Kiriman dibuat oleh DINDA MULIA SAPUTRI 2253053042

Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis video 4
Film Pendek Tentang Korupsi - Siswa Anti Korupsi
Hanafi merupakan siswi SMK N 3 Wonosari. Ia mempunyai kebiasaan buruk mengubah jumlah tampilan kertas ketika seorang teman memintanya untuk mengambil foto kertas tersebut. Hanafi menuliskan di tiketnya Rp 10.000, padahal harganya hanya Rp 5.000, jadi dia merusak Rp. 5000 ldan kekhawatiran bahwa korupsi juga terjadi di sekolah. Bayu pun menjelaskan apa yang disampaikan ustadnya, apakah makan dan minum dengan uang korup bisa menimbulkan penyakit pada tubuh. Hanafi sadar tubuhnya sakit karena memakan uang koruptor. Hanafi pun mengaku kepada temannya telah menerima suap tunai dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Namun kemudian beliau bercerita tentang kasus korupsi yang masih merajalela di Indonesia dan mengatakan bahwa ustadnya mengatakan bahwa jika memakan makanan dari uang hasil korupsi maka akan menimbulkan penyakit pada tubuh kita. Saat itulah Hanafi menyadari bahwa mengeluarkan uang untuk korupsi adalah tindakan yang salah. Akhirnya Hanafi mengakui kesalahannya dan akan mengganti uang yang dikorupsinya.

Jadi melalui cerita di atas kita bisa belajar bahwa korupsi uang adalah hal yang sangat jahat, baik di mata Tuhan maupun di mata manusia. Korupsi bukan hanya soal uang dalam jumlah besar tetapi bisa dilakukan dengan uang dalam jumlah kecil saja. Kalau dari kekuasaan kecil sudah bisa dipastikan korupsi, maka kita tidak akan takut korupsi uang dalam jumlah besar.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2263053042
Video 3

Tak heran jika negara ini semakin berkembang! inilah perbedaan pendidikan dasar jepang dan indonesia"

Sistem pendidikan antara Indonesia dan Jepang berbeda. Sistem pendidikan di Indonesia dan di Jepang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat ini sistem pendidikan di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih karena menduduki peringkat 72 dari 77 negara. Di Indonesia telah banyak lahir pakar ilmu pendidikan yang mampu membawa sistem pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu cara untuk membawa sistem pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik adalah dengan membandingkannya dengan negara yang sistem pendidikannya baik seperti Jepang. Di Jepang, sejak usia 0-3 tahun, anak lebih ditanamkan nilai moral, sopan santun, disiplin, dan sopan santun. Ketika anak-anak di Jepang sudah memasuki kelas 4 SD, barulah anak-anak tersebut mengikuti ujian yang tidak terlalu memberatkan siswa di sekolah. Indonesia bisa belajar banyak dengan sistem pendidikan di Jepang.
Perbedaan pendidikan dasar jepang dan indonesia
1. Kebersihan sejak dini
Kebiasaan nyampah (membuang sampah dimanapun dimanapun) di Indonesia terjadi karena tidak adanya kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik diajarkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, berbeda dengan di Jepang yang kurikulumnya mewajibkan semua siswa bertanggung jawab Bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas

2. Makan bersama
Di Indonesia sekolah mempunyai lebih dari satu kantin. di Jepang, sekolah mengatur makanan untuk siswa (menu, nutrisi dan cara makan) yang dilaksanakan bersama oleh siswa dan guru untuk menciptakan hubungan positif antara siswa dan guru

3. Mata pelajaran sedikit
Mata pelajaran di Indonesia terlalu banyak dan beberapa mata pelajaran diulang berkali-kali dalam seminggu. Di Jepang mata pelajarannya relatif sedikit dan tidak ada mata pelajaran yang harus diulang dalam seminggu.

4. Pendidikan Karakter
Pendidikan di Indonesia ditandai dengan berbagai ujian. Di Jepang tidak ada ujian. Pada 3 tahun pertama siswa akan belajar pendidikan karakter (bagaimana berperilaku, membantu orang lain)

5. Membaca Dulu
Di Indonesia, minat membaca sangat rendah karena anak belum terbiasa membaca buku di sekolah. Di Jepang, siswa mempunyai kebiasaan membaca buku 10 menit sebelum kelas.

6. Perlengkapan sekolah
Di Jepang perlengkapan sekolah didukung oleh pemerintah jadi semuanya sama, hal ini agar siswa tidak minder satu sama lain, sedangkan di Indonesia tidak

7. Seragam Sekolah
Seragam sekolah di Indonesia lebih rumit karena jenis seragamnya banyak (ada 3 jenis seragam). Di Jepang hanya ada satu jenis seragam.
Sistem pendidikan
Indonesia juga berfokus pada nilai, sejak sekolah dasar peserta didik diberi pengajaran tentang
kejujuran, kedispilinan dan rasa tenggang rasa. Negatifnyara Indonesia juga menganut sistem pendidikan
terbuka, disini maksudnya adalah siswa diminta untuk saling berkompetensi, mengembangkan
kreatifitas yang dimiliki secara luas-luasnya serta melakukan sesuatu yang lebih inovatif (Zarman 2017).
Sistem pendidikan di Indonesia beragam, beragam disini maksudnya adalah peserta didik
merupakan siswa yang berasal dari latar belakang suku, bahasa, budaya dan keyakinan (Baidhawy
2005). Di Negara Indonesia juga ada pendidikan formal dan non formal. Sistem pendidikan di
Indonesia juga disesuaikan dengan perubahan zaman, pendidikan di Indonesia sebaiknya mengikuti
perubahan era dan perubahan yang lebih inovatif dari waktu ke waktu karena itu putaran di
Indonesia sering berubah-rubah disebabkan zaman yang berubah, seperti saat ini Indonesia sudah
menggunakan K13 (Sudarsana 2016).
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2263053042
Video 3

Tak heran jika negara ini semakin berkembang! inilah perbedaan pendidikan dasar jepang dan indonesia"

Sistem pendidikan antara Indonesia dan Jepang berbeda. Sistem pendidikan di Indonesia dan di Jepang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat ini sistem pendidikan di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih karena menduduki peringkat 72 dari 77 negara. Di Indonesia telah banyak lahir pakar ilmu pendidikan yang mampu membawa sistem pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu cara untuk membawa sistem pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik adalah dengan membandingkannya dengan negara yang sistem pendidikannya baik seperti Jepang. Di Jepang, sejak usia 0-3 tahun, anak lebih ditanamkan nilai moral, sopan santun, disiplin, dan sopan santun. Ketika anak-anak di Jepang sudah memasuki kelas 4 SD, barulah anak-anak tersebut mengikuti ujian yang tidak terlalu memberatkan siswa di sekolah. Indonesia bisa belajar banyak dengan sistem pendidikan di Jepang.
Perbedaan pendidikan dasar jepang dan indonesia
1. Kebersihan sejak dini
Kebiasaan nyampah (membuang sampah dimanapun dimanapun) di Indonesia terjadi karena tidak adanya kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik diajarkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, berbeda dengan di Jepang yang kurikulumnya mewajibkan semua siswa bertanggung jawab Bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas

2. Makan bersama
Di Indonesia sekolah mempunyai lebih dari satu kantin. di Jepang, sekolah mengatur makanan untuk siswa (menu, nutrisi dan cara makan) yang dilaksanakan bersama oleh siswa dan guru untuk menciptakan hubungan positif antara siswa dan guru

3. Mata pelajaran sedikit
Mata pelajaran di Indonesia terlalu banyak dan beberapa mata pelajaran diulang berkali-kali dalam seminggu. Di Jepang mata pelajarannya relatif sedikit dan tidak ada mata pelajaran yang harus diulang dalam seminggu.

4. Pendidikan Karakter
Pendidikan di Indonesia ditandai dengan berbagai ujian. Di Jepang tidak ada ujian. Pada 3 tahun pertama siswa akan belajar pendidikan karakter (bagaimana berperilaku, membantu orang lain)

5. Membaca Dulu
Di Indonesia, minat membaca sangat rendah karena anak belum terbiasa membaca buku di sekolah. Di Jepang, siswa mempunyai kebiasaan membaca buku 10 menit sebelum kelas.

6. Perlengkapan sekolah
Di Jepang perlengkapan sekolah didukung oleh pemerintah jadi semuanya sama, hal ini agar siswa tidak minder satu sama lain, sedangkan di Indonesia tidak

7. Seragam Sekolah
Seragam sekolah di Indonesia lebih rumit karena jenis seragamnya banyak (ada 3 jenis seragam). Di Jepang hanya ada satu jenis seragam.
Sistem pendidikan
Indonesia juga berfokus pada nilai, sejak sekolah dasar peserta didik diberi pengajaran tentang
kejujuran, kedispilinan dan rasa tenggang rasa. Negatifnyara Indonesia juga menganut sistem pendidikan
terbuka, disini maksudnya adalah siswa diminta untuk saling berkompetensi, mengembangkan
kreatifitas yang dimiliki secara luas-luasnya serta melakukan sesuatu yang lebih inovatif (Zarman 2017).
Sistem pendidikan di Indonesia beragam, beragam disini maksudnya adalah peserta didik
merupakan siswa yang berasal dari latar belakang suku, bahasa, budaya dan keyakinan (Baidhawy
2005). Di Negara Indonesia juga ada pendidikan formal dan non formal. Sistem pendidikan di
Indonesia juga disesuaikan dengan perubahan zaman, pendidikan di Indonesia sebaiknya mengikuti
perubahan era dan perubahan yang lebih inovatif dari waktu ke waktu karena itu putaran di
Indonesia sering berubah-rubah disebabkan zaman yang berubah, seperti saat ini Indonesia sudah
menggunakan K13 (Sudarsana 2016).
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis video 1

Judul :
Sepenggal Cerita Pengajar Muda Di Pelosok Kalimantan

Dalam video tersebut ada bernama
Martencez Siregar merupakan seorang guru muda dari Sarana Pengajaran yang terletak di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara. Sebelum bergabung dengan sekolah mengajar, ia bergabung dengan gerakan peduli HIV/AIDS di Jayapura, Papua sebagai relawan. Beliau telah mengajar anak-anak selama kurang lebih 6 bulan. Tanjung Matol terletak di kecamatan Sembakung Nunukan, 7 jam perjalanan dari kecamatan. Masih sedikit sekali anak-anak di Tanjung Mitol yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar. Kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan pun masih kurang. Bahkan di sana, banyak anak perempuan yang menikah di usia yang masih sangat muda. Martencez bahkan bertemu dengan seorang gadis yang melamar dan akan menikah dengan seseorang yang usianya sangat berbeda. Pernikahan dini pada perempuan tidak hanya menjadi permasalahan, namun kurangnya minat orang tua terhadap pendidikan anaknya juga menjadi permasalahan. Gadis belia ini bermimpi membuat anak-anak Tanjung Matol mau bersekolah, belajar dan mempunyai prospek masa depan yang lebih baik.
Martencez Siregar mengajar di SDN 11 Sembakung sejak Desember 2016. Pendidikan prasekolah belum ada di Tanjung Matol, sehingga pendidikan dasar merupakan awal mula pendidikan di sana.
Sebelum bergabung dengan gerakan Indonesia Mengajar, salah satu pemenang pemilihan Duta Pariwisata Papua 2008 dan finalis ON MIPA-PT Kopertis 2012 ini bekerja di LSM YPPM Papua sebagai ketua program saat masih kuliah.Tencis memilih menghabiskan satu tahun hidupnya sebagai guru muda.Potret seorang remaja putri yang sangat bangga. Seorang guru muda memberikan kontribusi nyata dengan merelakan fasilitas yang ada untuk membuat kehidupan negara menjadi lebih cerdas dan memilih menghabiskan satu tahun hidupnya sebagai guru muda. Semangat sosial, prinsip mencintai sesama seperti diri sendiri, -nilai pengabdian kepada masyarakat dan kepemimpinan, inilah yang ingin Tencis bagikan kepada anak-anak, remaja, dan generasi muda di wilayah magang. Gadis petualang dengan kegemaran bermain futsal ini memiliki harapan sederhana sebagai seorang guru muda, melihat senyum dan tawa anak-anak yang bekerja keras mengejar impiannya.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis video 2
Judul : Potret Pendidikan di Dusun Terpencil

Video tersebut menjelaskan tentang suatu Pendidikan di Dusun Terpencil
Siswa SD Negri 2 Glak

para siswa sd negeri Glak membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar-mengajar di teras kelas.oleh sebab itu teras dipakai sebagai ruang kelas,lantaran ketiadaan ruang kelas sekolah yang terletak di kaki gunung merapi Egon ini hanya memiliki enam ruangan dimana lima ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan satu ruangan sebagai ruang guru jangankan kelas perpustakaan saja tak dimiliki sekolah ini meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga dua kilometer guna bisa belajar di sekolah. Di masa pandemi covid-19 ini, ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar daring, sekolah ini tak mampu melaksanakannya. Di wilayah ini, belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali.karena itu pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah. baru disini anak-anak belajar ditiris karena tidak ada ruang belajar ruang belajar yang diparkir yang ada di sini. berkekurangan yang kekurangan ruang belajar ruang kelas mengontrol dikonsumsi hujan bagaimana kalau musim hujan anak-anak yang belajar di luar tidak bisa belajar karena hujan angin pagi juga mereka harus berteduh dibawah pohon karena panas matahari tembus langsung keadaan jadi setelah panas matahari hati dan jiwa mereka masuk rezeki harapan dimana setiap orang dalam suatu negara mempunyai hak dan kewajiban untuk menempuh pendidikan tanpa terkecuali, pendidikan itu sendiri sangatlah penting bagi setiap orang jika kita melihat ke belakang, dikatakan bahwa pendidikan yang diberikan oleh negara kita masih jauh dari sempurna, saya pribadi dapat mengambil contoh dari desa saya, khususnya di daerah pemukiman. Dalam Pendidikan di daerah terpencil yang mempunyai banyak permasalahan yang kompleks. Dalam kurangnya media alat pembelajaran yang sangat kurang dan tidak memadai.