Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi Ibu dan teman-teman, sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama : Sayu Feni Sinta Dewi
NPM : 2213023001
Kelas : 3A
Prodi : Pendidikan Kimia
Izin untuk menanggapi dengan menganalisis mengenai video 1 dan 2 pada pertemuan 2.
Hasil analisis video 1
Sebuah bisnis konveksi yang terletak di Jalan Santren Raya, Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus yang dinamakan "Ribbie Handmade". Merupakan produsen terkenal di Kudus yang membuat aneka macam gamis, souvenir, pouch dan lainnya. Proses produksi konveksi ini menggunakan proses mempola, kedua membordir.
Perjalanan bisnis ini dimulai ketika Beliau Maulida Arifyani semasa kuliah di tahun 2010, pada saat itu ia hanya membuat bros dan bantal untuk dijual, dengan modal awal yaitu 70 ribu. Selama 12 tahun bisnis berjalan sudah membuat legging, bantal, celana, masker, souvenir bantal, souvenir handuk, souvenir pouch, dan souvenir tas. Untuk pemasaran offline bisnis ini berada di rumah, dan untuk pemasaran online berada di facebook, instagram, shopee, dan via whatsapp.
Bisnis ini sudah mencapai pesanan ke Malaysia, melalui reseller. Dan pesanan sehari-harinya paling banyak di luar Jawa atau luar kota. Barang yang dijual di toko ini dimulai dari harga Rp 5.500. Dan untuk perekrutan karyawan atau pekerja hanya di sekitar toko offline.
Hasil analisis video 2
Dalam menghasilkan ide bisnis yang inovatif, harus memerlukan rumus agar bisnis tersebut bisa berjalan. Dalam bisnis, memiliki rumus umum pertama yaitu, Y + (-k+s) = I. Dimana keterangan untuk Y adalah produk, (-k) adalah kekurangan dari produk hari ini, (s) adalah solusi yang diberikan atas kekurangan dari produk, dan (I) adalah inovasi. Rumus ini memiliki syarat dimana (-k < s).
Sebagai contoh, aplikasi Go-Jek. Dimana dalam rumus, Y merupakan produk dan produknya adalah motor ojek-ojek pangkalan. Lalu, untuk (-k) yaitu kekurangan dalam aksesibilitas. Serta, untuk solusinya yaitu menambahkan aksesibilitas. Sehingga, terjadinya pembuatan aplikasi Go-Jek yang bisa diakses kapan saja tanpa harus datang ke pangkalan ojek.
Untuk rumus umum kedua, hampir sama dengan rumus umum pertama, hanya bedanya penambahan variabel yang lebih penting. Dengan rumus yaitu, Y + {[-k^a.^A] + [s^a.^A]} = I, keterangannya yaitu untuk Y masih sama yaitu produk, untuk (-k) masih sama merupakan kekurangan produk hari ini, (s) masih sama merupakan solusi dari kekurangan suatu produk, (a.A) adalah anxiety index, dan I masih sama yaitu inovasi. Fungsi penambahan anxiety index ini berguna sebagai faktor pengganda. Semakin besar anxiety index, semakin besar pula ide bisnis anda menarik minat konsumen.
Sebagai contoh dengan rumus umum kedua ini yaitu, dilihat penjual mie ayam yang membuat mie hanya dengan begitu-begitu saja. Hal ini merupakan kekurangan dari suatu produk, dan solusi yang ditawarkan yaitu dengan cara mengubah warna mie yang ada pada mie ayam pada umumnya dengan warna-warna lain seperti biru, hijau, dan sebagainya, dimana ini merupakan anxiety index atau merupakan faktor pengganda, sehingga dalam menentukan anxiety index kita harus memastikan apakah keresahan ini merupakan keresahan yang dialami masyarakat atau tidak, jika tidak dan ada masyarakat yang biasa saja dengan warna mie itu maka itu harus diperhitungkan, dan biasanya tidak jadi inovasi yang cetar atau laris.
Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis video 1 dan 2 tersebut yaitu dalam menjalankan bisnis kita harus memiliki masalah yang dihadapi oleh kalangan masyarakat, ketika sudah mendapatkan masalah maka harus mencari solusi yang bagus untuk menemukan ide inovasi yang berbeda. Ketika sudah muncul ide inovasi, kita harus memiliki modal awal untuk berbisnis, walaupun modal kecil tetapi jika ada niat dan doa serta ide inovasi yang sangat unik dan dibutuhkan dalam masyarakat maka modal itu nantinya akan menjadi untung, dan ketika sudah memiliki untung yang banyak bisa diperbanyak variasi ide lain, sehingga bisnis yang sedang dikembangkan akan semakin pesat.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih Ibu dan teman-teman.