Kiriman dibuat oleh I Komang Widya Indra Kusuma

Nama : I Komang Widya Indra Kusuma
NPM : 2215061006
Kelas : PSTI B

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Kearifan lokal harus dipertahankan dan dihidupkan kembali karena merupakan bagian penting dari identitas budaya suatu bangsa yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan globalisasi. Sebagai negara yang terdiri dari beragam suku dan budaya, Indonesia telah lama menghadapi masalah legitimasi kultural. Ketimpangan, ketidakadilan, dan ketidakmerataan pembangunan, serta perlakuan tidak adil terhadap minoritas di berbagai wilayah telah menyebabkan konflik sosial yang menyisakan luka dan menjadi bagian dari sejarah sulit dilupakan.
Dalam era globalisasi yang semakin bebas, wawasan lokal semakin terintegrasi dalam wawasan nasional dan global. Di Indonesia, terdapat konsep kesatuan dalam keragaman yang diwujudkan dalam semangat "Bhinneka Tunggal Ika" serta semangat gotong royong yang berbeda-beda di setiap daerah. Identitas bangsa dapat mempengaruhi masyarakat untuk memperkuat toleransi dan keterikatan budaya lokal dengan identitas bangsa.
Bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya yang perlu dijaga dan diajarkan kepada masyarakat agar dapat hidup bersama secara harmonis tanpa kehilangan identitas budaya mereka sendiri. Setiap komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk memberikan jaminan hidup budaya orang atau etnis lain, dan untuk mengurangi budaya kekerasan yang sering terjadi serta mengembangkan budaya damai. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kearifan lokal yang beragam dan dapat dijadikan sebagai aset kekayaan kebudayaan bangsa, yang dapat digunakan untuk memperkuat identitas dan jati diri bangsa. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan ini.
Nama :I Komang Widya Indra Kusuma
NPM : 2215061006
Kelas : PSTI B

Identitas nasional adalah istilah yang berasal dari gabungan kata identitas dan nasional. Identitas merupakan ciri-ciri atau tanda-tanda yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain, sementara nasional merujuk pada identitas yang dimiliki oleh kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan seperti budaya, agama, bahasa, cita-cita dan tujuan. Secara filosofis, identitas nasional merupakan ciri yang membedakan satu bangsa dengan bangsa lain.
Identitas nasional adalah istilah yang berasal dari gabungan kata identitas dan nasional. Identitas merupakan ciri-ciri atau tanda-tanda yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain, sementara nasional merujuk pada identitas yang dimiliki oleh kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan seperti budaya, agama, bahasa, cita-cita dan tujuan. Secara filosofis, identitas nasional merupakan ciri yang membedakan satu bangsa dengan bangsa lain.
Unsur-unsur pembentukan identitas negara yaituuku bangsa, agama, kebudayaan dan bahasa. Dari unsur-unsur identitas nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 2 bagian sebagai berikut:
a. Identitas Fundamental, yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara,dan Ideologi Negara
b. Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan.

adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa indonesia meliputi :
1. Primordial ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa daerah bahasa dan adat istiadat.
2. Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat
3. Tokoh, kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat.
4. Sejarah, resep yang sama tentang soal asal usul atau tentang pengalaman masa lalu
5. Bhineka Tunggal Ika

adapaum Peran Identitas Nasional:
a. Sebagai Bahan atau objek dalam integrasi Nasional
b. Pengontrol sumber daya ekonomi
c. Menjadi penanda ikatan solidaritas
e. Menjadi definisi territorial.

adapun Tujuan dan fungsi identitas nasional yaitu
1. Sebagai alat pemersatu bangsa
2. Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya
3. Merupakan landasan negara
4. Identitas negara tersebut
5. Nilai potensi bangsa
Nama : I Komang Widya Indra Kusuma
NPM : 2215061006
Kelas : PSTI B

IDENTITAS DAN INTEGRITAS NASIONAL
Identitas Nasional adalah seperangkat nilai budaya yang terbentuk dari berbagai aspek kehidupan masyarakat. Identitas Nasional memiliki hakikat yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila. Pancasila menjadi dasar dan landasan utama bagi pembentukan identitas nasional Indonesia.
adapun Unsur dari identitas nasional
1. Suku bangsa
2. Agama
3. Budaya
4. Bahasa
adapun faktor yang mendorong dari integritas nasional diantaranya adalah
1. Sejarah
2. Cinta tanah air
3. Rela berkorban
4. Keinginan bersatu
5. Konsesus nasional
penghambat :
1. Heterogen
2. Tim pangan
3. Etnosentrisme
4. Gangguan luar
Nama : I Komang Widya Indra Kusuma
NPM : 2215061006
Kelas : PSTI - B

INTEGRITAS NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA

pada dasarnya Integritas nasional adalah keadaan di mana suatu negara memiliki kesatuan dan keutuhan yang utuh dalam segala aspek, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan. Integritas nasional juga mencakup kesetiaan dan ketaatan warga negara terhadap nilai-nilai, prinsip, dan institusi negara yang ada, serta pemeliharaan kedaulatan, keselamatan, dan kesejahteraan negara secara keseluruhan. Integritas nasional sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran suatu negara. Ketika integritas nasional terancam atau terganggu, maka dapat menyebabkan ketidakstabilan politik, ketidakadilan sosial, konflik antar etnis atau agama, bahkan ancaman terhadap keamanan nasional. Untuk menjaga integritas nasional, perlu dilakukan upaya-upaya seperti memperkuat institusi negara, mempromosikan kerjasama dan solidaritas antar warga negara, membangun kesadaran akan nilai-nilai nasional, mengatasi masalah-masalah sosial dan ekonomi, serta menegakkan hukum dengan adil dan efektif.
Identitas adalah cara orang atau masyarakat merepresentasikan diri dan bagaimana mereka dilihat oleh orang lain sebagai suatu entitas budaya dan sosial. Pada masa reformasi, peluang demokrasi dibuka dan daerah diberi kebebasan untuk membangun dan mengatur diri sendiri melalui sistem desentralisasi. Namun, kebebasan ini sebenarnya memperlihatkan kondisi yang buram bagi bangsa Indonesia. Identitas tidaklah tetap dan final, melainkan suatu kondisi yang selalu disesuaikan dengan sifat yang selalu berubah dan keadaan yang selalu dinegosiasi terus-menerus sehingga wujudnya akan selalu bergantung pada proses yang membentuknya.
Etnosentrisme merujuk pada kecenderungan untuk memandang budaya etniknya sebagai yang paling superior dibandingkan dengan budaya etnik lainnya. Etnosentrisme juga melibatkan pandangan bahwa sudut pandang etniknya sendiri merupakan sudut pandang yang paling benar atau tepat, sehingga semua aspek dilihat dari perspektif etnik tersebut.