Kiriman dibuat oleh Rani Faradisya

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rani Faradisya -
Nama: Rani Faradisya
NPM: 2215061040

Analisis Jurnal mengenai Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Muhammad Yamin bahwa Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Pancasila merupakan hasil dari berbagai macam pemikiran yang lahir dari budaya nusantara.

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.

Berikut merupakan implikasi sila sila Pancasila dalam pengembangan IPTEK, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Implikasi sila pertama maksudnya adalah dengan menanamkan nilai-nilai spiritual, nilai moral, dan nilai etik sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Menanamkan sifat saling menghargai antar pemeluk agama yang berbeda-beda.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Implikasi sila kedua dalam pengembangan ilmu pengetahuan maksudnya sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moral bahwa manusia Ketika mengembangkan kemajuan IPTEK harus beradab.
3. Persatuan Indonesia
Implikasi dalam pengembangan IPTEK memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme adalah hasil dari perkembangan IPTEK, tanpa IPTEK persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud, persaudaraan dan persahabatan antar daerah terjalin. Oleh karena itu IPTEK harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persaruan.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Implikasi dalam pengembangan pengetahuanmaksudnya setiap masyarakat harus memiliki sikap demokratis Ketika mengembangkan IPTEK. Selain itu Ketika mengembangkan IPTEK harus saling menghargai kebebasan orang lain dan memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi sila ke-lima dalam pengembangan IPTEK maksudnya adalah harus menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan berfikir dan berpengatahuan, maka pengembangan ilmu pengetahuan harus membawa perbaikan dalam hidup manusia dakehidupan masyarakat yang sejahtera.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal-2

oleh Rani Faradisya -
Nama: Rani Faradisya
NPM: 2215061040

Analisis Soal 2 mengenai Pengaruh Kemajuan IPTEK Terhadap Indonesia

1. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu adalah untuk memperlihatkan peran Pancasila sebagai rambu-rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Selain itu, pengembangan ilmu dan teknologi di Indonesia harus berakar pada budaya bangsa Indonesia itu sendiri dan melibatkan partisipasi masyarakat luas.

Menurut Kaelan (2000) bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu sila-sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek yakni :
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irrasional, antara akal, rasa, dan kehendak. Berdasarkan sila pertama ini iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. Pengolahan diimbangi dengan pelestarian. Sila pertama menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasardasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh sebab itu, pembangunan iptek harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat manusia Iptek harus dapat diabdikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan iptek.
3. Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, Iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis. Artinya setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulanh maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Basis kepemimpinan di Indonesia adalah sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila. Di dalam memimpin institusinya, maka seorang pemimpin harus menjadikan Ketuhanan (Ketuhanan Yang Maha Esa), kemanusiaan (kemanusiaan yang adil dan beradab), persatuan dan kesatuan bangsa (Persatuan Indonesia), demokrasi (Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan Perwakilan) dan keadilan social (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) sebagai basis kepemimpinannya.
Seluruh pemimpin bangsa diharapkan untuk menjadi teladan dan contoh dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila serta seluruh masyarakat diharapkan untuk bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju. Dan seluruh anak bangsa diharapkan bersama-sama membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap elemen bangsa Indonesia harus mengamalkan Pancasila dan memperjuangkan Pancasila. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam sistem kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan serta didukung dengan implementasi dalam tata kelola pemerintahan.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal-1

oleh Rani Faradisya -
Nama: Rani Faradisya
NPM: 2215061040

Analisis Soal 1 mengenai ‘Kombinasi Maut’ Hoaks & Media Sosial Perluas Dampak Negatif

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Penyebaran berita atau informasi tanpa dikoreksi maupun dipilah, pada akhirnya akan berdampak pada hukum dan informasi hoax-pun telah memecah belah publik. Saat ini di Indonesia khususnya masyarakat sedang marak terjadi peristiwa penyebaran berita palsu atau yang disebut hoax. Peristiwa penyebaran hoax ini menimbulkan keresahan masyarakat di Indonesia, banyak pihak yang merasa dirugikan atas beredarnya hoax tersebut. Hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi yang membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi apa pun dari berbagai aplikasi media sosial.

Berdasarkan permasalahan diatas, kemajuan teknologi ini seharusnya didasari dengan pengetahuan mengenai literasi. Salah satunya yaitu tentang literasi digital yang dipahami sebagai aktivitas mencerdaskan generasi muda untuk mampu memahami dan menyikapi secara positif tentang kehadiran teknologi yang canggih. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Misalnya, memastikan terlebih dahulu akurasi konten yang akan dibagikan, mengklarifikasi kebenarannya, memastikan manfaatnya, baru kemudian menyebarkannya. Mendasar pada hal tersebut maka perlu edukasi untuk mengajarkan mengenai cara mendeteksi berita hoax baiknya dilakukan sedini mungkin, agar mempunyai fondasi yang kuat dalam menghadapi era globalisasi informasi di zaman sekarang. Dengan banyak munculnya berita hoax, sangat penting menciptakan nilai pendidikan karakter dan literasi untuk mengurangi penyebaran berita hoax di masyarakat. Adapun lima langkah utama yang dapat membantu untuk mengidentifikasi berita hoax antara lain:
1. Cermati Judul Berita
2. Cermati Alamat Situs
3. Periksa Fakta dari Berita
4. Cek Keaslian Foto
5. Ikut serta Grup Anti Hoax

2. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tentu membawa dampak yang sangat besar. Indonesia adalah salah satu dari banyaknya negara di dunia yang merasakan dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Perkembangan teknologi yang tidak memiliki kontrol, tentunya mempermudah berbagai macam artikel dari negara lain untuk masuk ke Indonesia melalui akses internet yang sangat mudah didapatkan. Bukan berarti, mudahnya akses ini selalu memberikan dampak yang buruk. Tentu ada pula nilai positif yang di dapat dari mudahnya kita mengakses berbagai macam informasi melalui internet. Namun saat ini tidak bisa di tampik, internet cukup membawa dampak buruk bagi anak-anak di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijadikan sebagai pedoman, mulai terkikis pada anak-anak saat ini.

Menurut pendapat saya untuk menyikapi perkembangan iptek yang semakin pesat, kita harus menanamkan lebih dalam mengenai nilai-nilai Pancasila pada setiap penerus bangsa. Kondisi pandemi saat ini memang agak mempersulit kita untuk melakukan sesuatu demi mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Namun kita tetap harus melakukan sesuatu agar nilai-nilai Pancasila yang saat ini sudah terkikis, tidak semakin hilang tergilas budaya barat yang semakin berkembang di Indonesia. Pancasila harus dijadikan titik acuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

3. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Konsumerisme terjadi karena globalisasi dan kemajuan teknologi. Untuk itu diperlukan perkembangan lebih dari negara kita sendiri. Sudah banyak produk-produk teknologi informasi dalam negeri yang dapat diandalkan. Sebagai seorang mahasiswa Teknik Informatika solusi yang dapat membantu kemajuan produk teknologi adalah dengan cara merancang dan juga mengembangkan berbagai macam bentuk teknologi dan atau aplikasi yang ada di Indonesia. Dan juga menyerukan pengurangan penggunaan software luar negara yang sebelumnya sudah ada di Indonesia.