Nama : Theofani Hati Kusumawardani
NPM : 2255061004
Kelas : PSTI-C
Berdasarkan video tersebut, saya menjadi lebih sadar dan paham akan hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Pancasila. IPTEK dan Pancasila yang semula terlihat tidak bersinggungan sama sekali ternyata memiliki makna lebih dalam dari yang terlihat.
IPTEK merupakan karya yang sejatinya dikembangkan dan digunakan untuk kepentingan manusia. Namun, penggunaan ini dapat mengarah pada hal positif maupun negatif. Sementara Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Selama menjadi rakyat Indonesia, Pancasila akan terus melekat.
IPTEK berkembang dengan sangat cepat, perkembangan ini tak lepas dari hasil implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila mendasari perkembangan IPTEK di Indonesia. IPTEK harus tetap mengikuti Pancasila. Nilai-nilai tersebut yang menjadi system etika dalam pengembangan IPTEK antara lain:
1. Nilai ketuhanan dalam sila pertama menjadi dasar keseimbangan antara rasional dan irasional, akal dan kehendak. Meskipun IPTEK berkembang berdasarkan logika dan hitungan pasti, namun tetap harus mempertimbangkan akibat yang akan ditimbulkan bagi kehidupan disekitarnya.
2. Nilai kemanusiaan dalam sila kedua menegaskan bahwa perkembangan IPTEK harus tetap beradab dan berperikemanusiaan. Artinya IPTEK sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Nilai kesatuan pada sila ketiga dimaknai sebagai universalitas dan internasionalitas IPTEK yang diimplementasikan dalam kehidupan. Adanya IPTEK harus memperkuat rasa nasionalisme bangsa.
4. Nilai kerakyatan dan permusyawaratan dalam sila keempat mendasari IPTEK yang demokratis, semua orang memiliki kebebasan dalam pengembangan IPTEK, namun tetap menghormati kebebasan pihak lain.
5. Nilai keadilan pada sila kelima menegaskan bahwa IPTEK harus menjaga keadilan dalam kehidupan. Penggunaan dan pengembangan IPTEK harus memikirkan hak hidup segenap ciptaan, bukan hanya manusia, namun juga flora, fauna, dan alam seutuhnya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih pak..
NPM : 2255061004
Kelas : PSTI-C
Berdasarkan video tersebut, saya menjadi lebih sadar dan paham akan hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Pancasila. IPTEK dan Pancasila yang semula terlihat tidak bersinggungan sama sekali ternyata memiliki makna lebih dalam dari yang terlihat.
IPTEK merupakan karya yang sejatinya dikembangkan dan digunakan untuk kepentingan manusia. Namun, penggunaan ini dapat mengarah pada hal positif maupun negatif. Sementara Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Selama menjadi rakyat Indonesia, Pancasila akan terus melekat.
IPTEK berkembang dengan sangat cepat, perkembangan ini tak lepas dari hasil implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila mendasari perkembangan IPTEK di Indonesia. IPTEK harus tetap mengikuti Pancasila. Nilai-nilai tersebut yang menjadi system etika dalam pengembangan IPTEK antara lain:
1. Nilai ketuhanan dalam sila pertama menjadi dasar keseimbangan antara rasional dan irasional, akal dan kehendak. Meskipun IPTEK berkembang berdasarkan logika dan hitungan pasti, namun tetap harus mempertimbangkan akibat yang akan ditimbulkan bagi kehidupan disekitarnya.
2. Nilai kemanusiaan dalam sila kedua menegaskan bahwa perkembangan IPTEK harus tetap beradab dan berperikemanusiaan. Artinya IPTEK sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Nilai kesatuan pada sila ketiga dimaknai sebagai universalitas dan internasionalitas IPTEK yang diimplementasikan dalam kehidupan. Adanya IPTEK harus memperkuat rasa nasionalisme bangsa.
4. Nilai kerakyatan dan permusyawaratan dalam sila keempat mendasari IPTEK yang demokratis, semua orang memiliki kebebasan dalam pengembangan IPTEK, namun tetap menghormati kebebasan pihak lain.
5. Nilai keadilan pada sila kelima menegaskan bahwa IPTEK harus menjaga keadilan dalam kehidupan. Penggunaan dan pengembangan IPTEK harus memikirkan hak hidup segenap ciptaan, bukan hanya manusia, namun juga flora, fauna, dan alam seutuhnya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih pak..