Kiriman dibuat oleh Nicholas Vitto Adrianto

Nama : Nicholas Vitto Adrianto
NPM : 2217051024
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Berdasarkan artikel yang berjudul "Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19", inilah analisis dari artikel tersebut. Di artikel ini menjelaskan tentang salah satu perwujudan ketahanan nasional dalam bidang pertahanan dan keamanan, yaitu pembelaan negara. Bela negara adalah kewajiban warga negara dalam sikap dan perilaku yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negara seutuhnya. Artikel ini bertujuan untuk melihat kondisi bela negara yang dilakukan pada saat pandemi COVID-19 ini.

Dalam hal bela negara di pandemi COVID-19, banyak perwujudan yang terjadi pada waktu itu. Contoh yang sangat kelihatan adalah peran dokter yang membantu pasien COVID-19. Para dokter membela negara demi menyembuhkan pasien dari penyakit agar rantainya terputus dan tidak mudah tersebar lagi. Masyarakat bisa mendukung negara dalam penanganan COVID-19 dengan memberikan dana untuk keperluan tenaga medis. Hal di atas menimbulkan kesadaran bela negara lebih meningkat, apa lagi pada saat pandemi, di mana ada pembatasan khusus. Lalu ada lagi perwujudan di mana masyarakat wajib menaati peraturan yang diterapkan oleh pemerintah terkait pandemi COVID-19. Masyarakat memakai masker, berjaga jarak, mencuci tangan, dan sebagainya. Akibat itu, masyarakat membela negara demi pemutusan rantai penyebaran COVID-19, sehingga negara akan lebih sehat lagi.

Menurut artikel, ada dua faktor yang mengakibatkan bela negara di pandemi COVID-19 bekerja. Faktor prioritas, di mana pemerintah negara memfokuskan kepada masyarakat yang tertular sehingga mereka segera melakukan pembatasan (isolasi mandiri) untuk mencegah penyebaran COVID-19 ke masyarakat lain. Hal itu merupakan salah satu perwujudan bela negara demi kesehatan masyarakat negara dan diri sendiri. Faktor kedua adalah faktor solidaritas. Padahal kita tetap terdiam diri di rumah tidak berarti kreativitas kita berkurang. Kita juga bisa mengirim video yang memberi semangat kepada mereka yang membutuhkan. Banyak hal-hal yang kita lakukan demi membela negara pada saat COVID-19, maka kita yang sekarang ini sudah transisi menuju endemi, kita tetap harus menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan, dan tingkatkan kesadaran akan pembelaan negara.
Nama : Nicholas Vitto Adrianto
NPM : 2217051024
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Berdasarkan video tersebut, berikut merupakan analisis dari video. Ketahanan nasional adalah rasa keberanian atas kemampuan kita untuk menghadap ancaman nasional. Maka dari itu, kita menggunakan ketahanan nasional sebagai perisai negara Indonesia atas konflik yang pecah baik dalam maupun luar negeri, langsung atau tidak langsung. Dalam ancaman tersebut, lawan dapat menyerang empat hal: integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa, dan perjuangan mencapai tujuan nasional. Ancaman dibagi menjadi dua jenis, yaitu dalam aspek alami dan aspek sosial. Aspek alami dibagi menjadi tiga macam, yang disebut juga Ancaman Unsur Trigatra: lokasi dan posisi geografis, keadaan dan kekayaan alam, serta kemampuan hidup. Aspek sosial dibagi menjadi lima macam, yang disebut juga Ancaman Unsur Pancagatra: bidang ideologi, bidang politik, bidang ekonomi, bidang sosial budaya, dan bidang pertahanan keamanan.

Untuk mengembangkan ketahanan nasional, kita harus mempunyai kemampuan untuk tahan terhadap tantangan ancaman dari lawan. Dalam setiap aspek-aspek ancaman nasional, ada beberapa hal yang kita bisa lakukan agar mengembangkan ketahanan nasional. Contohnya, dalam aspek ilmiah, kita bisa menyelesaikan masalah-masalah alami. Pertama, berkaitan dengan lokasi dan posisi wilayah negara dengan cara mempunyai kemampuan untuk diplomasi dengan negara yang bersangkutan. Kedua, sumber daya alam yang berlimpah itu harus dijaga dengan baik-baik demi kekayaan negara kita. Jangan sampai diambil dari negara asing. Ketiga, keadaan dan kemampuan penduduk bisa ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas pendidikan di negara Indonesia agar bisa bersaing dengan negara asing.

Dalam aspek sosial, ada cara yang kita/negara bisa lakukan agar mencapai negara yang makmur dan sejahtera. Pertama, kita dapat melakukan penilaian aspirasi masyarakat terhadap ideologi negara kita, yaitu Pancasila. Kedua, menerapkan prinsip demokrasi sebagai keseimbangan masukan dan keluaran pemerintah negara dari/ke masyarakat negara Indonesia. Ketiga, mempertahankan prinsip tradisi seperti mempelajari bahasa asing agar tidak hilang, serta pendidikan yang memadai, dan kepemimpinan yang tangguh untuk menciptakan sosial budaya. Dan yang kelima, berpartisipasi dalam kegiatan pertahanan keamanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman yang akan datang.
Nama : Nicholas Vitto Adrianto
NPM : 2217051024
Kelas : D
Prodi : S1 Ilmu Komputer

Analisis Artikel

Berdasarkan artikel tersebut, penegakkan hak asasi manusia di Indonesia masih dianggap kurang baik, apalagi di tahun 2019, yang merupakan tahun yang gelap. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan hal tersebut, seperti banyak kasus pelanggaran HAM yang merajalela di Indonesia, kurangnya penegakkan keadilan, kebebasan dibatasi, dan hal-hal lain. Maka dari itu, Indonesia harus menyadari akan semua ini dan harus diselesaikan secepatnya. Untungnya, Indonesia telah mengambil langkah-langkah reformasi untuk menjamin perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, mereformasi sektor keamanan publik, dan menegakkan keadilan dan kesetaraan seluruh warga negara Indonesia.

Analisis Soal

A.    Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

-      Secara analitis, artikel ini membahas tentang kurangnya penegakkan Hak Asasi Manusia dan cara memperbaikinya. Pada artikel tersebut, dijelaskan bahwa ada beberapa pengaruh penegakkan hak asasi manusia yang masih berkurang. Hal-hal terjadi karena adanya ketidakadilan atas pelanggaran HAM, adanya pembatasan dalam kebebasan berpendapat dan kebebasan beragama, serta pelanggaran HAM yang masih berlangsung seperti kasus di Papua yang masih belum terselesaikan masalahnya.
        Hal positif yang bisa saya temukan adalah bahwa pada masa-masa sekarang ini, padahal masih ada kasus pelanggaran HAM, ada rasa kesadaran dari berbagai kalangan masyarakat, dan sekaligus tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk menegakkan hak asasi manusia. 

B.    Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi  Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

-      Demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia merupakan hal yang wajar. Sejak dahulu kala, penerapan nilai-nilai adat istiadat Indonesia ada berkaitannya dengan demokrasi. Seperti musyawarah mufakat, dimana semua orang mengambil keputusan secara bersama dan menetapkan penyelesaiannya.
        Prinsip demokrasi Indonesia yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa adalah hal yang sudah pasti kuat. Hal ini sudah termasuk dalam dasar negara Pancasila, maka kita tidak meninggalkan nilai keagamaan. Nilai-nilai spiritual bagi masyarakat Indonesia ini berguna untuk melaksanakan demokrasi di negara kita. Selain itu, nilai keagamaan juga patut dikendalikan dengan baik. Kebebasan beragama adalah hal yang baik. Setiap orang memiliki hak untuk memilih agama, dan wajib beribadah. Contoh lain adalah toleransi antar agama.

C.    Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

-      Tidak. Praktik demokrasi Indonesia saat ini kurang sesuai dengan Pancasila dan UUD RI 1945 pada praktiknya. Secara teoritis, kita sudah memiliki hukum yang cukup untuk mengendalikan penegakkan hak asasi manusia. Tetapi dalam kenyataan, penegakkan hak asasi manusia masih belum sempurna, seperti yang dikatakan dalam artikel ini.

D.   Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

-      Anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah hal yang membuat saya khawatir akan bagaimana pemerintahan menegakkan keadilan dan hak asasi manusia. Sudah terdapat beberapa kasus yang seperti ini, yaitu anggota DPR memiliki pandangan yang jauh dari pandangan masyarakat. Contoh kasus ini ada pada ditetapkannya omnibus law cipta kerja yang mengakibatkan penolakan dari kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa.

E.    Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

-      Tidak setuju dengan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi dan agama menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang perlu menjadi tumbal. Jika hal ini terjadi, maka masyarakat akan terbelah dan mengakibatkan konflik yang tidak seharusnya terjadi. Kita semua harus mempunyai tujuan yang jelas, kita tidak bisa saja langsung menyimpulkan sesuatu tanpa argumen yang jelas.
       Hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini adalah mereka yang kurang dalam penegakkan hak asasi manusia. Pihak-pihak ini akan merusaknya daripada memperbaikinya, sehingga akan menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia yang berat atau ringan.