Nama: Raihan Maulana
NPM: 2255061002
Kelas: PSTI A
Prodi: Teknik Informatika A
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab: Isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia membahas tentang kurangnya kinerja Indonesia terkait Hak Asasi Manusia, kurangnya kinerja ini merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan menjadi ancaman nyata yang terlihat dari raung-ruang kebebasan sipil yang mulai ditutup. Hal positif yang didapat adalah sebagai Warga Negara Indonesia yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila, seharusnya kita turut serta dalam menjaga keutuhan Hak Asasi Manusia di Negara Indonesia, sebagai Warga Negara Indonesia, kita mesti menghargai tiap-tiap warga lainnya tanpa bersikap rasis pada suku, agama, ras, dan budaya.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab: Demokrasi di Indonesia diambil dari nilai-nilai adat seperti nilai Ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, nilai keadilan yang dituangkan ke dalam Pancasila. Prinsip demokrasi Indonesia yang diawali dengan "Ketuhanan yang Maha Esa" menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki nilai religius dalam sehari-harinya.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab: Tidak semua praktik demokrasi Indonesia telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, contohnya kemarin sempat viral seorang anak muda mengkritik provinsinya, tetapi dia malah dilaporkan, padahal kebebasan berpendapat merupakan salah satu hak asasi manusia yang dilindungi oleh UUD NRI 1945, dengan viralnya kasus tersebut, rakyat Indonesia mendukung kasus tersebut hingga tuntas bahkan sampai provinsi itu didatangi langsung oleh Pak Presiden. Sebagai Pemerintah, seharusnya mempertimbangkan keadaan rakyatnya, bukan menghabiskan anggaran negara untuk alasan yang tidak krusial.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab: Saya merasa cukup jengkel, sebagai perwakilan rakyat, digaji dari rakyat, harusnya mereka juga bekerja untuk rakyat, bukan hanya mengikuti pada kepentingan politik pribadi/kelompok tertentu atau ketua partai saja. Saya tidak bisa berbuat banyak karena tidak mempunyai kuasa yang kuat, tetapi dengan melakukan kritik bersama-sama, seharusnya mereka sadar tindakan mereka seharusnya didasarkan atas kepentingan umum, bukan hanya perintah ketua partai.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab: Tentu saja hal itu bertentangan dengan Hak Asasi Manusia, seiring kekuasaan yang besar, ditanggung dengan tanggung jawab yang besar pula, jangan menggunakan kekuasaan untuk memanipulasi emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, tetapi buatlah agar semua pihak dapat saling berkontribusi baik satu sama lainnya.
NPM: 2255061002
Kelas: PSTI A
Prodi: Teknik Informatika A
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab: Isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia membahas tentang kurangnya kinerja Indonesia terkait Hak Asasi Manusia, kurangnya kinerja ini merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan menjadi ancaman nyata yang terlihat dari raung-ruang kebebasan sipil yang mulai ditutup. Hal positif yang didapat adalah sebagai Warga Negara Indonesia yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila, seharusnya kita turut serta dalam menjaga keutuhan Hak Asasi Manusia di Negara Indonesia, sebagai Warga Negara Indonesia, kita mesti menghargai tiap-tiap warga lainnya tanpa bersikap rasis pada suku, agama, ras, dan budaya.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab: Demokrasi di Indonesia diambil dari nilai-nilai adat seperti nilai Ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, nilai keadilan yang dituangkan ke dalam Pancasila. Prinsip demokrasi Indonesia yang diawali dengan "Ketuhanan yang Maha Esa" menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki nilai religius dalam sehari-harinya.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab: Tidak semua praktik demokrasi Indonesia telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, contohnya kemarin sempat viral seorang anak muda mengkritik provinsinya, tetapi dia malah dilaporkan, padahal kebebasan berpendapat merupakan salah satu hak asasi manusia yang dilindungi oleh UUD NRI 1945, dengan viralnya kasus tersebut, rakyat Indonesia mendukung kasus tersebut hingga tuntas bahkan sampai provinsi itu didatangi langsung oleh Pak Presiden. Sebagai Pemerintah, seharusnya mempertimbangkan keadaan rakyatnya, bukan menghabiskan anggaran negara untuk alasan yang tidak krusial.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab: Saya merasa cukup jengkel, sebagai perwakilan rakyat, digaji dari rakyat, harusnya mereka juga bekerja untuk rakyat, bukan hanya mengikuti pada kepentingan politik pribadi/kelompok tertentu atau ketua partai saja. Saya tidak bisa berbuat banyak karena tidak mempunyai kuasa yang kuat, tetapi dengan melakukan kritik bersama-sama, seharusnya mereka sadar tindakan mereka seharusnya didasarkan atas kepentingan umum, bukan hanya perintah ketua partai.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab: Tentu saja hal itu bertentangan dengan Hak Asasi Manusia, seiring kekuasaan yang besar, ditanggung dengan tanggung jawab yang besar pula, jangan menggunakan kekuasaan untuk memanipulasi emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, tetapi buatlah agar semua pihak dapat saling berkontribusi baik satu sama lainnya.