Kiriman dibuat oleh Theofani Hati Kusumawardani

Nama : Theofani Hati Kusumawardani
Kelas : PSTI C
NPM : 2255061004
Prodi : Teknik Informatika

Dalam jurnal yang ditulis oleh M. Husein Maruapey berjudul "Penegakan Hukum dan Perlindungan Negara: Analisis Kritis Terhadap Kasus Penistaan Agama Oleh Patahana Gubernur DKI Jakarta," terdapat informasi yang relevan mengenai penegakan hukum dan perlindungan negara. Jurnal ini mengulas kasus kontroversial dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari sudut pandang hukum.

Penegakan hukum adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lainnya untuk menjamin terciptanya keadilan dan ketertiban dalam masyarakat. Upaya ini melibatkan berbagai alat seperti undang-undang, polisi, hakim, jaksa, dan pengacara. Pentingnya kepastian hukum dalam memberikan perlindungan kepada warga negara juga ditekankan dalam jurnal ini.

Penulis menunjukkan bahwa kasus penistaan agama bukan hanya masalah hukum semata, melainkan juga kompleks dalam aspek sosial. Oleh karena itu, penegakan hukum yang efektif memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat, termasuk lembaga agama, media, dan masyarakat sipil. Penulis juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pemahaman yang lebih baik tentang kebebasan beragama dan toleransi di masyarakat, serta perlunya dukungan pemerintah dalam menjamin kebebasan beragama bagi seluruh warga negara.
Nama : Theofani Hati Kusumawardani
Kelas : PSTI C
NPM : 2255061004
Prodi : Teknik Informatika

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Sengketa yang terjadi antara Indonesia dan Timor Leste merupakan sengketa batas wilayah, lahan, serta zona netral. Tak dapat dipungkiri, dari zaman dulu, masalah ini tentu menimbulkan konflik, bahkan hingga fisik. Namun, tentu akan lebih baik bila hal ini dapat diselesaikan secara diplomasi tanpa menimbulkan pertentangan fisik.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Apabila masyarakat tidak mengerti wawasan negaranya sendiri, bagaimana ia akan mempertahankan, atau bahkan melestarikan budayanya? Apabila tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, wilayah Indonesia akan semakin berkurang, bahkan habis. Pula dengan budayanya. Semakin lama akan terkikis, dan jika masyarakat tidak lagi mengetahui budayanya, lantas siapa yang dapat dikatakan “memiliki” budaya tersebut?

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Dengan adanya wawasan nusantara, masyarakat dan pemerintah mengerti, baik secara dokumen, fisik, maupun sertifikat. Dengan demikian, terdapat fondasi diplomasi apabila suatu hari terjadi sengketa terkait hal tersebut.
Nama : Theofani Hati Kusumawardani
Kelas : PSTI C
NPM : 2255061004
Prodi : Teknik Informatika

Geopolitik dapat dipahami sebagai ilmu penyelenggaraan negara berkaitan dengan masalah geografi wilayah tersebut. Terdapat berbagai teori Geopolitik, diantaranya ialah Teori yang dikemukakan oleh Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haustofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, Guilio Douhet, William Mitchell, Saversky, serta JFC Fuller.

Di Indonesia, Geopolitik menyatakan bahwa Pancasila, ideologi nasional bangsa, digunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional. Artinya, setiap ada masalah-masalah politik nasional, terlebih terkait kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia, pemecahannya akan didasarkan pada Pancasila. Awalnya teori geopolitik di Indonesia diperkenalkan oleh I.R. Soekarno pada 1 Juni 1945 di dalam siding BPUPKI 1. Di Indonesia, geopolitik lebih mencangkup pengembangan suatu wilayah.

Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional bersumber Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Hakikatnya ialah kesatuan dan keutuhan bangsa. Indonesia memiliki kestuan wilayah yang melingkupi kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Dilihat dari peluangnya, Indonesia memiliki potensi penduduk yang besar, sosial budaya yang beragam, wilayah strategis, serta banyak lagi.

Terima kasih...