Posts made by Silvia Nuril Mala 2213053299

Nama: Silvia Nuril Mala
NPM : 2213053299

Analisis soal
A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawab:
Komponen dalam Pancasila adalah gotong royong. Memang gotong royong tidak tercantum secara eksplisit dalam kelima sila dalam pancasila, namun, gotong royong merupakan intisari dari dasar negara Indonesia tersebut.

B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?
Jawab:
1. Saling menghargai keberagaman masyarkat.
2. Membantu satu sama lain.
3. Tidak saling menjatuhkan.
4. Saling menjalin kebersamaan.

C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !
Jawab:
Setiap kelompok/negara/negara memiliki nilai-nilai inti yang menjadi kriteria kelompok/negara/negara dan identitas nasional. Artinya, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dengan kelompok lainnya. Seperti sistem hukum dan sistem pemerintahan yang mengatur pemerintahan itu sendiri. Ciri mendasar lainnya adalah terkait dengan nilai-nilai luhur dan budaya masing-masing kelompok yang disebutkan.

D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawab:
Menurut saya, istilah tersebut hanya mungkin berasal dari kebijaksanaan dan iman orang Indonesia yang beragama Islam. Ini dapat dikaitkan dengan pidato Mr Soepomo dalam sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Soepomo mengatakan bahwa "Indonesia tidak perlu menjadi negara Islam, tetapi cukup menjadi negara yang memakai dasar moral yang luhur yang dianjurkan oleh agama Islam.
Dengan demikian menurut Sopeomo dan juga Mohammad Hatta, Pancasila tidak bertentangan ajaran Islam, khususnya berkenaan dengan way of life (pandangan hidup) dan nilai-nilai. Tokoh nasionalis Islam sendiri yang menandatangani Piagam Jakarta--yaitu Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H Agus Salim, dan Wahid Hasyim tidak pernah memprotes perubahan tersebut.
Nama: Silvia Nuril Mala
NPM : 2213053299

Analisis Jurnal
Persamaan ideologis Pancasila sebagai filsafat sosial dalam konteks kehidupan filosofis dan Pancasila sebagai negara berbeda dengan sistem yang dianut oleh kapitalis liberal dan sosialis komunis. Pancasila mengakui perlindungan hak-hak individu atas hak-hak masyarakat secara keseluruhan. bidang kehidupan. Indonesia sendiri berasal dari berbagai ras, bahasa, budaya, agama dan negara kepulauan yang bersatu dalam bentuk negara kepulauan (Asshiddiqie, 2006). Realitas ini menjadikan Indonesia sebagai negara multinasional dengan dimensi multikultural yang dapat mempersatukan negara (Widisuseno, 2015). Ideologi Pancasila dikenal sebagai ideologi terbuka yang dapat berubah mengikuti perkembangan zaman (Muslimin, 2016). Bersifat dinamis, terbuka, dan merupakan hasil konsensus masyarakat dari berbagai latar belakang (Mangalatung, 2017). Namun akhir-akhir ini, Pancasila kerap berbenturan dengan berbagai persoalan, salah satunya agama. Pernyataan Presiden Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bahwa "agama adalah musuh Pancasila" menggegerkan publik, karena kekerasan di republik ini selalu dilakukan atas nama agama. Penjelasan BPIP tidak menghalangi masyarakat untuk selalu bertanya-tanya tentang pernyataan aslinya. Dalam artikel ini, peneliti mengkaji “sejarah agama dan peran agama dalam lahirnya Pancasila, hubungan agama dengan negara, dan hubungan Islam dan negara” untuk menemukan bahwa tidak ada lagi gesekan antara agama dan negara. subjek dan objek, dan negara dikendalikan Agama Ideologi Pancasila merupakan sumber penyelenggaraan negara yang digunakan dalam pembangunan negara Indonesia, dan Pancasila memegang peranan penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia (Sutrisno, 2016).
Ideologi Pancasila dikenal sebagai ideologi terbuka yang dapat bergerak mengikuti perkembangan zaman dan bersifat dinamis serta terbuka untuk melanjutkan implementasi Pancasila sebagai ideologi nasional (Muslimin, 2016). Pada hakekatnya, misi Pancasila tetap tidak berubah dalam arti sempit yang dirancang oleh para pendiri bangsa sebagai arah, ideologi, dan landasan bangsa. Namun, Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat beradaptasi dengan perubahan zaman (Ibrahim, 2010). Dimensi politik global menjadi salah satu penyebab radikalisme. Berbagai sudut negara. Dunia adalah contoh (Ritaludin, 2001
). Pertumbuhan perkembangan radikalisme di Indonesia perlu dikondisikan, generasi muda yang besar dan berpendidikan terjangkit radikalisme dan terus berkembang pesat (Rijal, 2017). Pemisahan ini dapat diartikan sebagai sekularisasi yang dilakukan Sukarno karena tidak ingin mengaitkan urusan negara, politik, kemasyarakatan, ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pengaruh agama atau hal-hal gaib. Sekuler adalah istilah yang mengacu pada keadaan yang memisahkan kehidupan duniawi dari pengaruh spiritual, menciptakan dikotomi antara kehidupan nyata dan kehidupan suci. Misalnya, banyak negara Barat hidup seperti ini. Ketika sidang BPUPKI berbasis negara tidak menemukan titik terang, sebuah komite kecil beranggotakan sembilan orang dibentuk, dipimpin oleh Ili. Anggota Sukarno antara lain Muhammad Hatta, Ahmad Subaljo, Muhammad Yamin, AA Malamis dari golongan nasionalis, H. Agus Salim, Wahid Hasyim, Abiksno dan Abdul Kahal Muzakir dari golongan Islam. Pada tanggal 22 Juni 1944, sekelompok nasionalis dan Muslim sepakat untuk menambahkan tujuh kata pada Perintah Pertama. Setelah pernyataan itu dibacakan pada 19
, 5 17 Agustus, perintah pertama diubah menjadi 'percaya hanya kepada satu Tuhan yang Maha Esa'. Reorganisasi Pancasila dilakukan di lobi Muhammad Hatta menanggapi tiga alasan tersebut.

Agama dan bangsa saling terkait, saling mempengaruhi atau secara simbiosis independen. Dengan kata lain, agama membutuhkan negara karena agama dapat berkembang melalui negara. Di sisi lain, negara membutuhkan agama. Karena dengan bantuan agama negara dapat berkembang dalam kerangka etika dan moral. Akademisi dalam kelompok ini adalah Mohammed Hussein Haikal, Al Mawardi, Fazra Rahman dan Kamaluddin Khan. Ketiga, penolakan terhadap hubungan sekuler antara agama dan negara, yaitu hubungan timbal balik antara agama dan negara, atau hubungan antara agama tertentu dengan negara. Berdasarkan ketiga paradigma tersebut, terdapat perbedaan dan perspektif dalam memahami realitas antaragama
Nama: Silvia Nuril Mala
NPM : 2213053299

Analisis Video
Pada tanggal 1 Juni 1945, Bapak Ir. Sukarno dalam sambutannya menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila yang ditemukan dan dikembangkannya mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dan merupakan lembaga dinamis yang di atasnya bangsa akan dibangun untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Pancasila adalah dasar bangsa yang dapat mempersatukan dan merevolusi bangsa Indonesia dalam arti bukan revolusi Soekarno, melainkan revolusi bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan memungkinkan Pancasila benar-benar menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia.
Nama: Silvia Nuril Mala
NPM : 2213053299

Analisis Soal

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawab:
Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi danalat pemersatu bangsa. Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Oleh karena itu, generasi muda harusmempertahankan nilai-nilai Pancasila. Melalaui pedidikan Pancasila mahasiswa dapatmempelajari tentang nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawab:
1.ketuhanan yang maha esa
yang paling pokok dipelajari untuk menghadapi tantangan dimasa depan ialah selalu takwa dan berdo'a pada tuhan yang maha esa.
2 . kemanusiaan yang adil dan beradab
yang paling pokok dipelajari untuk menghadap tantangan dimasa depan ialah selalu adil dan mempertimbangkan segala keputusan.
3.persatuan Indonesia
yang paling pokok dipelajari untuk menghadapi tantangan di masa depan ialah selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat maupun keluarga.
4.kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan permusyawarahan perwakilan
yang paling pokok dipelajari untuk tantangan dimasa depan ialah kita harus selalu dipimpin oleh kebijaksanaan.
5.keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
yang paling pokok dipelajari untuk tantangan dimasa depan ialah kita harus bersikap adil pada siapapun.

3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Jawab:
Faktornya karena pemuda pemuda zaman sekarang menganggap pancasila sebagai suatu simbol negara dan mulai melupakan nilai nilai yang terkandung didalamnya. Padahal pancasila yang menjadi dasar negara dan sumber dari segala hukum dan perundang undangan adalah nafas bagi eksitensi bangsa Indonesia.

4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
Jawab:
Melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa diharapkan mempu memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa dapat berpartisipasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai, mahasiswa menjadi warga negara yang memiliki pandangan yang benar terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM, mahasiswa berpikir kritis dan objektif terhadap persoalan kenegaraan, HAM, dan demokrasi.
Nama: Silvia Nuril Mala
NPM : 2213053299

Analisis Jurnal

Pancasila adalah ideologi, dasar bangsa, dasar falsafah bangsa dan negara. Apalagi Pancasila merupakan warisan kejeniusan yang lahir dari proses filosofis para founding fathers. Dalam uraian nusantara dalam buku Yudilatif (Plenary Negara, 2012:2), Pancasila digambarkan sebagai warisan nusantara yang sesuai dengan ciri alam lautan luas yang berisi nusantara. Adanya hal tersebut dapat diartikan bahwa Pancasila merupakan rekonstruksi kedok dari berbagai suku, adat, budaya, ras dan agama yang ada di Indonesia.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk menemukan atau menggali proses internalisasi nilai-nilai Pancasila. Penelitian kualitatif dimulai dengan penggunaan asumsi dan kerangka teoritis interpretasi yang membentuk atau mengelompokkan masalah sosial atau manusia.
Pancasila dianggap sebagai ideologi final dan tidak bisa lagi dimanipulasi secara kritis. Oleh karena itu, Pancasila seolah tertutup dari perkembangan pemikiran meskipun masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia terus mengalami perkembangan dan perubahan. Implementasi Pancasila pada masa reformasi cenderung melemah. Propaganda Pancasila dalam praktik ketatanegaraan telah hilang. Lembaga pendidikan formal dan nonformal, serta instansi pemerintah, perlu memperbaharui nilai-nilai Pancasila agar menjadi yang ringan dan terdepan dalam mencapai tujuan nasional. Selain itu, seiring dengan perubahan masyarakat, kita akan kembali pada identitas kita sebagai bangsa yang besar dan beragam, dengan ideologi yang mencakup semua suku, agama, ras, kelompok, dan budaya yang beragam.