ajaran mereka. pihak yang memiliki kekuasaan lebih tinggi cenderung merasa dirinya mampu melakukan hal apa pun, meski mengorbankan hak orang lain, hal-hal seperti ini sangat di sayangkan sekali.
Npm : 2256031003
Kelas : Paralel (Man A)
Prodi : Ilmu Komunikasi
1. Indonesia sebagai suatu negara republik yang mana masyarakat dan penduduknya memiliki beragam latar belakang yang berbeda sehingga kebudayaannya pun berbeda yang tentunya memiliki ego masing-masing. Penerapan Kebhinekaan memiliki peran penting dalam menjunjung
Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia dengan kekurangan-kekurangan yang ada, namun tetap berupaya dalam terus menegakkan HAM bagi warga negaranya.
2. Pendekatan demokrasi Indonesia juga mencerminkan prinsip gotong royong dan musyawarah, yang merupakan aspek penting dalam budaya Indonesia. Gotong royong mencakup kerjasama dan kepedulian terhadap kepentingan bersama, sementara musyawarah menekankan pada pengambilan keputusan melalui dialog dan konsensus. prinsip "berkeTuhanan yang Maha Esa" dalam demokrasi Indonesia mengakui pentingnya agama dan keyakinan dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun Indonesia memiliki keragaman agama, prinsip ini menegaskan perlunya menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika yang diberikan oleh agama, serta mengakui eksistensi dan kebebasan beragama bagi semua warga negara.
3. Secara totalitas praktik demokrasi di Indonesia dikala ini sudah cook dengan dasar negeri kita ialah Pancasila serta UUD Negara Republik Indonesia 1945. Tetapi sayangnya mash ada oknum oknum yang mencemari demokrasi Indonesia.
4. Mereka mungkin menggunakan posisi dan kekuasaan mereka untuk mencapai tujuan pribadi, seperti meningkatkan popularitas,
memperoleh keuntungan finansial, atau memperkuat posisi politik mereka sendiri. Masyarakat yang kurang terlibat dalam proses politik dapat membuat anggota
parlemen merasa bahwa mereka dapat bertindak tanpa pertanggungjawaban. Ketika masyarakat tidak memberikan
sanksi terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan kepentingan mereka, anggota parlemen dapat merasa bebas untuk melanjutkan agenda politik mereka sendiri,
sehingga dibutuhkan pemahaman lebih dalam mengenai politik kepada masyarakat agar menjadi lebih aktif dan dapat mengawasi tindakan politik anggota parlemen.
5. Pendalaman rakyat mengenai ideologi Pancasila dan agama masih sangat-sangat lemah, karna kebodohan masyarakat yang
langsung percaya penuh kepada
pemerintah ( tokoh agama, tradisi) dan Kurangnya pemahaman jadi di manfaatkan oleh tokoh politik dengan menggunakan masyarakat untuk tujuan / kepentingan
mereka. Tokoh politik menumbalkan tokoh agama dan tokoh tradisi, syaratnya menyebarkan kepentingan melalui ajaran mereka. pihak yang memiliki kekuasaan lebih tinggi cenderung merasa dirinya mampu melakukan hal apa pun, meski mengorbankan hak orang lain, hal-hal seperti ini sangat di sayangkan sekali.