Kiriman dibuat oleh Rahmawati 2213053210

Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Jurnal 2
Moral merupakan nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut. Pendidikan karakter
adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.
Terdapat 6 karakter utama (pilar karakter) pada diri manusia yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai watak dan perilaku dalam hal-hal khusus yaitu :
1. Respect (Penghormatan)
2. Responsibility (Tanggung Jawab)
3. Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga
Negara)
4. Fairness (Keadilan dan Kejujuran)
5. Caring (Kepedulian dan Kemauan Berbagi)
6. Trustworthiness (Kepercayaan).

Pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup antara lain :
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dan berproses dalam satu institusi besar akan tetapi dikatakan dengan Tri Pusat (Pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat). Pendidikan karakter pada dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling berkaitan yaitu :
1. Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya
2. Tanggung jawab kedisiplinan dan kemandirian
3. Kejujuran
4. Hormat dan santun
5. Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama
6. Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah
7. Keadilan dan kepemimpinan
8. Baik dan rendah hati
9.Toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Video 1
Dari video yang sudah saya tonton dapat disimpulkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, jadi kita dianjurkan untuk saling membantu terhadap sesama. Bahkan dalam urusan ibadah kepada Tuhan pun kita juga membutuhkan bantuan orang lain. Kegiatan saling tolong menolong tidak memandang atau membedakan adanya ras, suku, bangsa, agama, keturunan, status sosial, dan pendidikan manusia. Semakin banyak orang yang berbuat baik dengan saling menolong sesama, akan rukun dan bermanfaat pula dalam kehidupannya serta kehidupan orang lain.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Jurnal 1
Banyak diantara kalangan milennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai agama. Para Dosen agama Universitas Pamulang melihat fenomena yang berkembang di masyarakat tentang semakin menjauhnya Agama terhadap kehidupan bermasyarakat yang diakibatkan perkembangan teknologi digital yang semakin merebak di era digital akhirnya berdampak terhadap perkembangan pembelajaran PAI di lingkungan MTS Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Maka dilakukanlah Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial dilaksanakan oleh tim PKM program studi Manajemen Universitas Pamulang yang terdiri dari para dosen agama Universitas Pamulang. Degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan milennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital, dengan dilaksanakannya kegiatan PKM ini peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan milennial di era digital.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Tanya Jawab

oleh Rahmawati 2213053210 -
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Terdapat 8 fungsi keluarga dalam menanamkan moral terhadap anak di rumah antara lain :
•Fungsi Agama
Keluarga menanamkan dan menumbuhkan serta mengembangkan nilai-nilai agama agar menjadi anak yang berakhlak baik dan bertakwa. Nilai dasar yang harus dipahami dan ditanamkan dalam keluarga yaitu iman, taqwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesalehan, ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, sabar, ikhlas, dan kasih sayang.
•Fungsi Sosial Budaya
Nilai yang harus ditanamkan yaitu tentang gotong royong, sopan santun, kerukunan, peduli, kebersamaan dan toleransi.
•Fungsi Cinta dan Kasih sayang
Dengan kasih sayang orang tua anak belajar bukan hanya menyayangi tetapi juga belajar menghargai terhadap orang lain.
•Fungsi Perlindungan
Keluarga harus saling memberikan rasa aman, tenang dan tentram antara satu dengan lainnya.
•Fungsi Reproduksi
Nilai yang harus ditanamkan dalam keluarga pada fungsi reproduksi yaitu tanggung jawab, sehat dan teguh.
•Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai yang harus ditanamkan dalam keluarga yaitu percaya diri, luwes, rajin, kreatif, tanggung jawab, dan kerjasama.
•Fungsi Ekonomi
Dilakukan dengan cara mencari sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
•Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
Sebagai wahana bagi keluarga agar dapat mengaktualisasikan diri dalam membangun dirinya menjadi keluarga yang sejahtera.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Video 3
Sebagai makhluk sosial manusia dilihat sebagai makhluk yang memiliki dorongan untuk hidup berkelompok dan bermasyarakat. Manusia harus menempatkan diri dan berperan sesuai dengan statusnya dalam masyarakat dan lingkungan tempat ia berada. Karena disetiap lingkungan ada tata aturan masing-masing yang harus di penuhi agar dalam hubungan antar individu dengan kelompok lingkungan terjalin hubungan yang baik dan juga harmonis. Nilai moral memberikan arahan dan menjadi acuan bagi tindakan yang dilakukan, serta membantu individu atau masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan keadilan sosial.