གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ LATIFA NURMALA 2213053166

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis video yang berjudul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan – Lentera Indonesia”

Berdasarkan video tersebut dapat dianalisis bahwasanya pengajar muda dari Gerakan Indonesia Mengajar Martencis Siregar menghadapi tantangan besar di Desa Tanjung Matol Nunukan, Kalimantan Utara. Martencis mengajar kelas 1 dan memberikan les kepada murid kelas 6. Dengan tempuh perjalanan 7 jam dari kabupaten, ia beradaptasi dengan tantangan di pelosok Tanjung Matol, di mana minimnya minat anak-anak untuk melanjutkan pendidikan SD menjadi masalah. Budaya pernikahan dini, dengan beberapa anak perempuan yang dilamar sebelum lulus SD, menjadi kendala serius.
Para siswa dan juga orang tua harus diberi pencerahan akan pentingnya pendidikan. Cita-cita Martencis sederhana yaitu ingin membuat anak-anak Tanjung Matol mau pergi ke sekolah belajar dan memiliki bekal yang lebih baik untuk masa depannya. Pemberian penghargaan pada siswa dapat memotivasi anak-anak lainnya. Peran Kepala sekolah, guru, dan juga orang tua sangat penting bagi pendidikan anak.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 3

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis video 3 yang berjudul “Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Beginilah Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia”

Berdasarkan video tersebut dapat dianalisis bahwasanya Pendidikan di Jepang dan Indonesia sangatlah berbeda. Perbedaan pendidikan di Jepang dan Indonesia yaitu :

1. Kebersihan sejak dini
Di Indonesia, masyarakat suka sekali membuang sampah sembarangan, hal itu terjadi karena tidak diajarkan kebersihan saat masih sekolah dasar, sedangkan di Jepang, sekolahnya pun bahkan tidak mempunyai petugas kebersihan. Hal itu dikarenakan kurikulum di Jepang menugaskan agar anak-anak bertanggung jawab atas kebersihannya sendiri.

2. Makan bareng
Makan siang di Jepang akan dilakukan bersama-sama dan dikuti oleh guru. Kegiatan tersebut dilakukan agar membangun hubungan yang positif antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.

3. Mata pelajaran sedikit
Di Indonesia, sangat banyak sekali mata pelajaran untuk anak sekolah dasar yang berulang-ulang dalam seminggu. Berbeda dengan pendidikan dasar di Jepang, mata pelajarannya itu tergolong sedikit dan hanya diajarkan di hari tertentu saja sehingga tidak ada mata pelajaran yang berulang.

4. Pendidikan karakter
Pendidikan di Indonesia ditandai dengan berbagai tes mulai dari tes tertulis, tes membaca bahkan kemudian menjadi salah satu faktor kenaikan kelas. Sedangkan di Jepang tidak ada ujian terkait pendidikan dasar di Jepang. Oleh karena itu, pada tiga tahun pertama pendidikan dasar, siswa tidak diberikan ujian, sehingga fokusnya pada pembelajaran pendidikan karakter, gotong royong, perilaku masyarakat dan pendidikan karakter lainnya. Hal ini dilakukan karena pemerintah Jepang percaya bahwa pendidikan karakter merupakan landasan yang baik bagi siswa dan berkontribusi terhadap pendidikan karakter di kemudian hari.

5. Membaca
Jepang memiliki minat baca yang tinggi hal tersebut diciptakan melalui kegiatan literasi atau membaca sebelum memulai pembelajaran. Sedangkan di Indonesia minat baca masih rendah karena belum terbiasa membaca sebelum memulai pembelajaran.

6. Perlengkapan sekolah
Karena perlengkapan sekolah dapat mempengaruhi proses pembelajaran siswa, sehingga Jepang sendiri memperhatikan perlengkapan sekolah para muridnya, sama dari tas hingga sepatu. Perlengkapan ini disamaratakan karena agar tidak satu siswa yang merasa kalah dengan perlengkapan sekolah temannya.

7. Seragam sekolah
Seragam sekolah di Indonesia lebih rumit dibandingkan seragam sekolah di Jepang. Di Indonesia ada tiga jenis seragam yang umum, yaitu warna merah putih untuk siswa SD, kemudian warna biru putih untuk siswa SMP, lalu ada juga baju batik dan baju pramuka. Di Jepang hanya ada satu jenis seragam sekolah, dan hal ini di nilai lebih mempermudah siswanya.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis video 2 yang berjudul “Potret Pendidikan di Dusun Terpencil”

Berdasarkan video tersebut dapat dianalisis bahwasanya di kabupaten Sika ada sekolah yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, hal itu terjadi dikarenakan para siswa yang berada didusun terpencil tersebut terpaksa melakukan kegiatan belajar-mengajar diteras kelas. Hal tersebut dilakukan karena kurangnya kelas yang tersedia. Pada sekolah tersebut hanya mempunyai enam kelas yang dimana lima kelas dipakai sebagai ruang kelas dan satu kelas dipakai sebagai ruang guru. Sekolah tersebut juga tidak mempunyai ruang perpustakaan. Walaupun begitu, para siswa masih tetap bersemangat untuk pergi ke sekolah walaupun harus menempuh jarak 2 kilo meter. Pada saat pandemi, pemerintah melakukan kampanye untuk pembelajaran daring. Akan tetapi, sekolah tersebut tidak dapat mengikutinya karena keterbatasan yang ada. Dengan berbagai keadaan tersebut diharapkan pemerintah lebih melek mata terhadap pendidikan yang ada didaerah terpencil.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 2

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Jurnal II

1. Identitas Jurnal
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Volume : 3
Nomor : 3
Tahun : 2021
Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana
Kata kunci : moral, etika, dan hukum.

2. Hasil Analisis
Berdasarkan jurnal tersebut dapat dianalisis bahwa Bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai
acuan untuk bermoral dan bersikap, akan tetapi nilai-nilai dari Pancasila itu sendiri sudah luntur dan moral masyarakat bangsa pun sudah terkikis. Indonesia yang mempunyai berbagai macam suku,ras,agama dan adat istadat mempunyai etika atau kebiasaan yang berbeda. Oleh karena itu, peru adanya penegakan hukum agar mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia. Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun vang melanggarnya. Dengan diciptakannya hukum dapat menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang.

Adapun upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini yaitu dengan upaya Internal dan Eksternal. Upaya Internal yaitu berupa : 
1). Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2). Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat 
3). Membatasi teknologi yang ada. 

Adapun upaya eksternal yaitu berupa : 
1). Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2). Seminar tentang kesadaran hukum
3). Menegakan HAM dimasyarakat, dan Pemerintah harus bertindak.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 1

LATIFA NURMALA 2213053166 གིས-
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1

1. Identitas Jurnal
Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis : Suparlan Suhartono. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

2. Hasil Analisis
Dari jurnal tersebut dapat dianalisis bahwa konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi kehidupan bermasyarakat. Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerjasama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untuk mencapai tujuan kesejahteraan umum. Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagi seluruh individu anggotanya. Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan produktvitas. Jadi, atas potensi kreativitasnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan. Sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemamampuan sendiri.