Nama : Nicholas Vitto Adrianto
NPM : 2217051024
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer
Analisis Artikel
Berdasarkan artikel tersebut, penegakkan hak asasi manusia di Indonesia masih dianggap kurang baik, apalagi di tahun 2019, yang merupakan tahun yang gelap. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan hal tersebut, seperti banyak kasus pelanggaran HAM yang merajalela di Indonesia, kurangnya penegakkan keadilan, kebebasan dibatasi, dan hal-hal lain. Maka dari itu, Indonesia harus menyadari akan semua ini dan harus diselesaikan secepatnya. Untungnya, Indonesia telah mengambil langkah-langkah reformasi untuk menjamin perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, mereformasi sektor keamanan publik, dan menegakkan keadilan dan kesetaraan seluruh warga negara Indonesia.
Analisis Soal
A.
Bagaimanakah isi artikel tersebut
dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas?
Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
- Secara analitis, artikel ini membahas tentang kurangnya penegakkan Hak Asasi Manusia dan cara memperbaikinya. Pada artikel tersebut, dijelaskan bahwa ada beberapa pengaruh penegakkan hak asasi manusia yang masih berkurang. Hal-hal terjadi karena adanya ketidakadilan atas pelanggaran HAM, adanya pembatasan dalam kebebasan berpendapat dan kebebasan beragama, serta pelanggaran HAM yang masih berlangsung seperti kasus di Papua yang masih belum terselesaikan masalahnya.
Hal positif yang bisa saya temukan adalah bahwa pada masa-masa sekarang ini, padahal masih ada kasus pelanggaran HAM, ada rasa kesadaran dari berbagai kalangan masyarakat, dan sekaligus tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk menegakkan hak asasi manusia.
B.
Berikan analisismu mengenai
demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli
masyarakat Indonesia! Bagaimanakah
pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia
yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
- Demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia merupakan hal yang wajar. Sejak dahulu kala, penerapan nilai-nilai adat istiadat Indonesia ada berkaitannya dengan demokrasi. Seperti musyawarah mufakat, dimana semua orang mengambil keputusan secara bersama dan menetapkan penyelesaiannya.
Prinsip demokrasi Indonesia yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa adalah hal yang sudah pasti kuat. Hal ini sudah termasuk dalam dasar negara Pancasila, maka kita tidak meninggalkan nilai keagamaan. Nilai-nilai spiritual bagi masyarakat Indonesia ini berguna untuk melaksanakan demokrasi di negara kita. Selain itu, nilai keagamaan juga patut dikendalikan dengan baik. Kebebasan beragama adalah hal yang baik. Setiap orang memiliki hak untuk memilih agama, dan wajib beribadah. Contoh lain adalah toleransi antar agama.
C.
Bagaimanakah praktik demokrasi
Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
- Tidak. Praktik demokrasi Indonesia saat ini kurang sesuai dengan Pancasila dan UUD RI 1945 pada praktiknya. Secara teoritis, kita sudah memiliki hukum yang cukup untuk mengendalikan penegakkan hak asasi manusia. Tetapi dalam kenyataan, penegakkan hak asasi manusia masih belum sempurna, seperti yang dikatakan dalam artikel ini.
D.
Bagaimanakah sikap anda mengenai
kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi
melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata
masyarakat?
- Anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah hal yang membuat saya khawatir akan bagaimana pemerintahan menegakkan keadilan dan hak asasi manusia. Sudah terdapat beberapa kasus yang seperti ini, yaitu anggota DPR memiliki pandangan yang jauh dari pandangan masyarakat. Contoh kasus ini ada pada ditetapkannya omnibus law cipta kerja yang mengakibatkan penolakan dari kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa.
E.
Bagaimanah pendapatmu mengenai
pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi,
maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu
menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya
dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
- Tidak setuju dengan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi dan agama menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang perlu menjadi tumbal. Jika hal ini terjadi, maka masyarakat akan terbelah dan mengakibatkan konflik yang tidak seharusnya terjadi. Kita semua harus mempunyai tujuan yang jelas, kita tidak bisa saja langsung menyimpulkan sesuatu tanpa argumen yang jelas.
Hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini adalah mereka yang kurang dalam penegakkan hak asasi manusia. Pihak-pihak ini akan merusaknya daripada memperbaikinya, sehingga akan menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia yang berat atau ringan.