Kiriman dibuat oleh Rayhaan Arsyad

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rayhaan Arsyad -
Rayhaan Arsyad 2256031030 Paralel

Perilaku masyarakat Indonesia salah satu nya bergantung pada sebuah media massa . Media massa sendiri biasanya banyak menayangkan berbagai macam informasi dimulai dari berita informasi yang bersifat hiburan,bencana alam,politik,hukum dan yang lainnya. Peran media massa tentunya sangat berpengaruh untuk kehidupan.karena jika kita tidak bisa memilah dan memilih mana berita baik dan mana berita yang buruk,maka bisa saja itu akan menimbulkan konflik dan bahkan bisa merusak norma norma dan nilai-nilai pancasila. Maka dari itu Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara
menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pentingnya saring sebelum sharing berita merupakan salah satu norma yang terkandung dalam pancasila guna mewujudkan nilai nilai Pancasila.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Rayhaan Arsyad -
Moral sangat berkaitan dengan tingkah laku manusia sehingga dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, sopan ataupun tidak sopan, susila atau tidak susila. Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia dengan manusia. Pandangan hidup, serta filsafat hidup dari masyarakat tertentu . Moral merupakan suatu ajaran-ajaran atau wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Sedangkan etika adalah suatu cabang filsafat yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral tersebut. Etika adalah ilmupengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas. Setiap orang pasti memiliki moralitasnya sendiri, tetapi tidak sedemikian halnya dengan etika karena etika terbentuk dari sebuah lingkungan dimana ia berada

Wahjono berpendapat bahwa politik hukum didefinisikan sebagai kebijakan dasar yang menentukan arah, bentuk maupun isi dari hukum yang akan dibentuk. Kemudian, beliau mendefinisikan arti tersebut secara lebih konkrit sebagai kebijakan penyelenggara negara tentang apa yang dijadikan kriteria untuk menghukumkan sesuatu. Melalui tulisan ini, penulis menyimpulkan bahwa politik hukum merupakan sikap untuk memilih apa-apa yang berkembang dimasyarakat, kemudian dipilih sesuai dengan prioritas dan diselaraskan dengan konstitusi kita (UUD 1945) dan kemudian dituangkan dalam produk hukum. Hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari tiga dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Rayhaan Arsyad -
Rayhaan Arsyad 2256031030 PARALEL

A. : Indonesia sendiri banyak masyarakat yang perilaku dan etikanya telah sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam nilai-nilai pancasila seperti: kejujuran, keteladanan, sportifitas, toleransi, tanggung jawab, disiplin, etos kerja, gotong royong, dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut sudah cukup dipatuhi dan diimplementasikan dalam bermasyarakat. Tetapi Jika kita melihat dari sudut politik, ada banyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini yang menjerat seorang pejabat/penyelenggara negara. Yang bersangkutan seharusnya mengikuti proses hukum yang berlaku dengan adil karena seharusnya hukum tidak hanya tajam kebawah, namun pada faktanya dirinya tidak mendapatkan ganjaran yang setimpal. Bahkan atas kasus hukum yang menimpa dirinya, banyak kejadian-kejadian unik yang akhirnya menggagalkan proses hukum yang seharusnya bisa dilaksanakan lebih cepat. Dari contoh tersebut dapat kita lihat bahwa sistem etika perilaku politik di Indonesia belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

B. : Kemajuan arus informasi dan teknologi membuat masyarakat terutama generasi muda sekitar tempat tinggal saya menjadi melek terhadap segala arus informasi. Tetapi hal ini menjadikan sebuah bom waktu jika penanaman etika dan moral tidak diberikan kepada generasi muda, karena Globalisasi merupakan situasi dan kondisi kehidupan intenasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar kemungkinan untuk menjadikan manusia individualistik. Tidak dapat disangkal, bahwa globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi dengan segala dampaknya baik positif maupun negatif. Nilai moral tentang kebhinekaan juga harus menjadi tameng dalam meminimalisir tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan disintegrasi bangsa terutama dalam penyebaran informasi hoax yang menimbulkan konflik SARA. Maka dari itu untuk menghadapi adanya dekadensi moral dibutuhkan solusi berupa penanaman nilai karakter dan moral bangsa sejak dini karena generasi muda menjadi ujung tombak sebuah harapan bangsa. Membangun karakter dan moral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila jauh lebih sulit dari pada hanya membuat generasi muda yang pintar oleh karena itu faktor lingkungan juga harus bisa menjadikan tauladan dan contoh yang baik dalam menanamkan etika dan moral kepada semua lapisan masyarakat.