Posts made by Zabrina Talitha Anindya

NAMA : ZABRINA TALITHA ANINDYA
NPM : 2215061017
PSTI A

Identitas Nasional adalah Identitas atau rasa memiliki seseorang terhadap suatu negara atau suatu bangsa. Ini adalah pengertian "suatu bangsa sebagai satu kesatuan yang utuh, yang diwakili oleh tradisi, budaya, dan bahasa yang khas. Hakikat Identitas Nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila.

Unsur Identitas Nasional :
1. Suku bangsa
2. Agama
3. Kebudayaan
4. Bahasa
Adapun dalam pembagiannya dalam Identitas Nasional :
1. Identitas Fundamental
2. Identitas Instrumental
3. Identitas Alamiah

Integritas Nasional
Integritas Nasional yaituIntegrasi nasional merupakan proses penyatuan berbagai perbedaan-perbedaan yang ada pada masyarakat sehingga menjadi selaras dalam sebuah bangsa. Perbedaan tersebut meliputi suku, budaya, bahasa, ras, agama, dan faktor kebangsaan lain. Integrasi nasional sendiri menjadi hal yang penting bagi negara heterogen seperti Indonesia.

Faktor Pendorong Integritas Nasional
1. Sejarah
2. Cinta tanah air
3. Rela berkorban
4. Keinginan bersatu
5. Konsesus nasional

Faktor Penghambat Integritas Nasional
1. Heterogen
2. Tim pangan
3. Etnosentrisme
4. Gangguan Luar
NAMA : ZABRINA TALITHA ANINDYA
NPM : 2215061017
KELAS : PSTI A

INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA

Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Akan di era yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang
dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia. Untuk menciptakan pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional tersebut identitas justru berfungsi secara ganda. Integrasi nasional terjadi juga akibatterbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baikyang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.

Etnosentrisme kian menguat justruditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah danpemekaran daerah. Semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadiberjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru
menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota
masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

Berdasarkan sejumlah gambaran tersebut, konsep tentang integrasi nasionalmenjadi penting untuk dijadikan strategikebudayaan bagi bangsa Indonesia yang
telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini.Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacupada kekuatan budaya yang bertolak padakedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengankompleksitas kebudayaan yang dianut.Dengan demikian, mengembangkan konsepintegrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlahkepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.
NAMA : ZABRINA TALITHA ANINDYA
NPM : 2215061017
KELAS : PSTI A

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah
1) mampu bertahan terhadap budaya luar;
2) memiliki kemampuan mengakomodasi unsurunsur budaya luar;
3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli;
4) mampu mengendalikan; dan
5) mampu memberikan arah pada perkembangan budaya. Atas dasar itu kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.

Struktur masyarakat Indonesia yang multi dimensional merupakan suatu kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara hoorizontal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa karakteristik yang dapat dikenali sebagai sifat dasar dari suatu masyarakat
majemuk sebagaimana yang telah dikemukakan oleh van den Berghe yakni:
(1) terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan atau lebih tepat sub kebudayaan, yang berbeda satu sama lainnya;
(2) memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non komplementer;
(3) kurang mengembangkan konsesus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar;
(4) secara relatif seringkali terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya;
(5) secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi; serta
(6) adanya dimensi politik oleh suatukelompok di atas kelompok-kelompok yang lain.

Wacana tentang upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik. Artinya di satu pihak perlu adanyaupaya memulihkan dan membangkitkankembali ingatan dan kesadaran kolektifmasyarakat lokal dengan ciri dan identitasbudayanya masing-masing, sementara dipihak lain perlu adanya komitmen untuk meningkatkan kesasdaran kolektif bersamasehingga semakin kuat tumbuhnya kesadaranidentitas nasional yang memang telah adasejalan dengan perkembangan historis bangsaini.

Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilainilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.