གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ DINI CANIKA SUMARA

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

DINI CANIKA SUMARA གིས-
Nama: Dini Canika Sumara
NPM: 2215061026
Kelas: PSTI B
Prodi: Teknik Informatika

Post test Pertemuan 15
SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 ( THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)
Berdasarkan jurnal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 sangat penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta melindungi dan mengabdi kepada tanah air. Meskipun pandemi ini telah menimbulkan berbagai tantangan dan kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, semangat bela negara tetap harus terus ditanamkan dalam setiap individu.
Berikut ini beberapa contoh semangat bela negara yang dapat diwujudkan di tengah pandemi COVID-19:
1. Patuhi protokol kesehatan: Mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan adalah bentuk nyata dari semangat bela negara. Dengan melindungi diri sendiri dan orang lain, kita turut menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat serta membantu mengendalikan penyebaran virus.
2. Menjaga kesejahteraan bersama: Di tengah pandemi, banyak orang yang terdampak secara ekonomi, baik akibat kehilangan pekerjaan, usaha yang gulung tikar, atau kondisi finansial yang sulit. Membantu sesama dengan memberikan bantuan makanan, sembako, atau sumbangan kepada lembaga atau organisasi yang peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan, adalah bentuk nyata dari semangat bela negara.
3. Mendukung program vaksinasi: Vaksinasi merupakan upaya yang sangat penting dalam penanggulangan pandemi COVID-19. Mendukung program vaksinasi dengan mendaftar dan menjalani vaksinasi ketika giliran datang, serta menyebarkan informasi yang akurat dan positif mengenai vaksin kepada keluarga, teman, dan masyarakat adalah salah satu bentuk semangat bela negara.
4. Menghormati dan mendukung tenaga medis: Para tenaga medis merupakan garda terdepan dalam menangani pandemi. Menghormati dan memberikan dukungan moral kepada mereka yang bekerja keras dalam memberikan perawatan kepada pasien COVID-19, termasuk dengan tidak menyebarkan berita atau informasi yang tidak benar atau menimbulkan kepanikan, adalah bentuk nyata dari semangat bela negara.
5. Menjaga ketertiban dan keamanan: Meskipun ada keterbatasan dan pembatasan selama pandemi, menjaga ketertiban dan keamanan tetap menjadi tanggung jawab kita semua. Melaporkan kegiatan atau perilaku yang melanggar aturan, seperti kerumunan yang berpotensi menyebabkan penyebaran virus, adalah bentuk nyata dari semangat bela negara.
Semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 ini tidak hanya melibatkan pemerintah atau institusi tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. Dengan bersatu dan saling mendukung, kita dapat melewati masa sulit ini dan membangun masa depan yang lebih baik bagi negara kita.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

DINI CANIKA SUMARA གིས-
Nama: Dini Canika Sumara
NPM: 2215061026
Kelas: PSTI B
Prodi: Teknik Informatika

Pretest Pertemuan 15

Ketahanan Nasional (Pendidikan Kewarganegaraan)

Berdasarkan video tersebut dapat dianalisis bahwa ketahanan nasional merupakan Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis suatu negara, yang mencakup keuletan dan semangat untuk menghadapi segala tantangan dan hambatan yang mengancam identitas, integritas, serta kehidupan berbangsa negara.
Perwujudan Aspek alamiah (Tri Garta)
a. Lokasi & posisi geografis ( peningkatan potensi darat)
b. Sumber daya alam ( kesadaran nasional pemanfaatan sumber daya alam)
c. Keadaan dan kemampuan penduduk pendidikan

Ancaman Unsur Tri Garta
a, Lokasi dan posisi geografis
b. Keadaan dan kekayaan alam
c. Kemampuan penduduk
Ancaman Unsur Tri Garta
a. Lokasi dan posisi geografis
b. Keadaan dan kekayaan alam
c. Kemampuan penduduk

Perwujudan Aspek sosial ( Panca Gatra )
a. Ideologi : Nilai menampung aspirasi
b. Politik : Demokrasi : input : output
c. Ekonomi : sarana, modal, TK, Teknologi
d. Sosial Budaya : Tradisi, pendidikan, kepemimpinan
c. Hankam : partisipasi & kedadaran masyarakat

Ancaman Panca Gatra
a. Ideologi
b. Politik
c. Ekonomi
d. Sosial Budaya
e. Hankam
Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara dalam mempertahankan eksistensinya, melindungi dan memperjuangkan kepentingan nasionalnya dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Kesimpulannya, ketahanan memegang peranan penting dalam memastikan keberlangsungan hidup dan keamanan negara serta menjaga kesejahteraan rakyatnya.
Untuk memperkuatnya, diperlukan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul di berbagai aspek, seperti geografi, sumber daya alam, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta keamanan dan pertahanan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang terintegrasi, holistik, dan berkelanjutan, sehingga ketahanan dapat terjaga dengan baik dan dapat memperkuat posisi negara di mata dunia.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

DINI CANIKA SUMARA གིས-
Nama: Dini Canika Sumara
NPM: 2215061026
Kelas: PSTI B
Prodi: Teknik Informatika

Post Test Pertemuan 14

A. Artikel tersebut menggambarkan situasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 yang masih buruk. Beberapa masalah yang disoroti antara lain pelanggaran HAM berat di masa lalu, penanganan konflik sumber daya alam, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi gender, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM, pelanggaran HAM di Papua, dan penjatuhan hukuman kejam. Namun, terdapat juga beberapa perkembangan positif seperti langkah reformasi untuk perlindungan HAM yang lebih baik dan kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial. Setelah membaca artikel ini, hal positif yang dapat diperoleh adalah kesadaran tentang tantangan dan masalah yang masih dihadapi dalam penegakan HAM di Indonesia. Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perluasan perlindungan HAM, seperti meratifikasi perjanjian HAM internasional dan upaya reformasi sektor keamanan publik. Selain itu, peran aktif masyarakat sipil, seperti gerakan mahasiswa dan komunitas masyarakat, juga menjadi harapan dalam memperjuangkan hak-hak asasi manusia.

B. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa tercermin dalam sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Prinsip ini menegaskan bahwa bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan sebagai pemersatu dan landasan moral dalam kehidupan berdemokrasi. Prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan Maha Esa menunjukkan adanya pengakuan akan nilai-nilai agama dan keberagaman kepercayaan dalam kerangka negara yang demokratis. Pendapat mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Maha Esa dapat bervariasi tergantung pada pandangan dan keyakinan masing-masing individu. Beberapa orang mungkin melihatnya sebagai landasan moral yang kuat untuk menjaga nilai-nilai keadilan, toleransi, dan persatuan dalam sistem politik. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa prinsip ini dapat menimbulkan konflik atau ketidakadilan jika tidak dijalankan dengan baik dan menghormati kebebasan beragama setiap individu.

C. Praktik demokrasi Indonesia saat ini harus dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Sementara Pancasila menjadi dasar negara, UUD NRI 1945 menjadi konstitusi yang menjamin hak asasi manusia.Pada kenyataannya, praktik demokrasi di Indonesia memiliki tantangan dan permasalahan yang perlu terus diperbaiki. Beberapa isu yang sering muncul adalah adanya keterbatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama, praktik korupsi, kebijakan yang tidak selalu berpihak pada kepentingan rakyat, serta masalah pelanggaran HAM yang masih terjadi.

D. Dalam situasi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat, dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip dasar demokrasi yang melibatkan representasi yang jujur dan bertanggung jawab. Dalam sistem demokrasi, anggota parlemen dipilih oleh rakyat untuk mewakili kepentingan dan aspirasi mereka. Oleh karena itu, mereka seharusnya bertindak dalam kepentingan publik dan memperjuangkan kebijakan yang menguntungkan masyarakat secara luas, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok mereka sendiri. Jika anggota parlemen tidak mematuhi prinsip-prinsip ini dan menggunakan posisinya untuk melaksanakan agenda politik pribadi yang bertentangan dengan kepentingan nyata masyarakat, hal ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan demokrasi itu sendiri. Dalam situasi seperti itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada, mengawasi tindakan para anggota parlemen, dan menggunakan hak-hak mereka dalam proses demokrasi, seperti pemilihan dan partisipasi aktif dalam membentuk opini publik, untuk mempengaruhi jalannya pemerintahan dan mengingatkan para pemimpin mereka akan kepentingan masyarakat yang sebenarnya.

E. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dapat memiliki pengaruh yang kuat dalam memobilisasi loyalitas dan emosi rakyat. Ketika kekuasaan semacam itu disalahgunakan atau digunakan untuk tujuan yang tidak jelas, dapat terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Pada era demokrasi dewasa saat ini, konsep hak asasi manusia merupakan prinsip yang sangat penting. Hak asasi manusia mencakup hak-hak yang melekat pada setiap individu, termasuk hak atas kebebasan, martabat, dan perlindungan dari diskriminasi serta penyalahgunaan kekuasaan. Hak asasi manusia juga menjamin keadilan, kebebasan berekspresi, hak atas kehidupan, kebebasan beragama, dan hak-hak lainnya. Dalam konteks ini, pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dapat melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia. Tindakan semacam itu dapat mencakup penindasan politik, pembatasan kebebasan berekspresi, diskriminasi berbasis agama atau tradisi, dan penggunaan kekerasan terhadap individu atau kelompok tertentu. Dalam sebuah demokrasi yang matang, penting untuk menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan perlindungan hak asasi manusia. Pemerintah dan pemimpin yang bertanggung jawab harus menghormati dan melindungi hak-hak asasi manusia setiap individu, tanpa memanfaatkan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan pribadi atau tidak jelas. Prinsip-prinsip hak asasi manusia harus menjadi pijakan dalam pembuatan kebijakan dan tindakan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, inklusif, dan demokratis.