གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Devana Okta Mahdalena 2253053034

Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm : 2253053034
Kelas :3H

Analisis video 3

MASALAH LINGKUNGAN DALAM KAJIAN ETIKA MORAL

Lingkungan dalam kajian perspektif etika dan moral
1. Penyusutan sumber daya alam
SDA meliputi: Sumber daya lahan; hutan; air; mineral.
SDA merupakan modal utama & fundamental untuk melaksanakan aktifitas pembangunan.
SDA yang dieksploitasi akan mengalami penyusutan & akan menimbulkan dampak bagi lingkungan.
2. Polusi pencemaran
Udara , tanah , air , suara , limbah domestik rt, radiasi (alam / buatan ), teknologi
3. Bisnis dan konservasi sumber daya alam
Konservasi merupakan segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik. (Piagam Burra, 1981)
Konservasi adalah pemeliharaan & perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan & kemusnahan dengan cara pengawetan (Peter Salim, 1991)

UU NO 24 TAHUN 1992
-Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu kawasan dengan fungsi utama lindung atau fungsi utama budidaya
-Kawasan lindung adalah kawasan yg ditetapkan dg fungsi utama melindungi kelestarian LH untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.
-Kawasan budidaya adalah kawasan yg ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi & potensi SDA

Konservasi SDA di Indonesia
Sifat SDA yang menonjol di Indonesia
1. Penyebaran yang tidak merata
2. Sifat ketergantungan antara sda

Tujuan Konservasi SDA
1. Memelihara proses Ekologi yang penting dan sistem penyangga kehidupan
2. Menjamin keanekaragaman genetik
3. Pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem

PERANAN KAWASAN KONSERVASI
1. Penyelamat usaha pembangunan dan hasil hasil pembangun
2. Sebagai pengembangan ilmu pendidikan
3. Pengembangan Paris wisata alam dan peningkatan devisa
4. Pendukung pembangunan di bidang pertanian
5. Keseimbangan lingkungan alam
6. Bermanfaat bagi manusia

FAKTA ETIKA LINGKUNGAN
-Perumusan kebijakan masih terfokus pada un- renewable resources
-Kewajiban pada lingkungan adalah mengenai keberlanjutan hidup manusia
- Ekonomi VS et lingkungan; Penggunaan poluters's pay principle
-UU Lingkungan Hidup adalah yang paling sulit diterapkan di INDONESIA

UU NO. 11 ΤΗ 1967
Tentang ketentuan ketentuan pokok pertambangan merupakan ketentuan tentang pengelolaan sumberdaya mineral
PASAL 3 dinyatakan bahan galian terdiri atas 3 golongan
GOLA: Bahan galian strategis
GOL B: Bahan galian vital
GOL C: Bahan galian tidak termasuk GOLA & GOL B

PERATURAN PEMERINTAH NO. 32/1969
-Merupakan pelaksanaan UU 11 tahun 1967
-MENURUT KETENTUAN PASAL 1 PP 32/1969
Dinyatakan bahwa kuasa pertambangan
untuk melaksanakan usaha pertambangan bahan galian pertambangan
Gol A dan gol B di berikan oleh menteri
Gol C diberikan oleh gurbernur

MASALAH LINGKUNGAN
Bencana kekeringan/pengendalian SDA :
• Erosi
• Penurunan keanekaragaman hayati
• Kehilangan sumber plasma nutfah

BAHAN BERBAHAYA & BERACUN (B3)
Limbah B3:
• Limbah yg mengandung bahan berbahaya dan atau beracun, yg krn sifat dan atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tdk langsung, dapat merusak dan mencemari lingk. hidup, dan atau membahayakan kesehatan manusia
Limbah yg termasuk B3 memenuhi kriteria (salah satu atau lebih):
• Mudah meledak.
• Mudah terbakar
Bersifat reaktif.
• Beracun
• Menyebabkan infeksi.
• Bersifat korosif
Limbah lain, yg apabila diuji toksisitasnya dapat digolongkan sebagai B3.
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm : 2253053034
Kelas : 3H
Fungsi keluarga dalam menanamkan moral kepada anak-anak sangat penting. Beberapa cara untuk melakukannya antara lain:

1. Memberikan Teladan yang Baik
2. Komunikasi Terbuka
3. Penghargaan dan Hukuman yang Konsisten
4. Mengajarkan Empati
5. Memberikan Pendidikan Agama dan Etika
6. Melibatkan Anak dalam Keputusan Keluarga
7. Menghargai Kebahagian Bersama
8. Mengawasi dan Mendorong Perkembangan
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm : 2253053034
Kelas:3H

Analisis video 2

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PENDIDIKAN MORAL

masyarakat ada pada perkembangan Iptek menjadi faktor utama dalam kemerosotan moral pada remaja-remaja di Indonesia sehingga permasalahan mengenai Moral ini selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia . untuk menemukan solusi yang baik Bagaimana cara mengatasi permasalahan moral pasti terpenting yang ada saat ini mereka sendiri memiliki rasa tidak berwujud . pendidikan moral juga ialah usaha nyata dalam membentuk moralitas anak didik menjadi generasi bangsa yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bermoral juga memiliki etika yang baik dalam bermasyarakat . dikemukakan oleh Suseno dan Sigit muryono tahun 2011 bahwa kata moral mengacu pada baik buruknya manusia , sebagai manusia sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk , layak tidak layak dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri , yang diajarkan oleh agama , orangtua, dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari-hari . Pendidikan moral ditumbuhkembangkan di lingkungan sekolah atau di setiap pendidikan juga di lingkungan di rumah sendiri juga faktor keluarga faktor masyarakat pada dasarnya pendidikan moral akan lahir dari perilaku setiap jenis sesuai dengan lingkungannya berada , adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat dan serta keadilan setiap masyarakat . ada tiga faktor-faktor yang menjadi penyebab pendidikan moral yaitu
pertama kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga
kedua adanya pengaruh dari globalisasi
tiga kurangnya peranan agama lingkungannya maupun di setiap individu itu sendiri maka dari itu untuk membangun kualitas anak-anak bangsa untuk memiliki moral yang baik tidak bisa hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan pemerintah dan masyarakat juga harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembang seseorang .
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas :3H


Cara menanamkan nilai dan etika:
Keluarga:
- Orang tua berperan Penting untuk menjadi teladan untuk ditiru oleh anak-anaknya.
- Dialog terbuka membantu memahami nilai-nilai penting.
- Konsistensi dalam menerapkan nilai meningkatkan pemahaman anak.
Sekolah:
- Program akademik mencakup pembelajaran nilai dan etika yang terencana.
- Belajar melalui pengalaman langsung atau aktivitas yang berkaitan dengan nilai-nilai ini.
Masyarakat
- Peran Tokoh Masyarakat dan Media:Tokoh masyarakat dan media berperan dalam mengungkapkan dan menanamkan nilai-nilai nilai di masyarakat.
Hambatan dalam proses penanaman nilai dan etika:
- Nilai yang ditanamkan di lingkungan berbeda bisa saja bertentangan secara tiba-tiba.
- Kurangnya konsistensi dalam pendekatan pengajaran nilai-nilai ini.
- Pengaruh media, teman, atau lingkungan yang merugikan.
Trik dan strategi memastikan penanaman nilai menjadi kebiasaan:
Menggabungkan pengajaran dan praktik:
- Perkuat nilai ini dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
-Pujian dan penghargaan karena mempraktikkan nilai-nilai baik.
- Melibatkan anak secara aktif dalam diskusi tentang nilai dan etika.
Pembentukan kebiasaan:
- Buat kebiasaan atau aktivitas yang berkaitan dengan nilai-nilai yang diinginkan.
- Tunjukkan dan perkuat perilaku yang konsisten dengan nilai-nilai yang ingin Anda tanamkan.
Perlu diketahui bahwa penanaman nilai dan etika memerlukan kesabaran, konsistensi, dan peran aktif seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan anak.
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm : 225:053034
Kelas :3H
Analisis jurnal 2

PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA

Di era globalisasi saat ini, perkembangan informasi global dapat dengan mudah diolah sehingga menimbulkan munculnya nilai-nilai dan sikap negatif yang dapat berdampak buruk pada perilaku generasi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh sifat generasi, nasionalisme, sosial budaya, dan moralitas individu. Pengembangan karakter sangat penting dalam pendidikan untuk memberikan nilai-nilai yang baik dan mencegah akibat negatif terhadap perilaku anak. Namun, faktor-faktor seperti ekspektasi masyarakat, seperti guru, orang tua, dan masyarakat, juga berkontribusi terhadap kualitas moral anak.

Di sekolah, siswa memerlukan lembaga formal dan metode pengajaran untuk mengembangkan pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral yang baik. Pendidikan formal sangat penting karena mempengaruhi pendidikan moral dan pengembangan karakter. Moral berasal dari bahasa Latin dan didasarkan pada gagasan universal tentang perilaku manusia, perilaku yang baik, dan perilaku yang baik. Pendidikan moral berfokus pada pentingnya nilai-nilai moral, seperti moralitas, etika, dan etika. Ini adalah definisi universal yang ditetapkan oleh semua pemerintahan, dan terdapat berbagai sumber pengetahuan tentang moral, etika, dan nilai-nilai.

Menurut Fatchul Mu’in terdapat enam karakter utama (pilar karakter) pada diri manusia yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai watak dan prilaku dalam hal-hal khusus. Keenam karakter ini dapat dikatakan sebagai pilar-pilar karakter manusia, di antaranya: (1) Respect (Penghormatan); (2) Responsibility (Tanggung Jawab); (3) Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga Negara); (4) Fairness (Keadilan dan Kejujuran); (5) Caring (Kepedulian dan Kemauan Berbagi); dan (6) Trustworthiness (Keparcayaan).

Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kitaberhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2.. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. PengambilanPerspektif(PerspektiveTaking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Perilaku Moral (Moral Action)
Perilaku moral adalah produk dari dua bagian karakter lainnya. Jika orang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional seperti yang baik, mereka memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benar.
1. Kompetensi
Kompetensi moral adalah kemampuan mengubah pertimbangan dan perasaan moral ke dalam tindakan moral yang efektif.
2. Kehendak
Menjadi baik sering kali menuntut orang memiliki kehendak untuk melakukan tindakan nyata, mobilisasi energi moral untuk melakukan apa yang menurut kita harus dilakukan.
3. Kebiasaan
Dalam banyak situasi, kebiasaan merupakan faktor pembentuk perilaku moral.