1. kuadran yang paling cocok untuk studi tentang penanganan/model mengatasi pernikahan anak adalah kuadran delibratif. Karena Kuadran delibratif adalah kuadran yang berfokus pada keputusan-keputusan yang kompleks dan bernilai tinggi, yang membutuhkan pemikiran yang cermat dan analisis yang mendalam. Dalam studi tentang penanganan/model mengatasi pernikahan anak, terdapat banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti aspek psikologis, sosial, budaya, dan hukum. Oleh karena itu, pengambilan keputusan dalam hal ini tidak bisa dilakukan secara instan atau berdasarkan intuisi semata, tetapi membutuhkan pemikiran yang cermat dan analisis yang mendalam.
Selain itu, kuadran delibratif juga memperhatikan dampak jangka panjang dari suatu keputusan. Dalam studi tentang penanganan/model mengatasi pernikahan anak, keputusan yang diambil akan berdampak pada kehidupan pernikahan anak tersebut, pasangan, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, keputusan yang diambil harus memperhatikan dampak jangka panjang dari tindakan yang diambil.
2. Untuk studi tentang menyelamatkan hutan mangrove perkotaan, kuadran yang paling cocok adalah kuadran teknis.
Karena Kuadran teknis berkaitan dengan bidang atau aspek teknis yang memiliki solusi yang jelas dan dapat diukur secara kuantitatif. Studi tentang menyelamatkan hutan mangrove perkotaan melibatkan aspek teknis seperti pengelolaan lahan, pemilihan jenis pohon mangrove yang tepat, pengendalian erosi, dan perawatan tanaman. Solusi untuk masalah-masalah ini dapat dicari dengan pendekatan teknis yang menggunakan metode ilmiah dan perhitungan matematis.
3. kebijakan mengembangkan desa wisata hijau cenderung masuk ke dalam kuadran strategis.
Karna kuadran strategis melibatkan pemikiran jangka panjang dan pengambilan keputusan yang lebih strategis. Kebijakan mengembangkan desa wisata hijau membutuhkan perencanaan dan strategi yang matang untuk mencapai tujuan jangka panjang yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.
Kuadran teknis cenderung lebih berfokus pada implementasi taktis atau operasional, sementara kuadran delibratif lebih berfokus pada pemecahan masalah dan diskusi dengan stakeholders. Namun, kebijakan pengembangan desa wisata hijau perlu mempertimbangkan faktor-faktor strategis seperti posisi pasar, peluang pertumbuhan, dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pariwisata.
Karena itu, kuadran strategis cocok digunakan untuk memikirkan dan merencanakan kebijakan mengembangkan desa wisata hijau, karena mencakup tujuan jangka panjang, evaluasi risiko, dan alokasi sumber daya yang tepat untuk mencapai hasil yang diinginkan.