Kiriman dibuat oleh Amanda Debi Pradita

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Amanda Debi Pradita -
NAMA : AMANDA DEBI PRADITA
NPM : 2213053215
KELAS : 2E

POST TEST JOURNAL

Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormata kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabatbangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia.

Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP. Berdasarkan sejumlah gambaran tersebut, konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.

Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.

Kelas 2E -> FORUM ANALISIS DISKUSI KELOMPOK

oleh Amanda Debi Pradita -
NAMA : AMANDA DEBI PRADITA
NPM: 2213053215
KELAS : 2E

ANALISIS VIDIO :

Identitas nasional merupakan suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang di dalam macam-macam aspek kehidupan dari ratusan suku dan dihimpun menjadi satu kesatuan. Hakikat identitas nasional dalam hidup berbangsa dan bernegara adalah Pancasila ,karena Pancasila merupakan aktualisasi yang tercermin dalam penataan kehidupan kita.
Unsur identitas nasional yaitu :
1. suku bangsa
2. agama
3. budaya
4. bahasa
Integritas Nasional adalah proses penyesuaian diantara unsur unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.
Definisi Integrasi menurut Myron Weiner
a. Penyatuan kelompok budaya
b. Pembentukan wewenang kekuasaan
c. Menghubungkan pemerintah dengan yang diperintah
d. Konsensus terhadap nilai
e. Perilaku yang terintegrasi

Faktor pendorong
1. Sejarah
2. Cinta tanah air
3. Rela berkorban
4. Consensus nasional

•Faktor Penghambat
1.Heterogen
2.Etnosentrime
3. Ketimpangan
4. Gangguan luar

•Bentuk Integritas Nasional
a. Asimulasi adalah pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
b. Akulturasi adalah penerimaan sebagian unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Amanda Debi Pradita -
NAMA : AMANDA DEBI PRADITA
NPM : 2213053215
KELAS : 2E

ANALISIS JURNAL

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

kearifan lokal sebagai pusaka budaya menempati posisi sentral sebagai inspirasi dalam penguatan jati diri atau identitas kultural. Penguatan jati diri suatu kelompok etnik atau bangsa menjadi begitu penting di era globalisasi, dengan harapan jangan sampai tercerabut dari akar budaya yang kita warisi dari para pendahulu ditengah-tengah kecenderungan homogenitas kebudayaan sebagai akibat dari globalisasi. Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi diberbagai wilayah di tanah air sehingga dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik.

Wacana tentang upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik. Artinya di satu pihak perlu adanya upaya memulihkan dan membangkitkan kembali ingatan dan kesadaran kolektif masyarakat lokal dengan ciri dan identitas budayanya masing-masing, sementara dipihak lain perlu adanya komitmen untuk meningkatkan kesadaran kolektif bersama sehingga semakin kuat tumbuhnya kesadaran identitas nasional yang memang telah ada sejalan dengan perkembangan historis bangsa ini. Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuh kembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi
dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia.

Ada upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.