Kiriman dibuat oleh Ghebi Armando

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Ghebi Armando -
Nama : Ghebi Armando
NPM : 2215061094
Kelas : PSTI B

Identitas nasional adalah hal yang mendasari dan menjadi karakter khas suatu bangsa, serta diperlukan untuk menjaga keutuhan dari suatu negara. Identitas nasional memiliki empat unsur, yaitu
a. Suku bangsa atau golongan sosial yang telah ada sejak lahir, yang mana di Indonesia sendiri sebagian besar suku bangsa berada di daratan pulau Jawa.
b. Agama, di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam agama seperti, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
c. Kebudayaan merupakan pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan dan menjadikannya rujukan untuk bertindak terhadap lingkungan yang sedang ditinggali.
d. Bahasa, digunakan untuk menjadi sarana dalam berinteraksi dengan sesama masyarakat Indonesia agar tujuan dari suatu pemikiran seseorang dapat tersampaikan kepada orang lain.

Identitas nasional Indonesia tercantum dalam UUD 1945 pasal 35 dan 36 C. Berikut identitas yang melihatkan jati diri Indonesia, yaitu:
a. Bahasa Indonesia
b. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
c. Bendera Merah Putih
d. Lambang negara Pancasila
e. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
f. Dasar falsafah negara yaitu Pancasila
g. Konstitusi hukum dasar negara UUD 1945
h. Negara Kesatuan Republik Indonesia
i. Wawasan Nusantara
j. Kebudayaan Nasional

Sebagai penerus bangsa, sebaiknya kita dapat memantapkan wawasan nusantara dan emngenal serta memahami identitas negara karena kitalah yang memiliki tanggung jawab untuk meneruskan warisan nenek moyang kia ini kea nak cucu kita nanti

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Ghebi Armando -
Nama : Ghebi Armando
NPM : 2215061094
Kelas : PSTI B

Analisis Jurnal Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia

Negara Indonesia dari dahulu telah sering mengalami perubahan dalam segi azas, paham, idiologi, dan lainnya. Yang mana proses perubahan tersebut mencapai puncak pada zaman orde baru yang ditandai dengan berkuasanya kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun pada orde baru. Kemudian hal tersebut kemudian digantikan dengan masa-nya orde reformasi. Digantikannya orde baru tersbut karena terdapatnya kesalahan pada zaman tersebut yang mana pada zaman tersebut terdapat penerapan politik pemerintahan yang sentralistik. Karena banyaknya masalah yang terjadi, maka diperlukan strategi kebudayaan nasional untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Identitas merupakan representasi dari diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dalam masyarakat identitas merupakan sebuah sarana pembentukan pola pikir yang diperlukan untuk adanya suatu kesadaran nasional, yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Intregitas sendiri juga akan terbentuk apabila ada identitas yang mendukungnya, misalkan kesamaan bahasa, nilai sistem budaya, cita-cita, dan kesamaan yang mendukung lainnya. Contohnya saja seperti kelompok pedagang kaki lima yang terbentuk identitasnya karena sama mengahadapi satu permasalahn yang sama, seperti sama-sama menghadapi aparat satpol PP.

Indonesia sendiri memiliki berbagai macam keragaman, yang mana dengan perbedaan tersebut akan menimbulkan pertentangan yang membuat membuat masyarakat menyadari adanya pluralitas. Hal ini, lama kelamaan jika dibiarkan akan menimbulkan adanya faham sentrisme, seperti etnosentrisme, religisentrisme, dan lainnya. Etnosentrisme ini merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Apabila faham etnosentrisme ini makin menguat, maka akan membuat semangat dalam pemekaran daerah pada daerah tertentu.

Konsep mengenai integritas nasional ini akan menjadi penting untuk dijadikan sebagai sebuah strategi kebudayan bagi bangsa Indonesia, yang mana ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Untuk lebih meluaskan lagi pembentukan integritas, maka hal-hal yang menghambat cita-cita bangsa seperti kebijakan otonomi daerah, harus dihilangkan akan cita-cita tersebut dapat terealisasikan.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Ghebi Armando -
Nama : Ghebi Armando
NPM : 2215061094
Kelas : PSTI B

Analisis Jurnal Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa

Kearifan lokal secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau kepribadian budaya suatu bangsa (Haryati Subadio, 1986: 18-19). Menurut Mundarjito (1986: 41) berpendapat bahwasanya kearifan lokal terbina secara kumulatih dan terbentuk secara evolusioner, bersifat tidak abadi, bisa menyusut, serta tidak selamanya tampak jelas secara lahiriah. Jadi, kearifan lokal dapat disimpulkan sebagai kebijkan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya untuk kelangsungan hidup berkelanjutan.

Sejak awal berdirinya negara Indonesia sudah memiliki identitas bangsa multietnis dan multicultural, yang mana mengandung masalah legitimasi kultural, seperti kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan yang memicu terjadinya konflik sosial. Namun untuk keparahan dari permasalahan ini berlum seburuk dari negara bermasalah lainnya. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan merebitalisasikan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Kebudayaan bangsa merupakan kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Yang mana dapat bahwa usaha kebudayaan harus menuju kea rah kemajuan adab, budaya, dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan dari kebudayaan asing yang dapat memberikan perkembangan yang lebih lagi signifikan lagi bagi kemajuan bangsa Indonesia. Sebuah kebudayaan juga terdapat yang namanya sistem nilai, yang mana sistem nilai itu sendiri merupakan sebuah sistem ide tentang hal-hal yang dianggap berharga dan bernilai dalam kehidupan. Dengan meningkatnya kebudayaan bangsa, maka hal tersebut dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas negara.