NAMA : ZABRINA TALITHA ANINDYA
NPM : 2215061017
KELAS : PSTI A
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Akan di era yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang
dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia. Untuk menciptakan pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional tersebut identitas justru berfungsi secara ganda. Integrasi nasional terjadi juga akibatterbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baikyang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.
Etnosentrisme kian menguat justruditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah danpemekaran daerah. Semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadiberjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru
menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota
masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Berdasarkan sejumlah gambaran tersebut, konsep tentang integrasi nasionalmenjadi penting untuk dijadikan strategikebudayaan bagi bangsa Indonesia yang
telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini.Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacupada kekuatan budaya yang bertolak padakedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengankompleksitas kebudayaan yang dianut.Dengan demikian, mengembangkan konsepintegrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlahkepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.