Posts made by Septa Anggraeni

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

by Septa Anggraeni -
Nama : Septa Anggraeni
NPM: 2213053241

Berdasarkan video tersebut, ada beberapa kasus kekerasan yang terjadi di SD di Indonesia, antara lain, yaitu :

1. September 2015 di SD Negeri 2 Kebayoran Lama, Jakarta.
Siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekelasnya di lingkungan sekolah, diduga karena perkelahian mulut.
2. Agustus 2017 di Sukabumi, Jawa Barat. Siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi di halaman sekolah, diduga karena dirundung dan dilempar minuman beku.
3. Agustus 2017, di sebuah SD daerah Sukabumi, Jawa Barat. Siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi di halaman sekolah yang diduga karena dirundung dan dilempar minuman beku.
4. November 2017, di SD Negeri, Kabupaten Bandung terjadi duel antara 2 siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam hari guru. Diduga karena pelaku terganggu korban yang menyalakan motor bising.

Dari kasus kekerasan yang terjadi tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hak dan kewajiban orang tua sebagai wali murid untuk menjaga dan mengawasi perilaku atau kegiatan anaknya, lalu media sosial yang dimainkan oleh anak anak juga dapat menjadi alasan hal ini terjadi, hendaknya para orang tua dapat mengawasi pemakaian gadget pada anak.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

by Septa Anggraeni -
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241

Analisis video 1
The Trolley problem adalah eksperimen pemikiran klasik dalam etika dan filsafat moral. Dalam video tersebut menghadirkan dilema yang melibatkan kereta yang melaju menuju lima orang yang terikat di satu jalur, dan Anda memiliki opsi untuk mengalihkan kereta ke jalur lain dengan satu orang terikat. Pertanyaan etisnya adalah apakah dapat diterima secara moral jika dengan sengaja mengorbankan satu nyawa demi menyelamatkan lima nyawa lainnya.

Ada variasi dan penafsiran yang berbeda mengenai Masalah Troli, dan masalah ini sering digunakan untuk mengeksplorasi berbagai teori etika, seperti utilitarianisme, deontologi, dan etika kebajikan.
Dalam praktiknya, tanggapan masyarakat terhadap Masalah Troli berbeda-beda, dan hal ini telah memicu banyak perdebatan dalam filsafat dan etika. Ini adalah alat untuk mengeksplorasi kompleksitas pengambilan keputusan moral dan benturan prinsip-prinsip etika. Orang yang berbeda mungkin sampai pada kesimpulan yang berbeda berdasarkan kerangka etika dan keyakinan pribadi mereka

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-2

by Septa Anggraeni -
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241
Analisis jurnal 2

A. Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Volume : 1
Nomor : 1
Halaman : 90-100
Tahun Terbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA
Nama Penulis : H. Wanto Rivaie.

B. Pembahasan
Membangun Hubungan
Interpersonal Antar Bangsa
Nilai-nilai hubungan antar
manusia warga bangsa perlu dibangun
berdasarkan saling menghargai, saling
percaya untuk menciptakan
kehidupan yang sejahterah. Nilai-nilai
hubungan antar manusia seyogyanya
seperti tersebut pada soal ini, dan
untuk menjawabnya, terkait dengan
kedudukan manusia sebagai makhluk
Sosial, dan sekaligus sebagai
makhluk individual seperti yang
dinyatakan Prof . Dr. H. Nursid S,
dalam bukunya (2008, 31-44) bahwa
manusia baru dapat dikatakan
manusia yang sebenarnya, bila ada di
dalam masyarakat.
Pendidikan Generasi Muda Yang
Memiliki Jati Diri Indonesia Yang
Berkadar Modern
Pembinaan generasi muda
(SDM) melalui pendidikan berbeda
dari zaman ke zaman, intinya dalam
membina kepribadian, sebagai upaya
membentuk jati diri remaja tidak bisa
lepas dari filsafat hidup atau
pandangan hidup seseorang
,masyarakat atau bangsa dimana
mereka menjalani kehidupan. Jati diri
generasi muda dapat dibentuk oleh
tradisi kehidupan masyarakat atau
oleh usaha yang terprogram,
direncanakan dengan baik, dan
sistematis/modern (Jalaluddin, dan
Abdullah Idi, 2007, 184-185).

Diperlukan Pendidik Dalam Arti
Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru,
Dosen, Tokoh Masayarakat
Formal/Non Formal)
Dalam hal pendidik dalam arti
luas kaitannya dengan pembentukan
jatidiri yang terlihat pada penampilan
kepribadian seseorang, Nursid S.
(2008, 31-33) menjelaskan bahwa
sepanjang hidupnya manusia
dipengaruhi oleh pendidik dalam arti
luas ini (orang tua, guru, dan tokoh
masyarakat). Hal ini sejalan dengan
pemikiran Krech, Kruchfield dan
ballachey (1975, 308, dalam Nursid.
S, 35), bahwa ... from birth to death man live out his life as a member of a
society is to be under constant, all
pervasive social influence”.

Penciptaan Suasana Yang Kondusif
Aktif, Efektif, Komunikatif Penuh
Nilai Kreatif Dan Bertanggung Jawab
Komunikatif dimaksudkan
sebagai ..., sama makna” (Sofyan S.,
2008, 55). Menciptakan suasana
pendidikan yang kondusip
dimaksudkan, bahwa perlu dibangun
interaksi timbal balik dua arah yang
akan melahirkan masukan dan hasil.
Hal ini dilakukan agar tujuan yang
diinginkan tercapai. Berry mengatakan
bahwa “… communication is talk
together, confer, discourse, and consult
with another”. Komunikasi
menunjukan kebersamaan, pertemanan,
dan keadilan, berbagi dengan yang lain.
Suasana pendidikan yang kondusif
perlu didasari komunikasi yang penuh
nilai seperti yang dinyatakan oleh Berry
dalam Sofyan Sauri (2008, 58).

Peranan Strategis Pendidikan
Agama dalam Pembentukan
Perilaku Peserta Didik dalam
Kondisi Masyarakat yang Pluralistis
Agama adalah risalah Tuhan
yang disampikan melalui para nabi.
Risalah itu berisi hukum-hukum
sempurna untuk digunakan manusia,
dalam menjalani kehidupan dan untuk
mengatur hubungan antara sesama,
hubungan dalam alam semesta, dan
hubungan dengan Allah SWT (Sofyan
S., 2008, 42-48; Nursid S., 2005, 127-
132).

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-1

by Septa Anggraeni -
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241
Analisis jurnal 1

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
2. Nomor : 1
3. Volume : 2
4. Tahun Terbit : 2022
5. Judul Jurnal : PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!
6. Nama Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo

B. Pembahasan
Pendidikan Moral Pancasila bertujuan
untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila, serta
menjadi standar baik atau buruknya
perbuatan manusia. Seiring dengan
perkembangan zaman, generasi muda
rentan terhadap nilai moral pancasiala,
ditambah dengan kemajuan IPTEK
sehingga menimbulkan adanya korupsi.
Pendidikan moral pancasila sangatlah
penting, dengan adanya metode
sosialisasi yang diterapkan bagi anak
sekolah dasar diharapkan dapat
menumbuhkan nilai-nilai moral pancasila
yang ditanam sejak dini.

Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk
bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi
Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang
baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. 
pancasila merupaan petunjuk-petunjuk nyata dan jelas wujud pengalaman
Pancasila yakni sebagai berikut:
1. Pengalaman sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama
dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang
adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan
penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina
kerukunan hidup.
2. Pengalaman sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradap
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan
kewajiban anatar sesama manusia.
b. Saling mencintai sesama manusia.
3. Pengalaman sila ketiga peraturan Indonesia.
a. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
b. Cinta tanah air dan bangsa .
c. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
4. Pengalaman sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
b. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
5. Pengalaman sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
a. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotong-royongan.
b. Bersikap adil.
c. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Moral berasal dari kata mos (mores) = kesusilaan, tabiat, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan
buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. 

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

by Septa Anggraeni -
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241

Penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari :
1. Sila pertama : Ketuhanan yang maha esa
1) bersyukur kepada tuhan
2) tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
3) beribadah sesuai dengan agama masing masing
4) berdoa sebelum dan sesudah makan
5) menghormati agama orang lain

2. Sila kedua : kemanusiaan yang adil dan beradab.
1) Membantu korban bencana alam
2) Membantu adik belajar
3) Tidak berbuat kasar kepada orang lain
4) Menolong teman yang kesulitan
5) bersikap sopan kepada orang tua

3. Sila ke 3 :
Persatuan Indonesia.
1). Mengikuti upacara bendera dengan tertib
2). Mencintai dan bangga menggunakan barang/produk buatan Indonesia
3). Bermain dengan teman dengan rukun
4). Melestarikan budaya daerah
5). Berteman dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama

4. Sila keempat :
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
1). Berdiskusi/kerja kelompok
2). Menyampaikan pendapat
3). Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada
4). Saling menghargai pendapat
5). Musyawarah dalam pemilihan ketua kelas

5. Sila kelima :
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
1). Tidak berbuat curang kepada orang lain
2). Menghargai hasil karya orang lain
3). Tidak boros dan suka menabung
4). Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang
5). Bergotong royong ketika membersihkan kelas

Menurut saya agar seseoarang dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai tersebut adalah dengan cara mendidik anak anak, dengan menanamkan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Lalu dengan menambah kesadaran masyarakat tentang arti penting Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.