Posts made by DINI CANIKA SUMARA

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by DINI CANIKA SUMARA -
NAMA: DINI CANIKA SUMARA
NPM: 2215061026
KELAS: PSTI B

PRETEST

Analisis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi: Hakekat dan Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan
Pada video pembelajaran diatas membahas tentang Hakekat dan Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Pokok bahasannya adalah sebagai berikut.

I. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan guna menyiapkan dan mengingatkan akan pentingnya rasa nasionalisme demi bangsa dan negara serta nilai-nilai hak dan kewajiban warga negara agar mereka menjadi warga negara yang berpikir tajam dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting bagi para generasi muda agar berpedoman pada Pancasila dalam berpikir kritis, analitis serta demokratis.

II. Landasan Ideal dan Hukum
Landasan ideal Pendidikan Kewarganegaraan yang sekaligus menjadi jiwa dikembangkannya kewarganegaraan adalah Pancasila. Dalam sistematika landasan ideal Pancasila ini dibagi menjadi 3 yaitu, Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai pandangan hidup, dan Pancasila sebagai ideologi negara. Selain itu, terdapat pula landasan hukum Pendidikan Kewarganegaraan antara lain sebagai berikut.
a) Pembukaan UUD 1945. Pembukaan alinea kedua tentang cita-cita mengisi kemerdekaan dan alinea keempat khusus tentang tujuan negara, yaitu keamanan dan kesejahteraan
b) Batang tubuh UUD 1945 khususnya pasal 27 ayat 3 tentang bela negara, pasal 30 ayat 1 tentang pertahanan dan keamanan, pasal 31 ayat 1 tentang pendidikan.
c) UU No 20 tahun 1982 tentang pendidikan bela negara
d) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang mata kuliah pengembang kepribadian
e) SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006 tentang pengembangan mata kuliah kepribadian


III. Sumber Historis, Sumber Sosiologis, dan Sumber Politik Pendidikan Kewarganegaraan
Secara sumber historis, Pendidikan Kewarganegaraan dalam arti substansi telah dimulai jauh sebelum Indonesia diproklamasikan sebagai negara merdeka. Pendidikan Kewarganegaraan pada saat permulaan kemerdekaan lebih banyak dilakukan pada teteran sosial kultural dan dilakukan oleh para pemimpin negara bangsa.

Secara sumber sosiologis, Pendidikan Kewarganegaraan sangat diperlukan oleh masyarakat dan akhirnya negara-bangsa untuk menjaga, memelihara, dan mempertahankan eksistensi negara-bangsa.

Secara sumber politik, Pendidikan Kewarganegaraan mulai dikenal dalam pendidikan sekolah dapat digali dari dokumen kurikulum sejak tahun 1957 sebagaimana dapat diidentifikasi dari pernyataan Somantri (1972) bahwa pada masa Orde Lama mulai dikenal istilah:
(1) Kewarganegaraan (1957)
(2) Civics (1962)
(3) Pendidikan Kewarganegaraan (1968)

VII. Dinamika, Esensi dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan
Indonesia akan menjadi bangsa yang bermartabat dan dihormati oleh bangsa lain, semua sangat tergantung kepada bangsa indonesia. Demikian pula untuk masa depan pendidikan kewarganegaraan sangat ditentukan oleh eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia. Pendidikan kewarganegaraan akan sangat dipengaruhi oleh kontitusi yang berlaku dan perkembangan tuntutan kemajuan bangsa. Bahkan ynag lebih penting lagi, akan sangat ditentukan oleh pelaksanaan konstitusi yang berlaku.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Soal-2

by DINI CANIKA SUMARA -
Nama : Dini Canika Sumara
NPM : 2215061026
Kelas : PSTI B

Analisis Soal 2

1.) Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawaban:
Pancasila sebagai sistem nilai akan berfungsi sebagai paradigma ilmu, yang artinya adalah Pancasila telah dijadikan sebagai acuan dalam berolah ilmu dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu adalah sebagai berikut:
a. Sile Ke-1, Ketuhanan yang Maha Esa, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus dimaknai dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga dalam proses pengembangan IPTEK tidak melenceng dari keyakinan agama.
b. Sila Ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, pengembangan IPTEK harus dilaksanakan dengan mengutamakan hak-hak kemanusiaan agar nantinya tetap sesuai dengan asas kemanusiaan.
c. Sila Ke-3, Persatuan Indonesia, seiring dengan kemajuan IPTEK harus dapat membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan antar warga negara Indonesia.
d. Sila Ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dalam pengembangan IPTEK harus berlandaskan demokrasi yang mana tidak ada unsur monopoli didalamnya, semua warga negara Indonesia berhak mendapat kesempatan untuk mengembangkan IPTEK.
e. Sila Ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam pengembangan IPTEK harus berlandaskan pada keadilan dan keseimbangan yang mana tidak ada kelompok yang mendapat hak lebih dalam pengembangan IPTEK.

2.) Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawaban:
Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang adalah tentunya memiliki sikap bertanggung jawab , selalu menerima saran dan menjunjung nilai musyawarah. Serta menjunjung tinggi ideologi bangsa Indonesia dan mengamalkan di kegiatan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Begitu pula dengan golongan-golongan lainnya, seluruh masyarakat berwarga negara Indonesia wajib mengamalkan kelima sila yang terdapat di Pancasila agar tercipta situasi yang kondusif tanpa adanya konflik yang membuat perpecahan.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Video-2

by DINI CANIKA SUMARA -
Nama : Dini Canika Sumara
NPM : 2215061026
Kelas : PSTI B

Analisis Video 2

Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia

Berdasarkan hasil analisis video pada 9 Agustus 1945, bom atom menewaskan 70 ribu orang dan mencederai puluhan ribu warga Nagasaki, Jepang. Sebelumnya, pada 6 Agustus 1945, bom atom juga menewaskan puluhan ribu orang di Hiroshima. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang Dunia II. Jepang menyerah kepada sekutu pada 16 Agustus 1945. Indonesia menjadi negara pertama yang langsung memanfaatkan kekalahan Jepang dengan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa yang diterapkan pada peristiwa proklamasi yaitu bangsa indonesia mampu bersatu dan mendahulukan kepentingan bersama untuk sama-sama memproklamasikan diri, mengingat bangsa indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa ini adalah suatu pencapaian yang sangat besar.