Kiriman dibuat oleh Divany Pangestika

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal-2

oleh Divany Pangestika -
NAMA : DIVANY PANGESTIKA
NPM : 2215061036
KELAS : PSTI D

Analisis Soal 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu:
1. Ketuhanan YME
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal (rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo “Cogito ergo sum.

3. Persatuan Indonesia Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.

5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius. Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapan saya mengenai model pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang, yaitu dapat menerapkan pengalaman nilai-nilai Pancasila dengan baik. Pemimpin yang Pancasilais akan memiliki sifat kepimpinan yang mengacu kepada kelima sila yang ada di Pancasila, yaitu Spiritual, Humanisasi, Nasionalis, Demokratis dan Keadilan Sosial (social justice). Kepemimpinan Pancasila harus bisa bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pemimpin yang berbasis Pancasila akan mampu mengelola kebhinekaan dengan baik, menjaga keutuhan negara Republik Indonesia, membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar, serta menjadikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Warga negara yang Pancasilais akan memahami dan mampu menerapkan kelima nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan ilmuwan yang Pancasilais pasti akan menerapkan nilai Pancasila pada penemuannya. Dengan menjaga dan mengamalkan sila Pancasila maka akan menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga tidak terjadi konflik-konflik yang menimbulkan perpecahan.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video-2

oleh Divany Pangestika -
NAMA : DIVANY PANGESTIKA
NPM : 2215061036
KELAS : PSTI D

Analisis Video 2
Video tersebut berisi peristiwa sejarah sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sejarah dimulai dari 7 Desember 1941, ketika Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbour yang memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat, Britania Raya, Jerman, Italia, Belanda, Hindia Belanda, dan sejumlah negara jajahan Inggris serta sejumlah negara Amerika Latin untuk bersama-sama berperang melawan Jepang. Puncak perang sekutu melawan Jepang adalah dijatuhkannya bom atom ke kota Hirsohima Jepang pada 6 Agustus 1945. 140 ribu orang tewas seketika. Bom atom kedua dijatuhkan sekutu ke kota Nagasaki Jepang pada 9 Agustus 1945. Enam hari pasca pemboman Nagasaki, tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada sekutu. Menteri Luar Negeri Jepang Ketika itu Shigematsu Sakaibara, menandatangani surat tanda Jepang menyerah di atas kapal perang Amerika Serikat USS Missouri. Ini menandai berakhirnya Perang Dunia II di wilayah Pasifik. Bagi Indonesia yang saat itu dijajah Jepang momen ini menjadikan terjadinya kekosongan kekuasaan atau status quo. Memanfaatkan hal ini, dua hari kemudian bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal-1

oleh Divany Pangestika -
NAMA : DIVANY PANGESTIKA
NPM : 2215061036
KELAS : PSTI D

Analisis Soal 1

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Berita bohong atau hoaks yang telah disebar seseorang biasanya akan lebih dipercaya daripada berita yang sudah dipastikan kebenarannya. Hal ini karena kebanyakan berita hoaks dikemas lebih menarik dan dilebih-lebihkan sehingga ketika orang lain menerimanya akan mempercayainya. Berita hoaks sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Dampak negatif dari berita hoaks itu sendiri perlu diantisipasi agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Menurut saya, untuk mengantisipasi dampak negatif dari berita hoaks, sebagai warga negara yang Pancasilalis, ketika menerima berita, kita harus menyaring terlebih dahulu berita tersebut. Setelah diketahui kebenarannya, maka kita bisa membagikan berita tersebut kepada orang lain jika memang penting untuk dibagikan. Namun, jika ternyata berita yang diterima adalah hoaks, maka kita cukup tahu dan tidak usah mempercayai berita tersebut serta tidak membagikan berita tersebut kepada orang banyak.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Pengaruh pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila banyak dijumpai di media sosial. Sosial media yang memang sangat terbuka dan tak terbatas membuat orang bebas melakukan apa saja. Permasalahan yang muncul akibat perkembangan Iptek, contohnya bullying berunsur SARA di media sosial, pengguna media sosial tidak mengenal umur dan gender membuat pengguna media sosial bersemena-mena dengan pendapat yang mereka keluarkan. Selain itu, ada penipuan online, penipu-penipu yang berkeliaran di online mempunyai sikap yang individualis karena tidak memikirkan orang lain yang mereka tipu dan tidak berkemanusiaan, serta juga penyebaran pornografi di banyak platform.

Dalam pengembangan Iptek yang lebih baik, maka kita harus dapat menerapkan sikap selektif terhadap perkembangannya. Beberapa sikap selektif terhadap pengaruh perkembangan Iptek di antaranya sebagai berikut.
a. Berpegang teguh pada dasar-dasar negara dan konstitusi
b. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
c. Menegakkan supremasi hukum Berpegang pada nilai budaya dan norma yang berlaku di masyarakat
d. Menanamkan nilai etika dan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari
e. Menegakkan hak asasi manusia (HAM) dan menjauhi penyimpangannya
f. Terbuka, mendukung, dan mengikuti perkembangan IPTEK
g. Menolak IPTEK yang memberikan pengaruh buruk pada HAM dan menyalahi dasar negara
h. Membiasakan berperilaku baik dan tolong-menolong pada sesama
i. Belajar dengan giat agar tidak tertinggal dengan perkembangan IPTEK
j. Menegakkan supremasi hukum tanpa adanya diskriminasi
k. Bersikap kritis terhadap perubahan IPTEK yang terjadi
l. Menjaga pengawasan penggunaan teknologi terutama pada anak di bawah umur
m. Pendidikan yang kuat akan dasar negara, nilai agama, dan nilai sosial di sekolah

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Menurut saya, solusi untuk sikap konsumerisme berdasarkan program studi Teknik Informatika, yaitu dengan memanfaatkan produk teknologi buatan Indonesia yang sudah ada, seperti Tokopedia, Gojek, Ruangguru, Zenius, dan lain sebagainya. Adapun hal lain yang dapat dilakukan yaitu, mampu menciptakan produk teknologi yang dapat bersaing dengan produk lainnya.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video-1

oleh Divany Pangestika -
NAMA : DIVANY PANGESTIKA
NPM : 2215061036

Analisis Video 1
Peristiwa unjuk rasa yang dilakukan warga desa di Pekalongan, Jawa Tengah dalam video “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” merupakan bentuk penyampaian aspirasi sesuai dengan nilai kerakyatan Pancasila. Para warga melakukan protes terhadap salah satu pabrik pakaian yang membuang limbah hasil produksi secara sembarangan ke sungai. Warga memprotes dengan cara menutup saluran pembuangan limbah tersebut. Limbah yang dibuang secara sembarangan telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat akibat bau busuknya. Tindakan yang dilakukan oleh pengusaha pabrik pakaian tersebut memang tidak dapat dibenarkan karena menyimpang dari nilai-nilai Pancasila terkait dengan lingkungan hidup.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan masalah pengelolaan lingkungan hidup agar masyarakat dapat memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan bagi pengusaha pabrik, yaitu membuat pembuangan limbah. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini, pengusaha dapat memanfaatkannya untuk membuat pembuangan limbah tersebut. Sebagai contoh, dilansir dari environment-indonesia.com, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) di Semarang menciptakan teknologi pengolahan limbah cair berbasis biologi yang diberi nama Pollution Prevention based on Anaerobic-Aerobic-Wetland Integrated Technology 2020 (Planet-2020).

Inti teknologi dari PLANET-2020 adalah penggunaan mikroorganisme (bakteri) untuk menguraikan air limbah. Sehingga limbah yang sudah diuraikan oleh bakteri akan mengalami penurunan kadar pencemar sehingga memenuhi baku mutu lingkungan dan aman dikembalikan ke lingkungan.