Posts made by Wayan Santie Arif

NAMA : Wayan Santie Arif
NPM : 2257051031
KELAS : D
PRODI : S1 Ilmu Komputer


Hasil analisis dari artikel tersebut :

Artikel tersebut membahas tantangan yang dihadapi dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa meskipun terdapat beberapa kemajuan dalam perlindungan HAM, namun masih terdapat banyak masalah yang perlu diatasi seperti pembatasan kebebasan berekspresi, diskriminasi terhadap kelompok minoritas, serta peningkatan kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa adanya revisi UU KPK dan UU ITE yang dinilai dapat mengancam kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia. Selain itu, juga disebutkan bahwa pemilihan umum seringkali diwarnai dengan politik uang dan kekerasan yang merugikan hak rakyat untuk memilih secara bebas dan adil.

Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa HAM dihormati dan dilindungi di Indonesia. Peran pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sipil sangat penting dalam memastikan perlindungan HAM. Artikel ini memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang dihadapi dalam penegakan HAM di Indonesia dan perlunya kerja keras untuk mencapai tujuan tersebut.


Jawaban analisis soal :

A. Isi artikel tersebut membahas tentang kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 yang dianggap masih berada dalam situasi yang gelap. Artikel ini mencoba untuk menyoroti beberapa kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia dan mengkritisi kurangnya tindakan pemerintah dalam menegakkan HAM. Analisis yang dapat diambil dari artikel ini adalah bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memperbaiki situasi HAM di negara ini. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah kesadaran yang ditingkatkan tentang pentingnya hak asasi manusia dan perlunya tindakan yang lebih tegas untuk melindungi hak-hak tersebut.

B. Demokrasi Indonesia memiliki akar budaya istiadat dan nilai-nilai adat yang kuat, seperti musyawarah dan gotong royong. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan adanya pengakuan terhadap keberadaan Tuhan sebagai dasar moral dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, terkadang prinsip ini dijadikan alat politik untuk memperkuat pengaruh kelompok agama tertentu di Indonesia. Hal ini bisa menjadi tantangan dalam menjaga prinsip demokrasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Dalam konteks ini, penting untuk memastikan bahwa prinsip demokrasi Indonesia tidak digunakan sebagai alat untuk memaksakan kehendak atau melanggar hak asasi manusia.

C. Praktik demokrasi Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam menjunjung tinggi nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta hak asasi manusia. Terdapat kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia, seperti kasus tindak kekerasan dan diskriminasi terhadap minoritas agama dan suku. Meskipun pemerintah telah melakukan upaya untuk memperbaiki situasi ini, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa praktik demokrasi Indonesia benar-benar mencerminkan nilai-nilai hak asasi manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945.

D. Saya sangat prihatin dengan kondisi di mana anggota parlemen menggunakan nama rakyat untuk memperjuangkan agenda politik mereka sendiri yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Hal ini adalah bentuk pelanggaran etika dan moral yang sangat merugikan rakyat dan memperlemah demokrasi. Sebagai wakil rakyat, mereka seharusnya bertindak untuk melayani rakyat dan memperjuangkan kepentingan rakyat secara adil dan transparan.

E. Saya percaya bahwa pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dapat menjadi ancaman terhadap hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini. Kharisma tersebut dapat digunakan untuk menggerakan loyalitas dan emosi rakyat untuk mencapai tujuan yang mungkin tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Namun, hal ini bukanlah hal baru dalam sejarah manusia dan dapat terjadi di negara mana pun. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa dalam praktik demokrasi dewasa saat ini, nilai-nilai hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi dan dilindungi, terlepas dari pengaruh kekuasaan kharismatik atau agama. Selain itu, masyarakat Indonesia harus lebih kritis dan selektif dalam memilih pemimpin dan mewujudkan praktik demokrasi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta hak asasi manusia.
NAMA : Wayan Santie Arif
NPM : 2257051031
KELAS : D
PRODI : Ilmu Komputer

1. Tanggapan saya terhadap isi artikel ini adalah artikel tersebut memberikan pemahaman yang cukup baik tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan upaya penyelesaiannya. Artikel tersebut memberikan solusi yang diusulkan dalam menyelesaikan konflik tersebut. Hal positif yang bisa saya ambil dari artikel ini adalah pentingnya kerja sama dan dialog antara Indonesia dan Timor Leste serta organisasi internasional dalam menyelesaikan konflik tersebut.

2. Menurut pendapat saya, jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka wilayah dan bangsa Indonesia dapat mengalami konflik dan ketidakstabilan yang lebih besar. Konsepsi wawasan nusantara merupakan pandangan strategis yang menempatkan Indonesia sebagai negara maritim yang besar dan memiliki peran strategis dalam mengamankan wilayahnya, baik di darat maupun di laut. Jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka Indonesia mungkin akan lebih rentan terhadap konflik dengan negara tetangga atau keamanan di wilayah perbatasan.

3. Konsepsi wawasan nusantara dapat berperan dalam mencegah timbulnya konflik seperti yang terjadi di artikel di atas dengan cara membangun kerjasama dan diplomasi antara Indonesia dan negara-negara tetangga di wilayah perbatasan. Selain itu, wawasan nusantara juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman dan kesatuan dalam negara Indonesia. Melalui pendekatan ini, masyarakat di wilayah perbatasan dapat merasa diakui dan terlibat dalam proses pembangunan dan menjaga keamanan di wilayah perbatasan. Sehingga dapat mencegah timbulnya konflik akibat perbedaan etnis, agama, dan ekonomi yang ada di wilayah tersebut.