NAMA : Andes Potipera Sitepu
NPM : 2215061080
KELAS : PSTI D
PRODI : TEKNIK INFORMATIKA
Analisis soal
post test
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
JAWABAN : Mengenai ditegakkannya Hak Asasi Manusia, artikel ini menjelaskan bahwa ada Lembaga yang mencatat bahwa kinerja negara Indonesia tentang HAM di tahun 2019 masih terbilang buruk. Komnas HAM mencatat ada banyak pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Hal ini terjadi karena tidak adanya proses peradilan dan akuntabilitas terhadap pelanggaran HAM yang terjadi karena aparat keamanan, dan meningkatnya pembatasan kebebasan berekspresi serta bersuara menyampaikan pendapat dan kebebasan untuk beragama yang sesuka hati melalui aturan maupun praktik kebijakan, adanya diskriminasi yang didasarkan pada gender, kegagalan pemerintah untuk menghadirkan keadilan, mengungkapkan kebenaran, dan pemulihan untuk korban dari pelanggaran HAM di masa lalu, dan terjadinya banyak pelanggaran HAM yang ada di Papua, tetapi saya juga bisa mendapatkan hal positif yaitu dengan adanya upaya dari negara dan bangsa Indonesia untuk terus melakukan reformasi yang akan memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, ditegakkannya supremasi hukum juga memperbaiki sistem aparat keamanan demi mencegah terjadinya pelanggaran HAM.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
JAWABAN : Menurut analisis saya, demokrasi Indonesia yang dianut oleh nilai-nilai budaya dan adat istiadat asli Indonesia menunjukkan pentingnya keragaman, pertimbangan, dan penghargaan terhadap pendapat semua pihak. Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam penyelenggaraan negara dan masyarakat. Hal ini mencerminkan keharmonisan antara sistem demokrasi dan nilai-nilai agama yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia. Demokrasi Indonesia berlandaskan Pancasila, berakar pada nilai budaya/adat istiadat asli bangsa Indonesia. Untuk mencapai sistem pemerintahan yang baik dan lancar, demokrasi harus sesuai dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa berarti kompleksitas sistem dan perilaku dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus berprinsip, sesuai dengan nilai dan prinsip dasar Ketuhanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
JAWABAN : Praktik demokrasi Indonesia saat ini terus menghadapi beberapa tantangan untuk memastikan kesesuaian dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan nilai-nilai hak asasi manusia. Isu-isu yang perlu ditangani termasuk pelanggaran hak asasi manusia, pembatasan kebebasan berekspresi dan akses yang tidak setara terhadap keadilan dan layanan publik. Namun demikian, upaya reformasi dan langkah-langkah penguatan demokrasi dan perlindungan HAM terus dilakukan, termasuk melalui kebijakan, regulasi, dan partisipasi publik. Penting bagi pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat untuk terus berupaya meningkatkan praktik demokrasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan hak asasi manusia.
4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
JAWABAN : Saya akan bersikap menentang karena keadaan di mana anggota parlemen menggunakan posisinya untuk mempromosikan tujuan politik pribadi atau kelompok yang bertentangan dengan kepentingan nyata masyarakat melanggar etika politik dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga demokrasi. Praktik-praktik semacam itu dapat mengaburkan tujuan demokrasi, yang seharusnya mencakup partisipasi rakyat, pengambilan keputusan bersama, dan keadilan. Hal ini juga dapat memperlebar jurang pemisah antara elite politik dan masyarakat, serta melemahkan legitimasi demokrasi itu sendiri.
5. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
JAWABAN : Menurut saya, orang-orang dengan kekuatan karismatik yang menggunakan tradisi atau agama untuk membangkitkan kesetiaan dan emosi orang, bahkan jika itu berarti dikorbankannya individu atau kelompok, sangatlah kritis. Di era demokrasi saat ini, di mana hak asasi manusia diakui dan dihargai, tindakan seperti itu melanggar nilai-nilai demokrasi dan mengancam kebebasan dan martabat setiap individu. Penggunaan kekuasaan karismatik untuk tujuan jahat dan dengan mengorbankan hak asasi manusia merusak prinsip dasar demokrasi seperti keadilan, kesetaraan, dan kebebasan individu.