Kiriman dibuat oleh Yusri Afta Putra

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Yusri Afta Putra -
Nama: Yusri Afta Putra
NPM: 2215061091
Kelas: PSTI C

Analisis Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial: "Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani"

Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa jurnal ini bertujuan untuk membahas urgensi pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani. Perubahan Indonesia menuju pada sistem demokrasi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan lagi. Pasca jatuhnya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang lengser pada 21 Mei 1998, Indonesia mengalami proses pembentukan demokrasi meskipun berjalan setelah lebih dari 30 tahun Orde Baru berkuasa. Transisi Indonesia menaiki demokrasi menimbulkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih cenderung melakukan penyelesaian konflik melalui cara-cara yang tidak demokratis seperti main hakim sendiri, memaksakan kehendak, dan praktik money politics sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangan reformis selama ini. Perkembangan ini tentu saja merupakan fenomena yang tidak kondusif bagi transisi Indonesia menuju demokrasi yang berkeadaban (Democratic Civility).

Seiring dengan perkembangan gelombang demokrasi ketiga, tuntutan demokratisasi dalam praktik dan sosial pasca rezim Orde Baru menjadi salah satu agenda kelompok gerakan reformasi yang mana salah satu tuntutannya adalah memperbaharui kembali pendidikan kewarganegaraan (Civic Education) yang selama ini dirasakan tidak relevan dengan semangat reformasi. Di dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadaban maka peranan pendidikan kewarganegaraan (Civics Education) dirasa sangat urgen dan mendesak sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia.

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang sangat penting di dalam mendidik karakter bangsa Indonesia untuk menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis dan beradab dimana mereka menyadari hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta kesiapan mereka menjadi bagian dari warga negara dunia (global society) di era modern saat ini.

Pendidikan Kewarganegaraan juga dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila. Untuk menjadi sebuah negara yang matang berdemokrasi, demokrasi Indonesia dapat seiring dan sejalan dengan koridor penguatan wawasan kebangsaan yang berbasis pada empat konsensus dasar nasional Indonesia: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pendidikan Kewarganegaraan yang humanis-partisipatoris diharapkan mampu menjadi laboratorium bagi penyemaian prinsipprinsip demokrasi yang terintegrasikan dengan nilai-nilai keindonesiaan yang bersumber dari Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa yang diharapkan dapat menjadi unsur utama pembentukan karakter nasional Indonesia.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Soal-2

oleh Yusri Afta Putra -
Nama : Yusri Afta Putra
NPM : 2215061091
Kelas : PSTI C

Analisis Soal-2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila menjadi landasan pengembangan IPTEK karena setiap nilai sila Pancasila mengandung hal-hal penting dan menunjukkan etika dalam mengembangkan IPTEK.

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini menekankan bahwa pengembangan IPTEK dimaknai sebagai bentuk syukur pemberian akal oleh Yang Maha Esa. Sehingga dalam proses pengembangan IPTEK tidak dibuat untuk mencederai keyakinan umat beragama.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus dengan cara-cara yang berperikemanusiaan dan tidak merugikan manusia individual maupun umat manusia yang sekarang maupun yang akan datang agar bisa menyejahterakan manusia.

3. Sila Persatuan Indonesia
Sila ini mengingatkan agar pengembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu, sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.


B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais adalah semoga mereka semua memiliki karakteristik yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia sebagaimana yang terkandung dalam Pancasila, antara lain yaitu beriman, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), memiliki rasa nasionalisme, mendengarkan pendapat orang lain, serta adil.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Jurnal

oleh Yusri Afta Putra -
Nama : Yusri Afta Putra
NPM : 2215061091
Kelas : PSTI C

Analisis jurnal "Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"

Berdasarkan jurnal tersebut, dapat dijelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

Implikasi sila ke-1 dalam pengembangan ilmu pengetahuan manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi.
Adapun nilai-nilai Pancasila pada sila ke-1 yaitu :
1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2) Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Implikasi sila ke-2 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan.
Adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam sila yang ke-2 yaitu :
1) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2) Menumbuhkan sikap tenggang rasa
3) Tidak semena-mena terhadap orang lain.
4) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
5) Berani membela kebenaran dan keadilan

Implikasi sila ke-3 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara.
Adapun nilai-nilai pada sila ke-3 adalah :
1) Pengakuan terhadap Bhineka Tunggal Ika, suku bangsa, etnis, agama, adat istiadat dan kebudayaan.
2) Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah Indonesia.
3) Cinta dan bangga akan negara Indonesia.

Implikasi sila ke-4 dalam pengembangan pengetahuan mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek.
Adapun nilai-nilai dalam sila ke-4 adalah sebagai berikut :
1) Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
2) Kedaulatan adalah di tangan rakyat.
3) Manusia Indonesia adalah sebagai warga negara dan warga masyarakat yang mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
4) Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
5) Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.

Implikasi sila ke-5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah mengimplementasikan pengembangan iptek dengan menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.
Adapun nilai-nilai sila ke-5 antara lain sebagai berikut :
1) Perlakuan yang adil di segala bidang kehidupan terutama di bidang politik, ekonomi, social dan budaya.
2) Perwujudan keadilan sosial yang meliputi seluruh rakyat Indonesia.
3) Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak milik orang lain.
5) Cinta akan kemajuan dan pembangunan.