གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Zabrina Talitha Anindya

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal-1

Zabrina Talitha Anindya གིས-
Nama: Zabrina Talitha Anindya
NPM: 2215061017
Kelas: PSTI A

ANALISIS SOAL 1
1. Seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi tidak menjamin bahwa bisa membedakan antara berita hoaks atau berita valid. Bahkan bisa juga untuk menyebarkan berita hoaks tersebut.
Cara untuk mengantisipasi berita hoax yaitu:
a. Jangan mudah termakan oleh judul berita yang memancing atau provokatif. Sebaiknya cek dan baca terlebih dahulu berita tersebut agar mudah memahami isi berita tersebut.
b. Selalu mengecek sumber berita tersebut berasal dari mana, apakah website berita tersebut termasuk website berita yang terpercaya atau tidaktidak, apakah berita tersebut sesuai dengan kejadian sebenarnya.
c. Jangan asal share atau membagikan berita tersebut secara langsung ke publik. Sebaiknya dicek terlebih dahulu kebenaran isi berita tersebut.

2. Menurut saya, perkembangan iptek itu fleksibel, artinya selalu berkembang mengikuti jaman entah itu perkembangan yang positif atau negatif. Perkembangan iptek, salah satunya internet dan sosial media sangat terbuka dan cepat sehingga berita atau peristiwa apa saja di belahan dunia lain pun kita bisa mengetahui nya. Saking sangat terbukanya, perkembangan internet dan sosial media tidak memiliki filter sehingga netizen bebas untuk berekspresi secara positif dan negatif. Bebas untuk erekspresi secara negatif contohnya seperti pembullyan secara online di sosial media, berita hoaks, dan lain lain.

Solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik dan sesuai dengan nilai pancasila yaitu
1. Ketuhan yang Maha Esa : Di Indonesia begitu beragam agama yang dimiliki. Maka dari itu sikap toleransi harus kita tingkatkan.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab : Meskipun zaman sekarang sudah lebih modern tetapi, kita sebagai manusia harus tetap memiliki adab yang baik. Terutama dalam bermedia sosial. Jangan semena-mena dalam menyampaikan pendapat di media sosial.

3. Persatuan Indonesia : Selalu menciptakan rasa persatuan dan kesatuan jangan sampai kita salah dalam menggunakan media sosial yang bahkan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : Tidak ada larangan dalam menggunakan media sosial akan tetapi kita harus bisa memanfaatkan media sosial tersebut.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Menciptakan keadilan dalam bersosial di media sosial.
Kita sebagai manusia yang mengikuti perkembangan zaman, harus bijak dalam menggunakan media sosial. Karena jika kita salah dalam bertindak di media sosial, yang terkena dampaknya bukan hanya kita tapi juga orang lain.

3. Seseorang yang menghamburkan uang untuk mengonsumsi hal-hal bersifat tersier secara berlebihan, bisa disebut sebagai perilaku konsumtif.konsumerisme adalah gagasan bahwa meningkatkan konsumsi barang dan jasa yang dibeli di pasar selalu merupakan tujuan yang diinginkan.
Solusi untuk mengatasi sikap konsumerisme adalah selalu membuat anggaran biaya,  membuat prioritas pengeluaran, catat setiap pengeluaran, menabung dan berinvestasi untuk masa depan, membeli apa saja yang dibutuhkan. 

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Video-2

Zabrina Talitha Anindya གིས-
Nama : Zabrina Talitha Anindya
NPM : 2215061017
Kelas: PSTI A

ANALISIS VIDEO 2
Video diatas menceritakan tentang salah satu peristiwa bersejarah di dunia yaitu pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki merupakan peristiwa yang menandakan bahwa Jepang telah kalah dan menyerah kepada sekutu pada saat perang Dunia II berlangsung. Peristiwa ini berdampak besar ke dunia, salah satunya yaitu Indonesia terkena dampaknya peristiwa ini. Menurut pahlawan bangsa kita, peristiwa ini merupakan kesempatan untuk Indonesia dapat memproklamirkan merdeka, bebas dari penjajah karena terjadinya kekosongan kekuasaan penjajah Jepang dan Belanda pada saat itu. Sehingga akhirnya Indonesia dapat merdeka dengan sendirinya pada tanggal 17 Agustus 1945 tanpa campur tangan dari pemerintah Jepang.

Dampak peristiwa ini terhadap Jepang yaitu banyaknya jutaan korban berjatuhan, terjadi radiasi akibat bom nuklir, timbulnya berbagai penyakit, bangunan-bangunan berhancuran. Peristiwa ini adalah peristiwa kelam untuk pihak Jepang dan kesempatan yang menguntungkan untuk pihak Indonesia.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Video-1

Zabrina Talitha Anindya གིས-
Nama: Zabrina Talitha Anindya
NPM : 2215061017
Kelas: PSTI A
ANALISIS VIDEO 1

Ratusan warga desa Penganden Tengah berbondong-bondong melakukan unjuk rasa dikarenakan limbah pabrik pakaian tersebut mencemari sungai sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan bau busuk yang menganggu aktivitas warga sekitar. Warga meminta aparat desa untuk menutup pabrik pakaian tersebut. Menurut saya, yang dilakukan pihak warga benar karena warga menunjukan keluh kesahnya terhadap pabrik itu, mungkin warga sudah kesal dengan pabrik tersebut karena membuang limbah secara sembarangan dan tidak diolah lagi limbah tersebut. Namun, seharusnya jangan sampai menutup pabrik tersebut secara permanen, setidaknya peringati pabrik tersebut surat peringatan. Apabila sudah melanggar 3 kali, yaitu masih tetap membuang limbah di sungai maka pabrik tersebut harus ditutup secara permanen.

Pemilik pabrik pasrah dengan upaya warga menutup pabrik tersebut. Pemilik pabrik mengaku selama ini tidak tahu cara pengolahan limbah pabrik miliknya. Menurut saya, pemilik pabrik tersebut tidak peduli dengan lingkungan alam sekitar dan tidak menghargai pendapat masyarakat setempat. Padahal limbah tersebut bisa diolah terlebih dahulu agar nanti aman dibuang dan tidak mencemari lingkungan terutama sungai

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Jurnal

Zabrina Talitha Anindya གིས-
nama : Zabrina Talitha Anindya
npm : 2215061017
kelas : PSTI A

Analisis Jurnal
judul : URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.

Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :
(i) nilai dasar (instrinsik)
yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers;
(ii) nilai instrumental,
yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara;
(iii) nilai praktis
yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrittempat dan situasi tertentu, bersifatdinamis demi tegaknya nilai instrumentaldan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapimasyarakat sesuai dengan zamannya.Nilai praktis merupakan perpaduanidentitas dan realitas, terkandung dalam kenyataan sehari-hari sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila

Hal lain yang menegaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembanagan iptek adalah,
1. bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan keyakinan religiusnya, teapi hal tersebut tidak usah dipertentangkannya karenakeduanya mempunyai logika sendiri.
2. ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan.
3. iptek merupakanyang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional.
4. Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa pengusaan iptek harusmerata kesemu lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutanmasyarakat.
5. Kesenjanagan dalam dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebaga salah satu prinsip keadilan.

Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Jurnal

Zabrina Talitha Anindya གིས-
Nama : Zabrina Talitha Anindya
NPM : 2215061017
Kelas : PSTI A

Analisis Jurnal : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Rangkuman Isi :
Di era globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan yang terjadi tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapat dampak adanya globalisasi. dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Globalisasi akan membawa perspektif baru tentang konsep “Dunia Tanpa Tapal Batas” yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan mempengaruhi perkembangan budaya. Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. jika dikaitkan dengan ideologi yang dianut Indonesia yakni pancasila. Maka akar permasalahan yang dihadapi adalah apakah nilai-nilai dalam pancasila yang selama ini menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia terpengaruh perkembangan teknologi informasi. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikanpedoman kepada setiap insan untukmengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia. secara garis besar sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).

Untuk menjawab permasalahan dalam penelitin ini yaitu bagaimana pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi perkembangan Iptek pada mahasiswa program studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal Semester 2 Tahun 2016/2017, maka peneliti akan menganalisis dengan menggunakan teknik statistik analisis regresi sederhana dengan menggunakan program SPSS Ver. 19. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80. Menurut responden mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, perlu mempunyai toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama dan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan Pancasila. Untuk itu Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini. Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan Negara. Pemerintah melalui kementrian komunikasi dan informasi perlu meningkatkan filtering terhadap globaliasai arus informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme.