གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dimas Habib Rizki

Nama : Dimas Habib Rizki
NPM : 2217051059
Kelas : A

Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan dan kesetiaan kepada bangsa Indonesia dan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bela negara dinyatakan dalam keikutsertaan dalam membela rakyat dan negara menurut hukum. Selama pandemi, menjaga bumi dapat dilakukan dengan mengikuti peraturan resmi yang dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus, seperti: B. Isolasi dan pertolongan bagi mereka yang rentan terhadap Covid-19. Solidaritas juga merupakan bagian penting dalam mempertahankan Bumi selama pandemi, dengan mengambil tindakan seperti menyelamatkan nyawa bagi mereka yang membutuhkan, mendukung para pahlawan medis dengan pesan-pesan yang menyemangati, dan memelihara lingkungan yang mendukung bagi mereka yang menderita bunuh diri. Karantina Selain itu, melaksanakan ibadah di rumah juga merupakan latihan bela negara sesuai anjuran agama. Di masa pandemi, pelaksanaan Bela Negara mewajibkan warga untuk mematuhi perintah pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Ini termasuk, misalnya, isolasi mandiri dan menghindari perjalanan pulang pergi. Dengan cara ini, warga membantu memutus rantai infeksi dan melindungi orang yang rentan terhadap penyakit. Selain itu, solidaritas menjadi bagian penting dari implementasi Bela Bumi, di mana warga dapat membantu mereka yang membutuhkan dengan mengorbankan mata pencaharian dan mendukung para pahlawan medis secara moral. Selama karantina mandiri juga merupakan cara untuk melindungi bumi dengan memastikan lingkungan tetap mendukung dan tidak diskriminatif bagi mereka yang terinfeksi Covid-19. Semua tindakan tersebut mencerminkan cinta dan kesetiaan kepada bangsa dan negara serta berkontribusi dalam upaya bela negara di masa pandemi.
Nama : Dimas Habib Rizki
NPM : 2217051059
Kelas : A
Prodi : S1 Ilmu Komputer

pengertian dari ketahanan nasional adalah ketahanan, kapabilitas, ketangguhan, dan kemampuan suatu bangsa untuk mengembangkan kemampuan menghadapi ancaman di masa depan. Ancaman memiliki beberapa sumber, mis. B. ancaman langsung, eksternal, internal dan tidak langsung. Indonesia diibaratkan sebuah tembok dan banyak pihak berusaha menyerangnya karena sebagai masyarakat kita harus menjaga pertahanan itu.

Contoh ancaman langsung seperti Belanda yang mengusir kita dulu, contoh ancaman dari luar seperti keinginan Amerika untuk menjajah Filipina, contoh ancaman tidak langsung seperti merebut wilayah secara perlahan. Contoh tersebut antara lain tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan terhadap keutuhan negara yang diserang, terutama keutuhan, identitas, kelangsungan hidup bangsa, dan perjuangan untuk mencapai tujuan nasional. Ancaman terdiri dari dua unsur, yaitu:

Ancaman elemen Trigatra
1. Letak dan letak geografis Indonesia.
2. Pemerintah dan Sumber Daya Alam.
3. karakteristik populasi.

Unsur ancaman Pancagatra
1. Ideologi (G30SPKI)
2. Kebijakan (Voting/pendapat tidak diperbolehkan)
3. Ekonomi (kebutuhan masyarakat tidak diperhatikan)
4. Sosial Budaya (Tradisional)
5. Pertahanan atau Pertahanan Keamanan

Kita sebagai bangsa Indonesia harus menghadapi ancaman ini dan belajar menghadapinya

Pembentukan aspek alam (Tri Gatra)
1. Memperluas potensi laut dan darat
2. Sumber Daya Alam
3. Kondisi dan kemungkinan penduduk:
untuk meningkatkan pendidikan

Pembentukan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
1. Ideologi:
Rantai nilai dapat mempertimbangkan permintaan
2. Kebijakan:
demokrasi
3. Ekonomi:
perkembangan teknologi
4. Sosial budaya:
Melestarikan tradisi, pendidikan, kepemimpinan
5. Pertahanan:
Partisipasi dan kesadaran masyarakat