Nama: Silvia Nuril Mala
NPM : 2213053299
Analisis Jurnal
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.
Pancasila sebagai filsafat ilmu
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa Pancasila merupakan bagian dari filsafat ilmu. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan dasar pemikiran dan kesadaran. Dalam pengembangan ilmu harus memperhatikan ketuhanan yang menjadi dasar semua pemikiran manusia.
Dampak pedoman terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
1. Tuhan Yang Maha Esa
Dewa berasal dari kata Tuhan adalah Pencipta semua yang ada dan semua ciptaan. Maha Kuasa berarti sendiri, tanpa pasangan, satu dalam isi, satu dalam alam, satu dalam fakta, yang berarti bahwa hakikat Tuhan tidak tersusun dari banyak zat yang kemudian menjadi satu, bahwa hakikat Tuhan itu sesempurna mungkin. Bahwa karya Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan karya orang lain. Jadi, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa berarti memahami dan meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta alam semesta dan segala sesuatu.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Tujuan orde kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah mengarahkan dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Sains dikembalikan pada misi awalnya, yaitu untuk kemanusiaan, bukan hanya untuk kelompok, golongan tertentu. Perintah kemanusiaan yang adil dan beradab juga menjadi dasar moralitas, yang menurutnya manusia harus mengembangkan ilmu pengetahuan secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didasarkan pada upaya untuk mencapai kesejahteraan manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus diperkuat untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, dan tidak menjadikan manusia sombong dan sombong melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
satuan ke-3 Indonesia
Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikembangkan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dan hal ini dapat dikembangkan lebih lanjut dalam hubungan Indonesia dengan dunia internasional. Orang yang membiarkan kebijaksanaan membimbing mereka dalam diskusi perwakilan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghormati kebebasan orang lain dan terbuka untuk kritik/evaluasi dan terbuka untuk peneliti.
4. Demokrasi yang dipandu oleh hikmat kebijaksanaan dalam perundingan perwakilan
Implikasi dari perkembangan ilmu pengetahuan adalah tatanan rakyat berpedoman pada kearifan berpikir representatif, yang menjadi dasar demokrasi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti setiap rakyat Indonesia diperlakukan sama dalam hukum, politik, ekonomi dan budaya.