Nama : Siti Fatiha Diza Rahman
NPM : 2215061084
PSTI-D
Teknik Informatika
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab: Dalam rangka penegakkan HAM, artikel tersebut menjelaskan bahwasanya beberapa Lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Komnas HAM mencatat banyak pelanggaran HAM berat di masa lalu. Hal ini dikarenakan tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan, diskriminasi berbasis gender, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu, dan banyaknya pelanggaran HAM di Papua. Hal positif yang saya dapatkan adalah adanya upaya Indonesia untuk terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab: Demokrasi yang diambil dari adat istiadat/budaya dimana dalam hal ini setiap bangsa memiliki kepribadian atau jati diri bangsa yang berbeda-bedaadanya, dan di Indonesia sendiri memiliki keberagaman. Untuk mencegah terkikisnya budaya demokrasi kita harus bisa memfilter budaya luar yang masuk karena budaya luar belum tentu sesuai dengan demokrasi pancasila, karena itu penting apabila demokrasi diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Kemudian penting untuk mencapai keseimbangan antara prinsip demokrasi dan prinsip berke-Tuhanan yang Maha Esa. Demokrasi yang baik harus mampu mengakomodasi keberagaman agama dan kepercayaan, serta melindungi hak-hak dan kebebasan individu. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dapat memberikan landasan moral dan nilai-nilai yang dihayati oleh masyarakat, tetapi tetap harus dijalankan dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang fundamental.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab: Praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta belum sepenuhnya menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Meskipun terdapat pemilihan umum yang melibatkan partisipasi masyarakat, masih terdapat tantangan seperti kecurangan pemilihan, pengaruh uang dalam politik, serta keterbatasan kebebasan berekspresi dan media. Implementasi perlindungan hak asasi manusia juga masih menghadapi kendala dalam hal kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, perlindungan hak minoritas, dan keadilan dalam sistem peradilan. Perlu upaya yang lebih besar untuk memperbaiki praktik demokrasi, memperkuat lembaga-lembaga demokrasi, dan memastikan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila dan UUD NRI 1945.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab: Sikap saya terhadap kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri adalah kekecewaan. Seperti yang disebutkan di poin 3, peran masyarakat sipil dan gerakan mahasiswa dalam mengontrol kekuasaan negara menjadi harapan untuk memastikan bahwa anggota parlemen bekerja sesuai dengan kepentingan nyata masyarakat.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab: Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dan menggerakkan loyalitas serta emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas merupakan ancaman bagi demokrasi dan hak asasi manusia. Hubungan antara praktik ini dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa ini adalah bahwa praktik tersebut dapat mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan, konflik sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Masyarakat perlu lebih sadar dan kritis terhadap informasi serta melakukan kontrol sosial terhadap pemimpin yang berkuasa untuk mengatasi permasalahan ini.
NPM : 2215061084
PSTI-D
Teknik Informatika
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab: Dalam rangka penegakkan HAM, artikel tersebut menjelaskan bahwasanya beberapa Lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Komnas HAM mencatat banyak pelanggaran HAM berat di masa lalu. Hal ini dikarenakan tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan, diskriminasi berbasis gender, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu, dan banyaknya pelanggaran HAM di Papua. Hal positif yang saya dapatkan adalah adanya upaya Indonesia untuk terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab: Demokrasi yang diambil dari adat istiadat/budaya dimana dalam hal ini setiap bangsa memiliki kepribadian atau jati diri bangsa yang berbeda-bedaadanya, dan di Indonesia sendiri memiliki keberagaman. Untuk mencegah terkikisnya budaya demokrasi kita harus bisa memfilter budaya luar yang masuk karena budaya luar belum tentu sesuai dengan demokrasi pancasila, karena itu penting apabila demokrasi diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Kemudian penting untuk mencapai keseimbangan antara prinsip demokrasi dan prinsip berke-Tuhanan yang Maha Esa. Demokrasi yang baik harus mampu mengakomodasi keberagaman agama dan kepercayaan, serta melindungi hak-hak dan kebebasan individu. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dapat memberikan landasan moral dan nilai-nilai yang dihayati oleh masyarakat, tetapi tetap harus dijalankan dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang fundamental.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab: Praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta belum sepenuhnya menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Meskipun terdapat pemilihan umum yang melibatkan partisipasi masyarakat, masih terdapat tantangan seperti kecurangan pemilihan, pengaruh uang dalam politik, serta keterbatasan kebebasan berekspresi dan media. Implementasi perlindungan hak asasi manusia juga masih menghadapi kendala dalam hal kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, perlindungan hak minoritas, dan keadilan dalam sistem peradilan. Perlu upaya yang lebih besar untuk memperbaiki praktik demokrasi, memperkuat lembaga-lembaga demokrasi, dan memastikan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila dan UUD NRI 1945.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab: Sikap saya terhadap kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri adalah kekecewaan. Seperti yang disebutkan di poin 3, peran masyarakat sipil dan gerakan mahasiswa dalam mengontrol kekuasaan negara menjadi harapan untuk memastikan bahwa anggota parlemen bekerja sesuai dengan kepentingan nyata masyarakat.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab: Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dan menggerakkan loyalitas serta emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas merupakan ancaman bagi demokrasi dan hak asasi manusia. Hubungan antara praktik ini dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa ini adalah bahwa praktik tersebut dapat mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan, konflik sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Masyarakat perlu lebih sadar dan kritis terhadap informasi serta melakukan kontrol sosial terhadap pemimpin yang berkuasa untuk mengatasi permasalahan ini.