Kiriman dibuat oleh DINI CANIKA SUMARA

PSTI A dan B Tahun 2023 -> PRETEST

oleh DINI CANIKA SUMARA -
NAMA: DINI CANIKA SUMARA
NPM: 2215061026
KELAS: PSTI B

Analisis Soal

1. Hal positif apa yang anda dapatkan dari artikel tersebut? Apakah ada konstitusi yang dilanggar? Jelaskan!
Jawaban:
Berdasarkan artikel tersebut, peraturan PSBB yang dikeluarkan pemerintah berdampak positif bagi rakyat Indonesia yang pada saat itu sedang mengalami pandemi Covid-19. Peraturan ini memang membatasi segala pergerakan masyarakat, yang mana masyarakat harus melakukan segala sesuatu dari rumah. Namun, hal ini tentunya dapat membantu mengurangi penyebaran virus Covid-19. Dan tentu saja, hal ini tidak melanggar konstitusi yang ada sebab tidak menentang HAM dan tidak merugikan masyarakat. Justru, masyarakat terbantu dengan adanya PSBB yang melindungi masyarakat untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid-19.

2. Bagaimanakah jika suatu negara tidak memiliki konstitusi? Apakah konstitusi efektif dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara?
Jawaban:
Konstitusi adalah pemberi pegangan sekaligus pedoman dalam menjalankan kekuasaan negara. Tanpa kosntitusi, sebuah negara tidak akan mencapai tujuan yang sesuai dengan harapan masyarakatnya. Tanpa konstitusi, tidak ada yang mengatur hak-hak asasi warga negaranya. Hal ini akan memicu banyak konflik dan perseteruan karena masing-masing individu berusaha mencapai keinginannya tanpa menghormati hak asasi orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konstitusi efektif dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara karena dapat menetapkan aturan dasar yang membatasi kekuasaan pemerintah, menjaga hak-hak individu dan masyarakat, serta memastikan bahwa lembaga-lembaga pemerintah bekerja sesuai dengan kehendak rakyat dan prinsip-prinsip demokrasi. Konstitusi juga memberikan landasan yang jelas bagi sistem hukum dan mengatur cara pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan oleh pemerintah.


3. Kemukakan contoh tantangan kehidupan bernegara saat ini, yang menurut Anda perlu diantisipasi, apakah pasal-pasal dalam UUD NRI 1945 sekarang sudah mampu menjadi pedoman untuk menyelesaikan tantangan tersebut dan mengapa demikian?
Jawaban:
Tantangan kehidupan bernegara saat ini perlu diatasi dan diantisipasi guna mewujudkan bangsa yang sejahtera. Dibawah ini contoh tantangan bernegara.
1.) Kesejahteraan masyarakat indonesia yang kurang. Hal pokok untuk mendukung kemajuan suatu bangsa dinilai dari kesejahteraan masyarakatnya, masyarakat yang cukup secara ekonomi membuktikan bahwa bangsa Indonesia bangsa yang maju. Pemerintah menjamin kesejahteraan masyarakat melalui Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Bagi fakir miskin dan anak terlantar seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun, 1945, Pemerintah dan pemerintah daerah memberikan rehabilitasi sosial jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban negara dalam menjamin terpenuhinya hak atas kebutuhan dasar warga negara yang miskin dan tidak mampu.

2.) Kesehatan masyarakat yang tidak terjamin, tingkat kesehatan masyrakat juga mendukung berkembangnya suatu bangsa, bangsa yang maju dan kuat adalah bangsa yang sehat. Masyarakat berhak mendapat pelayanan kesehatan, tertera pada Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Virus COVID-19 yang menyebar dan mengancam kesehatan serta ekonomi warga negara Republik Indonesia.
Dari pasal-pasal tersebut kita dapat menjadikan pedoman untuk menyelesaikan tantangan, sebab isi dalam pasal-pasal tersebut relevan dengan permasalahan-permasalahan yang ada di masa sekarang ini.

4. Bagaimakah menurut pendapatmu sebagai warganegara mengenai konsep bernegara kita dalam menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan? Adakah yang perlu di perbaiki, jelaskan!
Jawaban:
Konsep bernegara yang mengedepankan nilai persatuan dan kesatuan merupakan konsep bernegara yang baik, sebab antar warga negara tentunya akn saling merangkul tanpa saling menjatuhkan. Warga negara akan tersadar tentang pentingnya toleransi dan keberagaman. Sehingga dengan konsep bernegara ini menjadikan Indonesia yang beragam suku bangsa, ras, dan budaya menjadi satu tanpa dibeda-bedakan.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM ANALISIS PRETEST

oleh DINI CANIKA SUMARA -
NAMA: DINI CANIKA SUMARA
NPM: 2215061026
KELAS: PSTI B

Pretest Video Pertemuan 3
Berdasarkan video tersebut, didapatkan bahwa didalamnya membahas tentang Identitas dan Integrasi Nasional. Tujuannya adalah guna mengetahui identitas kita sebagai bangsa Indonesia serta untuk memahami tentang pentingnya integrasi bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa ini. Identitas nasional merupakan suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang di daerah macam-macam aspek kehidupan dan ini mendasari suatu negara dan membedakannya dari negara lain. hakikat identitas nasional ini adalah pancasila. Unsur identitas nasional adalah sebagai berikut:
a. Suku bangsa
b. Agama
c. Budaya
d. Bahasa
Berdasarkan unsur Identitas Nasiaonal, dibagi menjadi beberapa macam identitas antara lain:
1. Identitas fundamental (Pancasila)
2. Identitas instrumental (UUD 1945)
3. Identitas alamiah (Kepulauan serta pluralisme)
Sementara itu, integrasi nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda. Dibagi menjadi 2 faktor yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorongnya adalah, sejarah, keinginan bersatu, cinta tanah air, rela berkorban, dan konsensus nasional. Faktor penghambatnya adalah heterogen, etnosentrisme, gangguan luar, dan ketimpangan. Bentuk integrasi dibagi menjadi 2, yaitu asimilasi dan akulturasi.
Di era modern seperti ini tentunya telah terpengaruh globalisasi yang berkembang semakin pesat, untuk itu dapat dilakukan upaya untuk menjaga serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh DINI CANIKA SUMARA -
Nama: Dini Canika Sumara
NPM: 2215061026
Kelas: PSTI B

Pretest Video Pertemuan 2

Dari video diatas diketahui bahwa Identitas nasional memiliki artian dalam setiap katanya. Yakni dari kata identitas (identity), yang artinya jati diri yang melekat dalam pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Sedangkan, kata nasional (national) merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, bahasa, maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Identitas nasional merupakan hal yang mendasari suatu negara dan untuk membedakan dari negara lain. Identitas Nasional ini penting demi menjaga keutuhan suatu bangsa.

Terdapat 4 unsur Identitas Nasional, yaitu:
a. Suku Bangsa, suku bangsa adalah golongan sosial yang ada sejak lahir dan bersifat askriptif.
b. Agama, bangsa Indonesia memiliki keberagaman agama, terdapat agama islam, katolik, kristen, hindu, budha, konghucu yang hidup saling berdampingan.
c. Kebudayaan, adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah pangkat-pangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau sebagai pedoman untuk bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
d. Bahasa, Bahasa dipandang sebagai sistem perlambang yang cara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bumi maupun ucapan manusia dan juga digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia baik secara lisan, tulisan, ataupun gerakan dan isyarat. Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu UUD 1945 dalam pasal 35 dan 36 C.

Identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bahasa nasional.
2. Bendera negara.
3. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya.
4. Lambang negara yaitu Pancasila.
5. Semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
6. Dasar falsafah negara yaitu Pancasila.
7. Konstitusi hukum dasar negara.
8. Bentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
9. Konsepsi wawasan nusantara kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan.
10. Kebudayaan nasional.

Di era modern seperti saat ini, identitas nasional telah terpengaruh oleh arus globalisasi yang berkembang semakin pesat, sehingga menyebabkan merosotnya nilai-nilai budaya bangsa. Hal tersebut terbukti dari masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja yang sudah tidak memperhatikan budayanya sendiri dan lebih cenderung mengadopsi budaya asing. Menyikapi hal ini, maka penting adanya upaya mempertahankan identitas nasional demi eksistensi bangsa Indonesia.

Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga dan mempertahankan identitas nasional yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan identitas nasional, setelah bisa memahaminya kemudian kita sebagai mahasiswa harus berkomitmen untuk menjaga dan mempertahankan identitas nasional kita. Setelah bisa berkomitmen, maka kita merealisasikan komitmen tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

Kemudian upaya terakhir yang bisa dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa adalah dengan mensosialisasikan kepada orang-orang sekitar baik keluarga, masyarakat maupun teman sebaya. Karena pada hakikatnya, konsep identitas nasional merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh DINI CANIKA SUMARA -
NAMA: Dini Canika Sumara
KELAS: PSTI B
NPM: 2215061026

Post Test Analisis Jurnal

Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia

Dari jurnal tersebut etnosentrisme hingga kini masih menjadi bahan yang cukup menarik untuk tersaji di ruang-ruang diskusi publik. Tak jarang, istilah etnosentrisme seringkali dikaitkan dengan berbagai isu politik hingga konflik berbagai daerah baik di dalam maupun luar negeri. Istilah yang satu ini memang memiliki banyak persepsi dan rentan terjadi kesalahpahaman apabila tidak dimaknai dengan benar. Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan mengalami resistensi sebagai akibat dari fanatisme berlebihan. Seperti yang telah diketahui, Indonesia merupakan bangsa besar yang terdiri dari berbagai macam latar belakang berbeda-beda. Warga Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama hingga ras yang cukup berbeda. Hal ini lah yang kemudian seringkali memicu gesekan secara horizontal antara satu identitas dengan yang lainnya. Padahal, salah satu pilar kebangsaan Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda namun tetap satu. Keunikan yang terdapat dalam masing-masing identitas tersebut justru seharusnya mampu menjadi kekuatan dan kelebihan Bangsa Indonesia di mata dunia. Ada baiknya bagi kita selaku Bangsa Indonesia untuk menurunkan prinsip etnosentrisme demi tercapainya persatuan.

Pada suatu sisi integrasi terbentuk jika ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.