Kiriman dibuat oleh DINDA MULIA SAPUTRI 2253053042

Nama : Dinda mulia saputri
Npm :2253053042
Video 1
Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar
Dalam video ini, pemjelaskan pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar menyebutkan akan membahas pentingnya tanggung jawab dalam keluarga, khususnya dalam konteks pendidikan moral. Video tersebut menekankan tiga hal: mendengarkan nasehat orang tua, membantu ibu, dan menjaga adik. Dalam video ini menjelaskan bahwa sebagai anak, penting untuk mendengarkan nasehat orang tua karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman hidup dan mengetahui mana yang baik dan buruk. Semetara itu juga menekankan pentingnya membantu ibu dalam pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga. Dan menekankan perlunya menjaga adik-adiknya dan menjamin keselamatan mereka, dengan memberikan contoh potensi bahaya seperti penculikan. Video tersebut diakhiri dengan pernyataan bahwa tanggung jawab dalam keluarga akan menghasilkan kehidupan keluarga yang harmonis dan bahagia, serta mendorong pemirsa untuk belajar dengan tekun dan memenuhi tanggung jawab mereka untuk membuat keluarga mereka bangga. Secara keseluruhan, video ini menekankan pentingnya tanggung jawab dalam keluarga, mencakup topik-topik seperti mendengarkan nasihat orang tua, membantu ibu, merawat adik, menjamin keselamatan keluarga, dan rajin belajar. Pembicara menyoroti dampak positif dari pemenuhan tanggung jawab ini terhadap keharmonisan keluarga dan cinta serta penghargaan yang diterima dari orang tua.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis 1
Judul :
Pendidikan moral di sekolah

Jurnal tersebut menjelaskan tentang Pentingnya pendidikan moral di sekolah untuk membangun generasi yang berkualitas. Meskipun peran utama dalam mendidik anak tentang akhlak terletak pada orang tua, namun guru juga mempunyai peran penting dalam membentuk nilai-nilai moral pada siswa. Artikel ini menekankan perlunya pendidikan etika yang komprehensif di sekolah, meliputi pendidik, materi, metode, dan penilaian. Artikel ini juga menekankan peran guru sebagai pendidik moral dan pentingnya nilai-nilai moral mereka sendiri. Selain itu, artikel ini membahas berbagai aspek pendidikan moral, antara lain moralitas terhadap diri sendiri, moralitas terhadap orang lain dan lingkungan, serta moralitas terhadap Tuhan. Artikel ini diakhiri dengan membahas berbagai metode pendidikan moral dan tantangan yang dihadapi di era kemajuan teknologi saat ini.
mengungkapkan beberapa poin penting yaitu
-Pertama, tinjauan ini menekankan pentingnya pendidikan moral di sekolah dan menekankan peran guru sebagai pendidik moral. Hal ini menunjukkan bahwa selain peran penting orang tua dalam pendidikan moral, guru juga mempunyai peran penting dalam pembentukan nilai-nilai moral pada siswa.
-poin Kedua yaitu membahas berbagai aspek pendidikan moral, termasuk etika pribadi, etika terhadap orang lain dan lingkungan, dan etika terhadap Tuhan. Hal ini menekankan perlunya pendidikan etika yang komprehensif di sekolah, meliputi pendidik, materi, metode, dan penilaian.
- poin ke tiga yaitu Peran guru sebagai pendidik moral ditekankan dan pentingnya nilai-nilai moral mereka sendiri ditekankan. Tinjauan ini juga membahas berbagai metode pendidikan etika, seperti penanaman atau penanaman nilai-nilai, dan pentingnya penilaian komprehensif, termasuk penilaian penalaran moral, khususnya skor emosional dan perilaku.
-Ke empat yaitu tentang berbagai komponen pendidikan etika di sekolah, seperti jangkauan materi, keragaman metode, dan penilaian komprehensif. Hal ini menekankan pentingnya merancang pendidikan etika secara lebih komprehensif untuk mencapai hasil yang optimal, khususnya pengembangan nilai-nilai etika pada peserta didik.
Dalam jurnal tersebut menyimpulkan pentingnya pendidikan moral di sekolah dan peran guru dalam membentuk nilai-nilai moral bagi siswa. Membahas berbagai aspek pendidikan moral, metode dan tantangan yang dihadapi di era teknologi saat ini. Tinjauan ini memberikan gambaran tentang pentingnya pendidikan etika dan menawarkan saran untuk penerapan yang efektif di sekolah.
Dalam Berbagai komponen pendidikan moral di sekolah, seperti ruang lingkup materi, variasi metode, dan evaluasi komprehensif. Disarankan dengan mempertimbangkan komponen-komponen tersebut, sekolah dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif untuk mencapai hasil yang optimal, yaitu pengembangan nilai-nilai moral pada siswa. Kesimpulannya juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam kurikulum, baik dalam pendidikan agama maupun mata pelajaran lain, sambil mengedepankan toleransi.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis jurnal 2
Judul :
Proses pendidik nilai moral dilingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja

Dalam jurnal tersebut menjelaskan tentang sebagai salah satu faktor terpenting. Jurnal tersebut berargumen bahwa sistem keyakinan dan kepercayaan yang kuat bertindak sebagai benteng moral, yang memandu tindakan dan keputusan individu.Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan pentingnya pendidikan moral dalam keluarga sebagai sarana untuk mengatasi kenakalan remaja dan mewujudkan masyarakat yang harmonis. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua harus menjadi teladan dan mendidik anak-anak mereka nilai-nilai moral dan perilaku yang baik.oleh karena itu pendidikan moral berperan penting dalam mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga. Lingkungan keluarga diidentifikasi sebagai sumber utama pendidikan moral bagi anak, dan faktor-faktor seperti rendahnya nilai-nilai agama, suasana rumah tangga yang negatif, dan paparan pengaruh negatif berkontribusi terhadap menurunnya nilai-nilai moral.Jurnal ini juga menyoroti dampak negatif globalisasi, termasuk meningkatnya kenakalan remaja, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan masalah kesehatan mental. Hal ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat menjadi lebih modern dan kompleks, masalah moral pun muncul, yang menekankan perlunya nilai-nilai dan keyakinan moral yang kuat dan pentingnya orang tua menjadi teladan dan mendidik anak-anaknya nilai-nilai moral dan perilaku yang baik.
Kesimpulannya menekankan pentingnya peran orang tua sebagai panutan dan mengajarkan anak-anak mereka nilai-nilai moral dan perilaku yang baik. Hal ini juga menyarankan pembentukan pusat bimbingan dan konseling untuk memberikan dukungan dan bimbingan bagi anak-anak bermasalah. Secara keseluruhan, kesimpulannya menekankan pentingnya pendidikan moral dalam keluarga dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan mencegah kenakalan remaja.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Menjawab pertanyaan
Perbedaan hard skill dengan soft skill

Yang dimaksud dengan hard skill adalah kemampuan yang diperoleh berdasarkan materi sekolah, sedangkan soft skill berarti kemampuan yang dibangun dari emosi dan sifat alamiah.
Perbedaan hard skill dan soft skill adalah
- Hard skill biasanya diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan tertentu. Begitu pula dengan keterampilan dalam menggunakan mesin, perangkat lunak, atau alat lainnya.
Sedangkan soft skill lebih pada sifat/sifat kepribadian yang masih kita kembangkan.
Soft skill bisa dipelajari bukan dengan belajar seperti kuliah tapi dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain dan peka terhadap lingkungan.
Selanjutnya keterampilan teknis bersifat terukur dan dapat dijelaskan dengan angka atau kriteria ya/tidak. Pada saat yang sama, soft skill seringkali tidak berwujud atau sulit diukur dalam jumlah dan sering kali dijelaskan menggunakan skala kualitatif.
- Keterampilan teknis bisa dibuktikan tetapi soft skill tidak bisa. Anda dapat dengan jelas menyatakan di CV Anda bahwa Anda memiliki keterampilan teknis tertentu yang didukung oleh bukti dokumenter, sedangkan soft skill tidak dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan tertentu tanpa adanya dokumen pendukung sebagai bukti.
Contoh soft skill yaitu
Berpikir kreatif,Berpikir kritis Kolaborasi dan kerja sama tim, Komunikasi,Negosiasi
Presentasi,Empati
Kepemimpinan,Adaptif
Contoh hard skill yaitu
Digital marketing,Analisis Data, project management
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis jurnal
Dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut.oleh sebab itu, Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut.dalam Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis penelitiannya ialah deskriptif.
Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada siswa.
• dengan guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai diberikan penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan.
Simpulkan penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut yaitu suatu sebagian besar sudah baik karena guru telah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan dan menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa,
melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Oleh karena itu, disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena telah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Pendidikan moral merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam penanaman nilai moral pada anak.Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung pada orangorang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya.Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian yang baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal - hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal - hal yang baik yang bisa mengubah.Kegiatan di dalam dan di luar kelas, diupayakan memuat nilai-nilai moral yang berguna bagi pembentukan kepribadian peserta didik sebagai bekal hidup bermasyarakat masa kini dan masa datang.Jadi penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka mungkin akan mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.Berdasarkan uraian di atas kesimpulan nya yaitu menjadikan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut.
Maka tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut.