Nama: Ajeng Nursyifa
NPM: 2215061031
Kelas: PSTI C
A. Sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Saat ini kabar berita banyak tersebar di media massa, sehingga masyarakat dapat menilai bagaimana sistem politik di Indonesia. Contohnya, seperti masih maraknya kasus tindak pidana korupsi kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pejabat. Tidak jarang terdengar juga bahwa kejaksaan hukum Indonesia turut menerima suap untuk membebaskan atau memberikan hukuman yang tidak sesuai dengan pasal yang berlaku. Tetapi tidak semua kejaksaan juga mau menerima suap, karna mereka sadar dengan tugas, dan tanggung jawab mereka sebagai penegak hukum. kurangnya Moral dan kesadaran hati dari tiap-tiap jiwa manusia, kurangnya kesadaran hati nurani untuk menghormati dan mencintai sesama, kurangnya membela kaum tertindas, serta tidak menunjukan sikap altruistik dengan tidak mementingkan kepentingan masyarakat banyak dengan mendasarkan diri pada individualisme dimana sikap ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
B. Menurut pandangan saya, etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya cukup baik. Saya tinggal di perumahan yang masyarakatnya ramah-ramah, saling peduli, tidak membeda-bedakan satu kelompok dengan kelompok lain. Tetapi di sisi lain, di luar dari lingkungan tempat tinggal. Saya sering melihat kurangnya etika untuk generasi muda. Mungkin melihat perubahan zaman saat ini yang sudah tercampur dengan globalisasi jadi banyak budaya-budaya luar yang dilihat oleh anak muda saat ini, dan ada beberapa yang di praktikan. Padahal budaya di Indonesia dengan diluar tentu berbeda.
Solusi yang dapat dilakukan menurut saya adalah :
1. Melakukan edukasi moral terhadap anak muda yang memiliki perilaku yang buruk agar dapat terkontrol lebih baik.
2. Membatasi penggunaan sosial media, karena sosial media merupakan senjata bagi kaum anak muda untuk melakukan aksi imoral mereka yang dimana hal tersebut adalah perbuatan yang tidak beretika
3. Pengawasan orang tua. Pengawasan orang tua sejak dini sangatlah penting, karena dengan ini para orang tua dapat membatasi dan mengawasi kegiatan kegiatan mereka ketika berselancar di internet.
4. Melakukan hukuman yang setimpal. Sebagai contoh untuk perilaku bullying, perlunya diberikan hukuman isolasi dan diberikan rehabilitasi mental agar pelaku dapat menyesali perbuatannya hingga menjadi pribadi yang lebih baik.
5. Pembatasan siaran dewasa atau kekerasan terhadap anak muda yang berusia dibawah 17 tahun agar tidak terdoktrin untuk melakukan kekerasan yang sama, karena usia tersebut merupakan usia yang rentan untuk melakukan kekerasan.
Terima Kasih:')
NPM: 2215061031
Kelas: PSTI C
A. Sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Saat ini kabar berita banyak tersebar di media massa, sehingga masyarakat dapat menilai bagaimana sistem politik di Indonesia. Contohnya, seperti masih maraknya kasus tindak pidana korupsi kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pejabat. Tidak jarang terdengar juga bahwa kejaksaan hukum Indonesia turut menerima suap untuk membebaskan atau memberikan hukuman yang tidak sesuai dengan pasal yang berlaku. Tetapi tidak semua kejaksaan juga mau menerima suap, karna mereka sadar dengan tugas, dan tanggung jawab mereka sebagai penegak hukum. kurangnya Moral dan kesadaran hati dari tiap-tiap jiwa manusia, kurangnya kesadaran hati nurani untuk menghormati dan mencintai sesama, kurangnya membela kaum tertindas, serta tidak menunjukan sikap altruistik dengan tidak mementingkan kepentingan masyarakat banyak dengan mendasarkan diri pada individualisme dimana sikap ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
B. Menurut pandangan saya, etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya cukup baik. Saya tinggal di perumahan yang masyarakatnya ramah-ramah, saling peduli, tidak membeda-bedakan satu kelompok dengan kelompok lain. Tetapi di sisi lain, di luar dari lingkungan tempat tinggal. Saya sering melihat kurangnya etika untuk generasi muda. Mungkin melihat perubahan zaman saat ini yang sudah tercampur dengan globalisasi jadi banyak budaya-budaya luar yang dilihat oleh anak muda saat ini, dan ada beberapa yang di praktikan. Padahal budaya di Indonesia dengan diluar tentu berbeda.
Solusi yang dapat dilakukan menurut saya adalah :
1. Melakukan edukasi moral terhadap anak muda yang memiliki perilaku yang buruk agar dapat terkontrol lebih baik.
2. Membatasi penggunaan sosial media, karena sosial media merupakan senjata bagi kaum anak muda untuk melakukan aksi imoral mereka yang dimana hal tersebut adalah perbuatan yang tidak beretika
3. Pengawasan orang tua. Pengawasan orang tua sejak dini sangatlah penting, karena dengan ini para orang tua dapat membatasi dan mengawasi kegiatan kegiatan mereka ketika berselancar di internet.
4. Melakukan hukuman yang setimpal. Sebagai contoh untuk perilaku bullying, perlunya diberikan hukuman isolasi dan diberikan rehabilitasi mental agar pelaku dapat menyesali perbuatannya hingga menjadi pribadi yang lebih baik.
5. Pembatasan siaran dewasa atau kekerasan terhadap anak muda yang berusia dibawah 17 tahun agar tidak terdoktrin untuk melakukan kekerasan yang sama, karena usia tersebut merupakan usia yang rentan untuk melakukan kekerasan.
Terima Kasih:')