གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Maylien Dwinita Putri

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Maylien Dwinita Putri གིས-
Maylien Dwinita Putri
2213053029
3H

Analisis Vidio 1
Etika,nilai norma, dan moral adalah serangkaian yang tidakterlepas jika berbicara tentang perilaku masyarakat. Pengaruh yangditumbulkan juga sangat besar, bisa saja hal ini mempengaruhi suatukelompok, ras, bahkan negara.

Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik ,sesuai aturan yang berlaku di masyarakat
Contohnya seperti ,mengucap salam ketika bertemu atau memasuki rumah, izin dan mencintai Anda orang tua ketika ingin pergi, membuang sampah pada tempatnya.

Etika dan Moral mempunyai pengertian yang berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

Nilai adalah sesuatu yang memberi makna yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai Tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga bisa disebut sebagai penghargaan, penghormatan, atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem.

Dan Moral adalah sesuatu yang mendorong manusia untuk berbuat baik sebagai kewajiban dan keharusan, serta sarana yang digunakan untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia.

Manfaat mempelajari etika nilai dan moral adalah
1. kita dapat menjunjung tinggi dan menghargai nilai nilai kemanusiaan .
2. lebih toleran etis atau santun dan adil dalam bersikap dan bertindak
3. Kita lebih dapat kemampuan karya orang lain
Maylien Dwinita Putri
2213053029
3H

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : JIPSINDO
Nomor : 2
Volume : 6
Tahun Terbit : 2019
Penulis : Enung Hasanah
Judul Jurnal : Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg


Pembahasan
Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
Level 1. Moralitas Pra-konvensional • Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman;Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran.
Level 2. Moralitas Konvensional • Tahap 3 - Hubungan Interpersonal.; Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial.
Level 3. Moralitas Pasca-konvensional. Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan.; Tahap 6 - Prinsin Universal.

Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Peneliti kualitatif tertarik pada kepercayaan orang, pengalaman, dan sistem makna dari perspektif orang-orang (Mohajan, 2018). Penelitian kualitatif adalah bentuk tindakan sosial yang menekankan pada cara orang menafsirkan, dan tidak memahami pengalaman mereka untuk memahami realitas sosial individu.

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
Maylien Dwinita Putri
2213053029
3H

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Cakrawala Pendidikan
Volume : -
Nomor : 2
Halaman : 209-221
Tahun Terbit : 2009
Judul : PENDIDIKAN NILAI MORAL
DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Nama Penulis : Sudiati

Isu Pendidikan Nilai Moral di
Beberapa Negara.Di bawah ini akan dibahas isu pendidikan nilai moral yang terjadi di empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Empat negara itu dapat mewakili karakteristik suatu bangsa dengan latar belakang ideologi yang berbeda-beda. india merupakan negara Pancasila yang mayoritas beragama Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal. Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana
negara Indonesia, sedangkan Cina
merupakan perwakilan negara sosialis
komunis.

A.Indonesia
Pendidikan nilai di Indonesia disadari atau tidak masih belum banyak menyentuh pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global. Persoalan pembenahan pendikan masih terpaku pada kurikulum nasional dan lokal yang belum pernah tuntas.

B. India Dalam pendidikan nasional India, pendidikan nilai dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran nilai ilmiah, sosial, dan kewarganegaraan yang tidak secara khusus dikembangkan melalui satu sudut pandangan agama. Ini tidak berarti mengabaikan pentingnya pendidikan agama sebagai kekuatan dalam membangun karakter bangsa, melainkan untuk menempatkan pendidikan nilai dalam konteks pemahaman nilai agama yang universal.

C. Malaysia
Pendidikan nilai dilakukan di sekolah dasar dan pengembangannya dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung pendidikan nilai diajarkan melalui pendidikan moral dan mata pelajaran agama, sedangkan pendidikan nilai yang tidak secara langsung dikembangkan melalui sejumlah mata pelajaran lainnya, seperti program pendidikan kewarganegaraan dan melalui kegiatan kokurikuler.

D. Cina
Dalam pendidikan memiliki kaitan yang erat dengab kewajiban moral. Pendidikan moral dilakukan sekali dalam seminggu, guru didorong untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang mampu mengangkat pengalaman kehidupan sehari-hari.

2. Dimensi Pendidikan Nilai Moral
Dalam rangka mengkaji pendidikan nilai moral secara luas, berikut ini dikemukakan pula pembahasan mengenai perkembangan moral, pendidikan nilai moral, dan strategi pendidikan nilai moral.

a.Teori Perkembangan Moral
Dewasa ini, psikolog dan sosiolog banyak membahas nilai-nilai moral dalam kaitannya dengan perkembangan dan pendidikan anak.

b. Pendidikan Nilai Moral
Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia.

c. Pendekatan Pendidikan Nilai Moral
Pendekatan komprehensif pendidikan nilai menurut Kirschenbaum dalam Darmiyati Zuchdi, 2008: 36-37) meliputi pendekatan (i) inculcating,yaitu menanamkan nilai dan moralitas, (ii) modelling, yaitu meneladankan nilai dan moralitas, (iii) facilitating, yaitu memudahkan perkembangan nilai dan moral

d. Metode dan teknik pendidikan nilai moral
Untuk menerapkan konsep pendidikan nilai di atas diperlukan beberapa metode.
1. Metode langsung dimulai dengan mengidentifikasi perilaku yang dianggap baik untuk menyebarkan berbagai ajaran.
2. Metode tidak langsung tidak dimulai dengan pendefinisian perilaku
diinginkan, namun ciptakan situasi yang memungkinkan terjadinya perilaku tersebut
Hal-hal baik bisa dilakukan.
Maylien Dwinita Putri
2213053029
3H

Analisis video 2
judul : Degradasi Moral Pelajar Jaman modern

Menurut KPAI Kekerasan yang di lakukan oleh anak maupun anak yang jadi korbannya cukup tinggi. Sejak tahun 2014 meningkat, tetapi pada tahun 2017 menurun.Namun terkait dengan kasus ini sebenarnya anak tidak berdiri sendiri artinya pasti ada sebab dan penyebabnya, yaitu :
1. memang mungkin dari pola pengasuhan bagaimana anak ini di rumah yang artinya sikap dan prilaku ketika di sekolah tidak terbentuk secara tiba tiba pasti ada sebuah proses panjang dalam hidupnya.
2. bagaimana cara guru di kelas melakukan pengolaan pada kelas jadi menghadapi anak anak tertentu seperti ini memang pasti ada di banyak sekolah , walaupun tidak banyak jumlah anak di sekolah tetapi di setiap sekolah pasti ada anak yang seperti ini.

Menurut Dr Itje chodidjah,MA (praktisi pendidikan )
untuk sosok menjadi seorang guru ini kelengkapan yang utaman adalah kelengkapan dalam dirinya sebagai sosok pribadi.
Karena sudah di atur dalam UUD guru memiliki 4 standar kompetensi utama yaitu
1. kompetensi kepribadian
2. kompetensi sosial
3. kompetensi profesional
4. kompetensi pedagogi

Menurut Vero Adesla (psikolog)
masih mudah kemudian anak bertumbuh dan memiliki tingkat level koknisi sebenarnya yaitu kemampuan untuk menalar dan berfikir apakah aksi itu berlanjut pada konsekuensi tertentukemampuan emosi ini lah yang seharusnya di latih pada anak anak agar hal serupa tidak terjadi.