Kiriman dibuat oleh Yusri Afta Putra

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Soal-1

oleh Yusri Afta Putra -
Nama : Yusri Afta Putra
NPM : 2215061091
Kelas : PSTI C

Analisis Soal-1

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?

Menurut saya, sikap yang seharusnya kita lakukan kepada orang yang menyebarkan hoax adalah mengingatkan mereka untuk berhenti menyebarkan informasi hoax. Karena menyebarkan hoax sama saja menyebar kebohongan.

Selain itu, langkah untuk mengantisipasi diri agar tidak terjebak dengan berita hoax adalah memastikan bahwa informasi yang kita dapatkan benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan. Kita juga dapat menerapkan metode yang namanya saring sebelum sharing. Jadi ketika kita dihadapkan oleh suatu informasi tidak langsung menelan mentah-mentah informasi tersebut. Kita harus berpikir dan mengecek sumber informasi sebelum kita memaknai informasi tersebut dan menginformasikan kepada orang lain.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?

Banyak contoh permasalahan perkembangan Iptek di Indonesia, salah satunya adalah bullying berunsur SARA di media sosial. Pengguna media sosial tidak mengenal umur dan gender sehingga mereka dapat bersemena-mena dengan pendapat yang mereka keluarkan. Selain contoh bullying juga ada penipuan online, di mana penipu-penipu yang berkeliaran di online mempunyai sikap yang individualis karena tidak memikirkan orang lain yang mereka tipu dan tidak berkemanusiaan, serta penyebaran pornografi di banyak platform yang juga termasuk permasalahan perkembangan Iptek.

Ideologi Pancasila yang kita anut bisa mengatasi permasalahan Iptek yang ada di Indonesia ini, dengan menganut Tuhan yang kita percayai sangat mencerminkan sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bergotong royong dan berperilaku kemanusiaan dan adil, tidak melihat orang secara rasis bahwa Indonesia berbeda beda budaya tetapi tetap satu maka terciptanya sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia. Negara kita demokrasi yang setiap argumennya didengar oleh pemerintah juga menganut sila ke-4 yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan. Yang terakhir, dalam menggunakan media sosial dan online dengan baik harus terciptanya keadilan sosial, tidak membeda-bedakan dan tidak adanya kesenjangan sosial.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?

Karena saya mengambil program studi Teknik Informatika, solusi yang dapat saya berikan atas permasalahan tersebut yaitu dengan cara melakukan inovasi terhadap produk teknologi yang sudah ada agar dapat memajukan dan mengembangkan iptek di Indoensia sehingga mampu menciptakan pasar teknologinya sendiri.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Video-2

oleh Yusri Afta Putra -
Nama : Yusri Afta Putra
NPM : 2215 061091
Kelas : PSTI C

Analisis Video 2 - Detik-detik Hiroshima & Nagasaki di Bom, Peristiwa Sejarah Sebelum Proklamasi RI

Berdasarkan video tersebut, dapat diketahui bahwa salah satu peristiwa bersejarah yang pernah ada adalah peristiwa dimana Jepang menyerah kepada sekutu akibat pengeboman di kota Hiroshima dan Nagasaki. Pengeboman tersebut terjadi karena Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbour, yang kemudian memicu terbentuknya persekutuan antar Amerika Serikat dengan berbagai negara untuk berperang melawan Jepang. Pengeboman di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945 yang dilakukan oleh sekutu merupakan bentuk balas dendam terhadap serangan yang dilakukan oleh Jepang sebelumnya. Alhasil, hampir setengah dari penduduk kota menjadi korban dari peristiwa pengeboman tersebut. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, Indonesia langsung memanfaatkan momen tersebut untuk memproklamirkan kemerdekaannya dua hari kemudian pada tanggal 17 Agustus 1945.

Menurut saya, perang tidak selalu dapat menyelesaikan masalah. Perang dapat menimbulkan kebencian dan juga balas dendam secara terus menerus jika tidak ada satupun yang ingin menyerah dan berdamai. Oleh sebab itu, kita harus menanamkan nilai-nilai Pancasila pada diri kita terutama sila ke-2 agar hidup kita menjadi lebih aman, damai, dan tentram.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Video-1

oleh Yusri Afta Putra -
Nama : Yusri Afta Putra
NPM : 2215061091
Kelas : PSTI C

Analisis Video-1 : Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai

Berdasarkan video tersebut, dapat diketahui bahwa ratusan warga di suatu desa melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pembuatan pakaian. Hal itu terjadi karena warga desa merasa tidak nyaman terhadap limbah yang dibuang langsung ke sungai karena dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan membuat sungai menjadi tercemar. Kejadian seperti ini seharusnya tidak dapat terjadi jika si pemilik pabrik mengerti akan akibat yang disebabkan jika ia membuang limbah ke sungai.

Seperti yang kita ketahui, Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia yang memiliki makna hidup bangsa Indonesia yang telah membentuk sikap, watak, perilaku, tata nilai, pandangan filsafat, moral, serta etika. Sebagai bentuk dari penyampaian pendapat di muka umum, unjuk rasa merupakan hak legal warga negara yang dijamin negara. Unjuk rasa menjadi perwujudan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Budaya seperti unjuk rasa ini sering kali terjadi di kehidupan sosial masyarakat. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat suatu kelompok. Tujuannya jelas untuk menuntut dari segala persoalan secara adil dan baik.

Warga desa yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut sebenarnya sudah memenuhi nilai yang ada dalam Pancasila, yaitu pada sila ke-5 yang berisi tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dimana tujuan dari melakukan aksi unjuk rasa ini adalah untuk menyampaikan aspirasi dan untuk menuntut keadilan bagi warga desa setempat terkait limbah yang dibuang langsung ke sungai.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Jurnal

oleh Yusri Afta Putra -
Nama : Yusri Afta Putra
NPM : 2215061091
Kelas : PSTI C

Analisis Jurnal "Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK"

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah. Oleh karena itu perumusan Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa. Bangsa Indonesia memiliki akar budaya dan religi yang kuat dan tumbuh sejak lama dalam kehidupan masyarakat sehingga manakala pengembangan ilmu tidak berakar pada idiologi bangsa, sama halnya dengan membiarkan ilmu berkembang tanpa arah dan oreintasi yang tidak jelas.

Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Pengembangan IPTEK tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya IPTEK selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan IPTEK pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga di satu pihak dibutuhkan semangat objektifitas di pihak lain IPTEK perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di tengah-tengah kita akan memberikan kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia. Beberapa peristiwa yang terjadi di dunia ini misalnya dampak negatif dari bom atom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki pada waktu Perang Dunia II, dampak ini akan berdampak negatif kepada masyarakat Jepang dan menimbulkan traumatik kepada generasi berikutmya. Bahkan akan berdampak pada nilai kemanusiaan secara universal. Nilai kemanusiaan itu bukan milik sekelompok orang tertentu tetapi milik bersama umat manusia.

Melihat kenyataan di atas makan Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelusuri dalam hal-hal sebagai berikut. Pertama, pluralisme nilai yang berkembang pada masyarakat Indonesia pada saat ini seiring dengan kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini akan menimbulkan renungan supaya bangsa Indonesia tidak terjerumus dalam keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kedua, kemajuan IPTEK pada tataran sekarang telah menimbulkan dampak yang neatif dan ada pada titik yang membahayakan terhadap eksistensi manusia di masa yang akan datang. Ketiga, perkembangan IPTEK yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Oleh karena perlu penyaringan dan penangkalan yang jelas tentang pengaruh dunia secara global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dikembangkan di Indonesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan IPTEK
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan IPTEK tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Video

oleh Yusri Afta Putra -
Nama : Yusri Afta Putra
NPM : 2215061091
Kelas : PSTI C

Analisis Video "Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK"

Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). IPTEK pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreatifitas rohani manusia. Unsur jiwa (rohani) manusia meliputi akal, rasa dan kehendak. Akal merupakan potensi rohaniah manusia yang berhubungan dengan intelektualitas, rasa merupakan hubungan dalam bidang estetis dan kehendak berhubungan dengan bidang moral (etika).
Atas dasar kreatifitas akalnya itulah maka manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang disediakan oleh Tuhan yang Mahaesa. Oleh karena itu tujuan yang esensial dari IPTEK adalah semata-mata untuk kesejahteraan umat manusia. Dalam masalah ini pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai bagi pengembangan IPTEK demi kesejahteraan hidup manusia. Pengembangan IPTEK sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab dari sila-sila yang tercantum dalam pancasila.

Pancasila yang sila-silanya merupakan suatu kesatuan yang sistematis haruslah menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK.
1. Sila Ketuhanaan yang Maha Esa.
Sila ini mengklomentasikan ilmu pengetahuan, menciptakan sesuatu berasarkan pertimbangan antara rasional dan irasional, antara akal, rasa dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Sila ini menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagi pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
Contoh perkembangan IPTEK dari sila ketuhanan yang maha esa adalah ditemukannya teknologi transfer inti sel atau yang dikenal dengan teknologi kloning yang dalam perkembangannya pun masih menuai kotroversi. Persoalannya adalah terkait dengan adanya “intervensi penciptaan” yang semestinya dilakukan oleh Tuhan YME. Bagi yang beragama muslim, pada surat An-Naazi’aat ayat 11-14 diisyaratkan adanya suatu perkembangan teknologi dalam kehidupan manusia yang mengarahkan pada kehidupan kembali dari tulang belulang. “apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?”, mereka berkata “kalau demikian itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”. Sesungguhnya pengembalian itu hanya satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi”.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK haruslah bersifat beradab. IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu pengembangan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan manusia. IPTEK bukan untuk kesombongan, kecongkakan dan keserakahan manusia namun harus diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.

3. Sila persatuan Indonesia
Mengklomentasikan universal dan internasionalisme (kemanusiaan) dr sila-sila lain. Pengembangan IPTEK diarahkan demi kesejahteraan umat manusia termasuk di dalamnya kesejahteraan bangsa Indonesia. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Artinya mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya setiap orang haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK. Selain itu dalam pengembangan IPTEK setiap orang juga harus menghormati dan menghargai kebebasan
oranglain dan harus memiliki sikap terbuka. Artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori-teori lainnya.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Contoh dari sila kelima ini adalah ditemukannya varietas bibit unggul padi Cilosari dari teknik radiasi. Penemuan ini adalah hasil buah karya anak bangsa. Diharapkan dalam perkembangan swasembada pangan ini nantinya akan mensejahterakan rakyat Indonesia dan memberikan rasa keadilan setelah ditingkatkannya jumlah produksi sehingga pada perjalanannya rakyat dari berbagai golongan dapat menikmati beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan IPTEK dewasa ini sangat pesat, dan membawa kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Saat ini manusia tak dapat hidup tanpa bantuan teknologi. Di samping dampak positif terdapat juga dampak negatif dari perkembangan kemajuan IPTEK. Pelanggaran IPTEK pun masih terjadi di segala bidang kehidupan masyarakat Indonesia.

Kemajuan perkembangan IPTEK di Indonesia sepenuh-penuhnya sesuai dengan Tujuan Negara Republik Indonesia yang tertuang secara jelas dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat, berbunyi : “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial” Dapat disimpulkan tujuan Negara Republik Indonesia adalah tujuan perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan, dan pedamaian. Oleh karena itu perkembangan IPTEK di Indonesia harus didasari nilai-nilai etis sesuai dengan dasar negara Indonesia ,yaitu Pancasila:
1. Nilai-nilai Pancasila menjadi sumber motivasi bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) nasional dalam mencerdaskan bangsa yang mempunyai nilai-nilai Pancasila tinggi serta menegakkan kemerdekaan secara utuh, kedaulatan dan martabat nasional dalam wujud negara Indonesia yang merdeka.
2. Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Perkembangan IPTEK karena Nilai-nilai pancasila itu sangat mendorong dan mendasari akan perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang baik dan terarah. Dengan Nilai-nilai Pancasila tersebut, perlu menjadi kesadaran masyarakat bahwa untuk meningkatkan IPTEK di Indonesia, sejak dini masyarakat harus memiliki dan memegang prinsip dan tekad yang kukuh serta berlandaskan pada Nilai-nilai Pancasila yang merupakan kepribadian khas Indonesia.