Kiriman dibuat oleh Aditya Aditya Johansah

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Video

oleh Aditya Aditya Johansah -
Nama : Aditya Johansah
NPM : 2215061039
Kelas : PSTI C

IPTEK adalah ciptaan manusia yang berguna bagi manusia itu sendiri dan dapat dimanfaatkan kepada hal baik maupun buruk tergantung manusia sebagai pemanfaatnya. Nilai-nilai pancasila sangat penting bagi perkembangan IPTEK di indonesia, karena mampu menjadi sebuah dasar dan batasan dalam mencipta sebuah sesuatu. perkembangan IPTEK yang cepat dapat menjadikan IPTEK akan sulit terkontrol. IPTEK lebih berkiblat dengan bangsa barat yang penuh dengan rasionalisme, sehingga jika mengambil secara keseluruhan tanpa melalui filter, maka akan bertentangan dengan dasar ketuhanan yang maha esa dalam pancasila. Hubungan antara nilai-nilai pancasila dengan IPTEK adalah sebagai berikut.
1. sila ketuhanan yang maha esa, IPTEK harus dikembangkan dengan dasar keseimbangan antara rasional dan irrasional, akal dan kehendak.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, IPTEK dikembangkan dan diciptakan berdasarkan budaya dari manusia yang berakal dan beradab.
3. Sila persatuan Indonesia, IPTEK dikembangkan dan diciptakan hendaknya dapat menambah nasionalisme dan persatuan di Indonesia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, IPTEK harus dikembangkan dan diciptakan secara demokratis dan bersifat terbuka.
5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, IPTEK harus dikembangkan dan diciptakan dengan keseimbangan keadilan, keadilan antara dirinya sendiri, keadilan antara dirinya dan tuhan, serta keadilan dirinya dan lingkungan.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Soal

oleh Aditya Aditya Johansah -
Nama : Aditya Johansah
NPM : 2215061039
Kelas : PSTI-C

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai
Pancasila? Jelaskan!
Jawab :
Etika perilaku politik saat ini belum memenuhi nilai-nilai Pancasila. Para penguasa masih belum menerapkan kode etik dengan benar, atau mungkin mereka malah tidak faham dengan kode etik yang ada. Penyimpangan dan corruption yang dilakukan tetap menjadi sebuah mimpi buruk bagi negara Indonesia. Bukanya menjadi negara yang memakmurkan rakyat, memudahkan rakyat, menyejahterakan rakyat, para penguasa malah membuat rakyat menjadi terdoktrin untuk tidak mengikuti aturan, karena ada “jalan yang lebih cepat dan mudah” daripada mengikuti aturan, dan hal tersebut dibukakan pintu oleh oknum penguasa. Banyak bukti seperti malasnya para rakyat untuk mengurus dokumen-dokumen karena ribet, lama, dan tidak pasti menjadi alasan yang kuat dari rakyat.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada
umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab :
Etika menurut tiap individu memiliki perbedaan artian dan standar. Ada beberapa orang yang memiliki standar etika yang mencerminkan etika bangsa barat, ada yang mencerminkan bangsa timur, ada yang mencampurkan keduanya, bahkan ada yang tidak peduli dengan etika. Kita sebagai bangsa Indonesia memiliki standar etika sendiri, yaitu aturan-aturan yang ada di dalam undang-undang, Pancasila, dan aturan-aturan adat di setiap daerah. Para generasi muda yang pernah saya temui kebanyakan memiliki standar etika local, jadi setiap individu akan memiliki etika yang mencerminkan asal daerah mereka. Dan mayoritas dari mereka memiliki ego yang tinggi terhadap dalam melakukan sesuatu, seperti kurang memperdulikan orang lain. Ini merupakan sebuah degradasi moral yang berasal dari kebudayaan barat. Karena dalam praktiknya, orang yang jarang melakukan selancar internet memiliki ego yang cukup rendah, berbeda dengan orang yang sering berselancar di internet. Hal ini dapat dihindari dengan lebih melakukan menyaringan dalam kebiasaan dan budaya barat, karena tidak cocok dengan etika bangsa Indonesia.

Teknik Informatika C -> Forum Analisis Jurnal

oleh Aditya Aditya Johansah -
Nama : Aditya Johansah
NPM : 2215061039
Kelas : PSTI-C

Jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
 
Media massa adalah sebuah instrument atau alat yang bisa digunakan untuk menginformasikan sebuah berita informasi kepada khalayak ramai. Berita dan informasi bukan hanya tentang kondisi politik dan penguasa saja, hiburan dan mengedukasi juga termasuk. Kondisi politik pada pemerintahan dapat menjadi salah satu pentingnya media massa, karena rakyat dapat langsung mengawasi para penguasa dengan transparan. Namun, fungsi ini bisa menjadi bom bunuh diri bagi rakyat, karena ramainya berita-berita hoax menjadikan media massa salah satu senjata para penjahat politik di Indonesia. Berita palsu, pembodohan public, penggiringan opini, dan pencucian otak menjadi sebuah racun yang terdapat dalam media massa. Karena beberapa rakyat akan percaya dengan berita atau informasi dan menelanya mentah-mentah tanpa mencari tau lebih dalam. Mungkin salah satu cara agar hal ini tidak terjadi adalah dengan melakukan pembatasan pers. Hal ini sudah dilakukan pada masa orde baru, namun kekacauan dalam pemerintahan semakin menjadi-jadi, penguasa yang bergerak semena-mena, korupsi, kolusi, dan nepotisme menjadi hal yang tidak diketahui oleh masyarakat. Memang pada masa itu kondisi masyarakat lebih terkontrol karena media massa dan pers ada dalam pengawasan penuh oleh pemerintah.
 
Media massa seharusnya menjadi sebuah instrument untuk mencerdasakan dan menyebarkan berita yang aktual. Dengan teredukasinya masyarakat, negara Indonesia bisa keluar dari lingkaran negara berkembang dan menjadi bagian dari negara maju. Kemajuan teknologi, sains, dan kemajuan peradaban dapat menjadi berita yang membuat masyarakat lebih termotivasi untuk menjadi bagian dalam perkembangan zaman, bukan lagi ketinggalan zaman. Budaya Indonesia juga bisa menjadi sebuah informasi yang berguna agar tidak ada lagi kepunahan budaya di Indonesia, dan lestarinya budaya Indonesia.
Nama : Aditya Johansah
Kelas : PSTI C
NPM : 2215061039

Berikut adalah hasil analisis saya terhadap artikel “IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA”

Pancasila adalah dasar negara dan hukum utama di Indonesia. Ini berarti bahwa Pancasila merupakan jati diri bangsa, dasar dari berdirinya NKRI, serta mendaji sumber dari segala aturan dan hukum di Indonesia.

Pancasila Sebagai Dasar negara artinya adalah Sebagai Pondasi negara dan Pegangan Bangsa yang kuat sehingga bangsa indonesia memiliki Ideologi sendiri dan mampu berdiri menjadi bangsa yang kokoh tanpa dipengaruhi oleh bangsa bangsa lainnya. Sehingga jika saja nilai-nilai Pancasila hilang dari kehidupan bangsa Indonesia, negara kesatuan republik Indonesia bukan lagi negara kesatuan republic Indonesia. Akan tercampurnya budaya asing dengan daerah, berakibat pada hilangnya identitas bangsa Indonesia.

Setiap sila dalam Pancasila memiliki ketentuan-ketentuan yang menunjukan fungsi dari masing-masing dalam proses pelaksanaan kehidupan bernegara, Dari sila “ketuhanan yang maha esa” sampai sila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Dasar pancasila yang pertama dan utama, yaitu sebagai dasar negara indonesia. Penerapan pancasila sebagai dasar negara memberikan pengertian bahwa negara indonesia itu merupakan negara pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk padanya, membela serta melaksanakan seluruh perundang undangan.

Pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara.