Nama: Nur Fitri Rahmadanti
NPM: 2215061001
Kelas: PSTI A
1. Peran pancasila sebagai paradigma terhadap masing-masing sila yang teradapat pada pancasila,yaitu sebagai berikut :
- Pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki kebijakan yang mengatur bahwa setiap manusia memiliki agama dan kepercayaannya masing-masing. Penerapan sila pertama ialah sebagai berikut Menanamkan
sikap saling hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama
dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup, Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaannya dan tidak memaksakan suatu agama dan
kepercayaan kepada orang lain.
- Pada sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kebijakan bahwa manusia memiliki kesadaran sikap dan perbuatan yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia
dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Hal tersebut dapat diterapkan pada saat ini, dimana perkembangan IPTEK dapat
diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan
menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat
dari penggunaan IPTEK.
1. Peran pancasila sebagai paradigma terhadap masing-masing sila yang teradapat pada pancasila,yaitu sebagai berikut :
- Pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki kebijakan yang mengatur bahwa setiap manusia memiliki agama dan kepercayaannya masing-masing. Penerapan sila pertama ialah sebagai berikut Menanamkan
sikap saling hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama
dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup, Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaannya dan tidak memaksakan suatu agama dan
kepercayaan kepada orang lain.
- Pada sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kebijakan bahwa manusia memiliki kesadaran sikap dan perbuatan yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia
dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Hal tersebut dapat diterapkan pada saat ini, dimana perkembangan IPTEK dapat
diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan
menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat
dari penggunaan IPTEK.
2. Saya berharap bahwa pemimpin yang akan menjabat dimasa mendatang adalah seseorang yang memiliki pemikiran luas dalam mengatasi segala permasalahan yang ada saat ini dan saat yang akan datang. Tidak hanya menyelesaikan masalah politik dan ekonomi, tetapi juga masalah perkembangan IPTEK yang saat ini sudah sering disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Warganegara yang saya harapkan dimasa mendatang adalah warga yang paham akan norma-norma yang ada dan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal tersebut bertujuan untuk membentuk bangsa ini menjadi bangsa yang damai dan bebas dari segala permasalahan yang terjadi saat ini. Para ilmuwan diharapkan dapat menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi pada bangsa ini. Sehingga kerja sama yang terjadi antara pemimpin, warganegara, dan ilmuwan dapat mensejahterakan bangsa Indonesia kedepannya.
- Pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki kebijakan yang mengatur bahwa setiap manusia memiliki agama dan kepercayaannya masing-masing. Penerapan sila pertama ialah sebagai berikut Menanamkan
sikap saling hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama
dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup, Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaannya dan tidak memaksakan suatu agama dan
kepercayaan kepada orang lain.
- Pada sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kebijakan bahwa manusia memiliki kesadaran sikap dan perbuatan yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia
dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Hal tersebut dapat diterapkan pada saat ini, dimana perkembangan IPTEK dapat
diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan
menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat
dari penggunaan IPTEK.
1. Peran pancasila sebagai paradigma terhadap masing-masing sila yang teradapat pada pancasila,yaitu sebagai berikut :
- Pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki kebijakan yang mengatur bahwa setiap manusia memiliki agama dan kepercayaannya masing-masing. Penerapan sila pertama ialah sebagai berikut Menanamkan
sikap saling hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama
dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup, Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaannya dan tidak memaksakan suatu agama dan
kepercayaan kepada orang lain.
- Pada sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kebijakan bahwa manusia memiliki kesadaran sikap dan perbuatan yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia
dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Hal tersebut dapat diterapkan pada saat ini, dimana perkembangan IPTEK dapat
diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan
menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat
dari penggunaan IPTEK.
2. Saya berharap bahwa pemimpin yang akan menjabat dimasa mendatang adalah seseorang yang memiliki pemikiran luas dalam mengatasi segala permasalahan yang ada saat ini dan saat yang akan datang. Tidak hanya menyelesaikan masalah politik dan ekonomi, tetapi juga masalah perkembangan IPTEK yang saat ini sudah sering disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Warganegara yang saya harapkan dimasa mendatang adalah warga yang paham akan norma-norma yang ada dan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal tersebut bertujuan untuk membentuk bangsa ini menjadi bangsa yang damai dan bebas dari segala permasalahan yang terjadi saat ini. Para ilmuwan diharapkan dapat menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi pada bangsa ini. Sehingga kerja sama yang terjadi antara pemimpin, warganegara, dan ilmuwan dapat mensejahterakan bangsa Indonesia kedepannya.