Kiriman dibuat oleh DINDA MULIA SAPUTRI 2253053042

Nama :Dinda mulia saputri
Kelas : 2253053042
Analisis video 2


Judul : Mirisnya kekerasan di lingkungan sekolah

Dalam hal nya pada berita tersebut memberikan sebuah mirisnya kekerasan yang dihadapi seorang peserta didik oleh teman sebayanya kronologinya adalah siswa kelas 2 SD meninggal dunia Telah berkelahi dengan teman sekelasnya di . dalam pendidik berikan ini menjadi catatan juga untuk kita ya bagaimana lingkungan yang seharusnya menjadi tempat kedua anak-anak itu bisa mendapatkan pendidikan juga perlindungan justru menyebabkan korban jiwa misalkan terjadi yang cukup banyak kasus seperti ini di semua sekolah terutama untuk bangku sekolah dasar dalam seorang pendidik harus memberikan pengajaran yang tepat kepada siswa tentang nilai-nilai positif seperti toleransi, kerjasama, keberagaman, empati.

dengan memberikan pembelajaran siswa satu persatu memeliki akhlak yang baik. Dengan nilai dan moral yang berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk menjadi pedoman kehidupan manusia pada umumnya. Dengan kata lain, nilai moral bertujuan untuk mengatur dan membatasi tindakan. Dalam hal nya untuk generasi penerus bangsa Indonesia harus menanamkan nilai dan moral pantas atau tidak pantas dalam interaksi pada peserta didik satu sama lain dengan saling menghargai.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis jurnal

Pendidikan nilai dan moral merupakan sebuah satuan pendidikan Aceh Tidak hanya dilaksanakan sesuai dengan pendidikan nasional tetapi juga mengacu pada penerapan kurikulum Islam Oleh qanun pendidikan Aceh yang diinstruksikan. Proses pembelajaranYang dilaksanakan di Aceh didasarkan dan berorientasi pada budaya Islam berdasarkan Syariat Islam
Aceh.Dalam sebuah Landasan dalam sebuah Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Aceh. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah Provinsi Aceh dilaksanakan secara Islami,
mengacu pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor
11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Qanun ini merupakan bentuk komitmen
Pemerintah Daerah Provinsi Aceh untuk mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh.Pada bagian ini akan dijelaskan konsep dan kontekstualisasi pendidikan nilai dan moral Dalam sistem pendidikan ko-kurikuler di Aceh. Merupakan provinsi yang mempunyai keistimewaan otonomi di bidang agama, budaya, dan politik. Aceh juga mendapat perhatian khusus dalam bidang pendidikan, sehingga Aceh dalam proses pelaksanaannya, selain berpedoman pada peraturan Yang dikeluarkan oleh pusat, juga berpedoman pada qanun provinsi Aceh.Secara individu, hal ini membantu mereka merasa aman, stabil, dan terjamin, mendefinisikan identitas mereka, keanggotaan kelompok, dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan keyakinan yang didorong oleh agama. Singkatnya, implementasi pendidikan nilai dan akhlak dalam pendidikan di Aceh melalui Kurikulum Islam Telah sejalan dengan apa yang diatur dalam qanun Aceh dalam bidang pendidikan. Di sisi komunitas, hal ini membantu pengaturan emosi dan keberlanjutan, yang merupakan salah satu pilar keberlangsungan dan keberlanjutan komunitas. Seorang muslim harus mengembangkan akhlaknya agar nilai akhlaknya menjadi muslim yang lebih baik.Proses implementasi ini meliputi membangun visi sekolah Berbasis nilai-nilai Islam, menyusun strategi pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam, mengintegrasikan Ke dalam setiap mata pelajaran yang ada dan menambahkan konten muatan lokal berbasis budaya Islam Di Aceh melalui Peraturan Gubernur.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Video

Pengamalan sila Pancasila Dalam kehidupan
Dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu yang
pertama ketuhanan yang maha esa: bersyukur kepada Tuhan , melaksanakan ibadah dengan agama yang dianut, dan tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain berdoa sebelum dan sesudah makan
Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab
Mengembangkan sikap saling mencintai terhadap sesama,Mengembangkan sikap toleransi dan saling menghormati Dan Mengembangkan sikap tidak otoriter terhadap orang lain.
Sila ke 3 persatuan Indonesia
Rela berkorban demi negara dan rakyat bila diperlukan,Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan rakyat,Mengembangkan harga diri bangsa dan tanah air Indonesia.
Sila ke 4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mengutamakan pertimbangan dalam mengambil keputusan demi kebaikan bersama,Mempertimbangkan untuk mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan, dan Menghargai dan melaksanakan setiap keputusan yang diambil setelah musyawarah.
Sila ke 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menumbuhkan sikap adil terhadap sesama,Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban Menghargai hak orang lain Senang membantu orang lain agar dapat melindungi diri sendiri,Tidak memanfaatkan hak milik untuk memeras uang orang lain.
Lingkungan keluarga memiliki kewajiban dalam mendidik nilai-nilai kebaikan Pada anak agar mereka menjadi individu yang baik ketika mereka berada di masyarakat. Dalam lingkungan keluarga anak akan menemukan unsur-unsur dari setiap Kebudayaan modern yang masuk dari luar ke dalam negri dapat mempengaruhi Segala tingkah laku dari orang yang menerima adanya perubahan itu. Karena pada Dasarnya masuknya segala hal melalui globalisasi akan merubah segala hal baik itu udari Tatanan kehidupan maupun perilaku di kehidupan masyarakat. Sebab masyarakat Sepenuhnya belum bisa untuk menyaring berbagai perubahan yang terjadi secara cepat, Akibatnya masyarakat banyak yang tidak siap hingga mereka tidak dapat memfilter bagian Mana dari globalisasi yang akan memberikan dampak positif maupun negatif kepada Mereka. Perubahan itu juga menimbulkan krisis moral pada anak remaja yang Menerimanya, karena mereka belum memahami secara utuh tentang dampak yang di Timbulkan dari adanya globalisasi ini.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis jurnal 2

Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA
Penulis : H. Wanto Rivaie
Pendahuluan
Dalam Berdasarkan asumsi dasar tersebut maka Timbul masalah, Bahwa dalam suasana kehidupan saat ini Banyak kebutuhan,Tantangan dan permasalahan, upaya orang lanjut usia Menyambut anak ke dalam keluarga Dengan sedikit kasih sayang Menjadi semakin sulit generasi penerus Bertanggung jawab dan bermoral Mulia. Oleh Karen itu,dengan Tanggung jawab dan akhlak mulia akan terwujud Apabila sejak dini generasi muda Dijiwai dengan nilai-nilai keimanan serta diiringi dengan kegiatan dan ibadah Muamallah yang berkesinambungan dan konsisten bersama orang tua dan pemimpin yang patut diteladani. Tokoh-tokoh masyarakat di sekitar kita, masyarakat dan bangsa Indonesia, agar kedepannya tujuan pendidikan yang tertuang dalam UU Sisdiknas Tahun 2003 dapat tercapai Tanpa usaha hei, lalu Pembinaan generasi muda yang bertanggung jawab Dan memiliki etika yang luhur Hanya akan menjadi sinonim dan sebuah pencapaian sederhana.
Pembahasan
Mendidik generasi muda Agar mempunyai jati diri Indonesia yang modern Pembinaan generasi muda (SDM) melalui pendidikan yang berbeda Seiring berjalannya waktu, hakikat pengembangan kepribadian, sebagai upaya Membentuk jati diri Remaja tidak dapat dipisahkan dariFilosofi hidup seseorang atau visi Hidup seseorang, masyarakat atau negara di mana Mereka tinggal. Sementara itu, Realita masyarakat Indonesia saat ituHubungan antar manusia yang ada masih belum berjalan maksimal yang sangat memprihatinkan. Misalnya kemiskinan yang meluas, pemerataan pendidikan yang belum optimal, pengangguran yang semakin meningkat, Kasus pencurian, pemerkosaan dan permasalahan lainnya masih belum terselesaikan di seluruh lapisan masyarakat (pemerintah, swasta dan masyarakat) yang tertangani secara merata. Secara umum). Permasalahan bangsa Ini memerlukan bantuan dan pemikiran Dari seluruh lapisan masyarakat Bangsa Indonesia, bukan hanya Kelompok kecil saja.Acuan utama untuk mencapai masyarakat Indonesia yang multikultural dan pluralistik adalah multikulturalisme, khususnya ideologi yang mengakui dan merayakan perbedaan kesetaraan baik secara individu maupun budaya. Dalam model multikultural ini, suatu masyarakat dianggap mempunyai kebudayaan yang diterima secara luas dalam masyarakat tersebut yang polanya menyerupai mozaik. Oleh karena itu Faktor pribadi Mempengaruhi tindakan manusia Ada dua jenis pendekatan Dalam membentuk perilaku manusia. Kedua pendekatan tersebut menekankan pada faktor psikologis dan sosial. Atau dengan kata lain faktor yang berasal dari dalam diri individu (faktor personal) dan faktor pengaruh yang berasal dari luar individu.
Kesimpulan
Pembentukan nilai-nilai sosio-etika budaya Indonesia pada anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah dalam koordinasiKerja sama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan inilah yang Ki Hajar Dewantoro (1964) sebut sebagai Tiga Pusat Pendidikan sudah dikenal sejak Negara Republik Indonesia merdeka Dari nilai-nilai dan standar etika yang tidak sesuai dengan kondisi budaya sosial Perusahaan Indonesia.
Nama : Dinda mulia saputri
Npm : 2253053042
Analisis jurnal


Judul : Penerapan Moral pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi di SD negeri osolio Kupang tengah
Volume: Vol 2 No 1 (2022)
JURNAL PEMIMPIN – PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN
– Edisi Januari 2022
Penulis :Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, 5Maria M Nina Niron, 6Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo.

Abstrak
Pendidikan Moral Pancasila yaitu bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan serta menjadi tolok ukur baik buruknya perbuatan manusia. Sementara Seiring berjalannya waktu, generasi muda menjadi rentan terhadap nilai-nilai moral Pancasila yang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memunculkan korupsi.Pendidikan moral pancasila sangatlah penting, dengan metode sosialisasi yang diterapkan kepada siswa sekolah dasar diharapkan nilai-nilai moral pancasila dapat ditanamkan sejak dini.

Pendahuluan
Nilai-nilai etika pancasila merupakan pedoman bagi masyarakat untuk bertindak Dan hidup sesuai kaidah Pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain etika pancasila adalah Sikap sosial yang baik yang harus diterapkan oleh perusahaan. Pancasila Pendidikan moral adalah pendidikan yang berupaya mengembangkan Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Butir-butir Pancasila merupakan pedoman praktis dan jelas bagi perwujudan pengalaman Pancasila. Dalam hal nya Moralitas berasal dari kata mos (mores) = akhlak, budi pekerti, tingkah laku. Etika adalah ajaran tentang apa yang baik dan apa yang buruk, berkaitan dengan perilaku dan tindakan manusia. Seseorang yang mengikuti peraturan, ketentuan, dan norma yang berlaku di masyarakatnya dianggap patuh dan bertindak benar secara moral. Jika yang terjadi sebaliknya maka orang tersebut dianggap tidak bermoral. Etika dalam perwujudannya dapat berupa kaidah dan prinsip yang benar, baik, terpuji, dan mulia. Etika dapat diwujudkan dalam bentuk kesetiaan dan ketaatan terhadap nilai-nilai dan standar-standar yang mengikat kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa.
Pembahasan
Dalam sebuah Tujuan penerapan nilai-nilai etika Pancasila sejak dini dalam melahirkan generasi antikorupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah adalah untuk membina dan membekali 55.555 siswa menjadi tipe Kuning yang berjiwa Pancasila baik menghadapi dinamisme kehidupan. Oleh karena itu Mengubah mengembangkan pendidikan nasional dengan tema utama pendidikan moral Pancasila. Memberikan pendidikan kepada peserta didik dengan dukungan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui jalur pendidikan formal, nonformal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat dan lingkungan rumah. Nilai moral dan hukum sangat erat kaitannya satu sama lain. Nilai-nilai yang diapresiasi masyarakat harus jelas, harus semakin dipercaya oleh individu dan harus diterapkan dalam tindakan. Pertama, berfungsi mengingatkan masyarakat agar berbuat baik bagi diri sendiri dan orang lain sebagai anggota masyarakat. Kedua, untuk menarik perhatian pada isu-isu etika yang belum diperhatikan masyarakat. Ketiga, hal ini dapat menarik perhatian orang terhadap gejala “kecanduan emosional”. Hukum yang mengatur kehidupan manusia dan benar-benar berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif. Istilah hukum positif Dimaksudkan untuk menandai “perbedaan” dan hukum yang berkaitan dengan aturan-aturan masyarakat lainnya Tampak lebih jelas dan pasti, serta didukung dengan fasilitas yang memadai bagi para anggotanya agar ditaati oleh anggota masyarakat. Sisi positifnya adalah bahwa ia bukanlah suatu peraturan sosial yang mengambang atau suatu peraturan yang tidak jelas bentuk dan tujuannya; Oleh karena itu, diperlukan suatu lembaga khusus yang bertujuan untuk merumuskan secara jelas tujuan yang ingin dicapai oleh undang-undang tersebut.
Kesimpulan
SD Negeri Osiloa Kupang Tengah sekolah yang siswa kelas VA berjumlah 23 orang siswa, Anggota kelompok memasuki kelas VA untuk memberikan materi tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, Nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai.