Nama : Shella Priscillia
NPM : 2253053054
Kelas : 3H
ANALISIS JURNAL 1
Nama Jurnal : Jurnal Cakrawala Pendidikan
Nomor : 2
Tahun: 2009
Judul : Pendidikan nilai moral ditinjau dari perspektif global
Nama Penulis : Sudiati
Masalah pendidikan moral di negara-negara dengan karakteristik ideologi yang berbeda seperti Indonesia, Malaysia, India dan China
1.Indonesia
Pendidikan nilai di Indonesia masih kurang dikenal dalam perspektif global, dimana pendidikan masih terfokus pada kurikulum nasional dan lokal yang belum lengkap. Misalnya, pendidikan moral Pancasila dan agama tidak mencapai tujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan humanistik ke dalam benak siswa. Menurut Afiyah (2003), kelemahan pendidikan agama disebabkan karena materi pendidikan agama hanya terfokus pada aspek kognitif, sehingga pada aspek sosial dan psikomotorik kurang adanya toleransi dalam bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
2. India
Pendidikan nilai di India dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran ilmiah, sosial dan kewarganegaraan terhadap nilai-nilai yang tidak dikembangkan secara khusus dari sudut pandang agama tetapi bersifat universal.
3.Malaysia
Pendidikan nilai diberikan di sekolah dasar. Pendidikan langsung dilaksanakan dengan pendidikan nilai moral dan pendidikan agama, pendidikan tidak langsung dilaksanakan dengan pendidikan kewarganegaraan dan kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun pendidikan etika di Malaysia cukup konsisten, namun masih terdapat beberapa kendala.
4. Cina
Pendidikan dikaitkan dengan kewajiban moral. Pendidikan moral diberikan seminggu sekali, guru dianjurkan menggunakan metode pembelajaran yang menonjolkan pengalaman hidup sehari-hari.
a. Aspek pendidikan nilai-nilai moral. Teori perkembangan moral
Nilai moral bersifat relatif, perkembangan moral dipahami sebagai internalisasi langsung standar budaya eksternal.
b. Pendidikan nilai-nilai moral
Pendidikan nilai-nilai etika merupakan pendidikan yang berupaya mengembangkan unsur integrasi pribadi
c. dibandingkan dengan Metode pendidikan nilai-nilai moral
Pendekatan dapat dipilih berdasarkan banyaknya nilai yang dipilih untuk ditanamkan dan dikembangkan.
nilai tidak bisa hanya diwakili oleh
seorang guru atau hanya dalam satu
pelajaran, tetapi pemformatan diperlukan banyak topik berbeda cocok secara individu atau kombinasi
d. Metode dan teknik pendidikan nilai moral
Untuk menerapkan konsep pendidikan nilai di atas diperlukan beberapa metode.
1. Metode langsung dimulai dengan mengidentifikasi perilaku yang dianggap baik untuk menyebarkan berbagai ajaran.
2. Metode tidak langsung tidak dimulai dengan pendefinisian perilaku
diinginkan, namun ciptakan situasi yang memungkinkan terjadinya perilaku tersebut
Hal-hal baik bisa dilakukan.