གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ LATIFA NURMALA 2213053166

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Video II
“Pendidikan Moral di Sekolah Dasar”

Dari video tersebut dapat dianalisis bahwa moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Kemudian terdapat tahapan perkembangan moral pada anak, mulai dari usia bayi sampai dewasa. Sehingga, perkembangan moral pada anak usia sekolah dasar sangat penting untuk diperhatikan dalam proses pendidikan. Pendidikan moral di sekolah harus disesuaikan dengan tahap perkembangan moral siswa agar dapat memberikan manfaat yang optimal. Oleh karena itu, para pendidik harus memahami tahapan perkembangan moral pada anak usia sekolah dasar dan menerapkan pendekatan yang sesuai untuk membantu siswa berkembang secara moral.

“Pendidikan Moral di Sekolah Dasar” juga membahas permasalahan yang mungkin muncul dalam perkembangan moral anak, seperti kehilangan kejujuran, kehilangan rasa tanggung jawab, rendahnya disiplin, kesulitan berkerjasama, dan perilaku merampas hak orang lain. Kemudian, didalamnya juga terdapat solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, seperti mengajarkan kejujuran, memupuk rasa tanggung jawab, menegakkan disiplin, meningkatkan kerjasama, dan mengajarkan penghargaan terhadap hak orang lain. Oleh karena nya orang tua dan guru berperan penting dalam menididik anak-anak terutama dalam hal moral dan agama.
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

1. Identitas Jurnal
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Nomor : 1
Tahun Terbit : Juli 2020
Kata Kunci : Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial
Korespodensi : dosen01583@unpam.ac.id

2. Hasil Analisis
Adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi berarti kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Adapun kalangan millennial saat ini akrab terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Artinya kalangan millennial memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama. Untuk itu perlu adanya kegiatan PKM, tujuan dari PKM (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam
menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

1. Identitas Jurnal
Judul : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL
MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis : Ulil Hidayah
Nomor : 1
Tahun Terbit : Januari 2018
Kata Kunci : Rekonstruksi, Evaluasi, Pendidikan Moral, Keserasian Sosial
Korespodensi :
Permata_ulya@yahoo.co.id

2. Hasil Analisis :
Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertayakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Secara teoritis PAI adalah proses pendidikan yang dilakukan pendidik untuk membekali anak
didik dengan pengetahuan, pemahaman, penghayatan pengamalan ajaran agama Islam. Sedangkan, Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta
didik memiliki kompetensi: (1) berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan, (2) berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti korupsi, (3) berkembang secara positif dan
demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa yang lainnya. (4)
berinteraksi dengan bangsa-bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKn sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik di sekolah.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis video II

“Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini “

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini pada setiap satuan PAUD, guru tugasnya tidak hanya merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi saja tetapi juga menilai hasil belajar setiap anak. Penilaian ini merupakan salah satu tugas pokok yang penting dan harus dilakukan oleh guru PAUD. Hal ini bertujuan supaya guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak termasuk didalamnya perkembangan moral dan agama. Melalui penilaian tersebut guru dapat mengukur sejauh mana perkembangan masing-masing peserta didik serta dapat mengetahui dan menerapkan di aspek perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau mungkin yang sudah dapat dicapai. Adapun definisi dari Instrumen penilaian yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik. Penilaian ini memiliki manfaat bagi semua pihak yaitu bagi anak bagi orangtua maupun bagi guru. Manfaatnya bagi anak adalah perkembangan anak menjadi lebih optimal serta, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya. Berikutnya bagi orang tua, orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak pada satuan PAUD.
Selanjutnya, manfaat bagi guru adalah untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak.

Prinsip-prinsip penilaian terbagi menjadi 8 yaitu :
1. Mendidik
2. Berkesinambungan
3. Objektif
4. Akuntable
5. Transparan
6. Sistematis
7. Menyeluruh
8. Bermakna

Adapun mekanisme penilaian terbagi menjadi empat. Pertama yaitu menyusun teknikI nstrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak. Jadi, setiap lembaga PAUD pendidik wajib menyusun terlebih dahulu Instrumen penilaian dan disesuaikan dengan indikator capaian perkembangan anak. Yang kedua yaitu melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap teknik dan Instrumen penilaian. Jadi selesai menyusun Instrumen penilaian guru melaksanakan atau menilai perkembangan setiap anak-anak. Ketiga yaitu mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan yang teratur. Dan yang terakhir melaporkan capaian perkembangan anak ini pada orangtua. Laporan capaian perkembangan anak ini diterima oleh orangtua pada akhir semester. Jadi ketika orangtua menerima raport orangtua juga akan menerima laporan capaian perkembangan masing-masing anak.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G
Analisis video 1

Analisis video
“Etika Nilai dan Moral di Indonesia”

Perlu diketahui, Nilai dan moral saling berkaitan karena untuk mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lalu, etika dan moral yaitu nilai-nilai yang menjiwai tindakan atau perilaku seseorang atau suatu sifat untuk mengatur berbangsa dan bernegara agar tidak bertindak semaunya. Dengan adanya etika dan moral kita lebih toleran atau santun dalam bersikap dan bertindak. Salah satu contohnya adalah tidak membuang sampah sembarangan, yang merupakan perilaku yang mencerminkan etika lingkungan yang baik dan nilai-nilai yang menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan.