NPM : 2213053065
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu : 1. Drs. Rapani, M.Pd
2. Dayu Rika Perdana, S.Pd, M.Pd
Pertemuan 2 Analisis Soal
A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawab :
Persoalan dan permasalahan saat ini menjadikan bangsa Indonesia lupa akan istilah asli bangsa Indonesia yaitu gotong royong. Salah satunya yaitu sikap individualisme, yang akan melunturkan nilai gotong royong. Sikap gotong royong dapat diwujudkan dengan sikap cara berpikir dan merasakan bagaimana jika hidup sendiri dan tidak mau bergotong royong. Maka, hal yg dikerjakan akan tidak cepat selesai.
B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?
Jawab :
Dalam masyarakat pasti terdapat keberagaman. Hal tersebut menjadikan sebuah tantangan agar bagaimana masyarakat tersebut bisa bersatu dalam keberagaman. Seharusnya kita bisa mensyukuri, hidup dalam keberagaman. Upaya yang dapat dilakukan yaitu toleransi. Dengan toleransi maka masyarakat akan saling menghormati dan menghargai sehingga terwujudnya persatuan.
C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !
Jawab :
Setiap negara memiliki nilai-nilai dasar dan acuan atau identitas Bangsa dalam negaranya. Nilai-nilai dasar memiliki fungsi sebagai pedoman dalam setiap bangsa. Sedangkan identitas nasional memiliki fungsi untuk sebagai landasan negara, sebagai pembeda dari negara lainnya, dan juga sebagai alat untuk mempersatukan bangsa.
D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawab :
Menurut saya, sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang adalah tepat. Masa sekarang terdapat 6 agama yang di akui di Indonesia. Jika sila pertama tidak diganti dengan "Ketuhanan Yang Maha Esa" Maka akan terjadi perdebatan hingga kehancuran persatuan.