གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ FRISKA FARADILA

Nama : Friska Faradila
NPM : 2213053278
Kelas : 2D
Prodi : PGSD

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Menurut saya isi artikel tersebut cukup lengkap tidak hanya menekankan pada satu hal saja tetapi memberikan pendangan dari berbagai sudut pandang ham, mulai dari buruknya ham di indonesia, peningkatan penegakan ham, serta masyarakat sipil yang berperan penting dalam penegakan ham yang lebih baik. Kemudian hal positif yang dapat saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut ialah saya menjadi tahu tentang keadaan ham di indonesia dari tahun 1999, apa saja permasalahan di dalam ham kemudian bagaimana seharusnya masyarakat ikut berperan penting dalam penegakan ham di Indonesia menjadi lebih baik lagi, serta menjadi sebuah dorongan atau motivasi untuk menjadikan Indonesia selangkah lebih maju dalam perlindungan dan penegakan ham.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab:
Demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia ialah merupakan hal yang tepat karena sejalan dengan Indonesia yang berjiwa nasionalisme yang menurun dari pahlawan negara yang bersatu dalam memerdekakan Indonesia, melalui nilai nilai adat istiadat inilah Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang akan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia dan tidak kehilangan rasa persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara serta mengedepankan kepentingan rakyat.
Menurut saya Prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang maha esa ialah suatu prinsip yang baik dan sejalan dengan negara Indonesia yang merupakan negara mayoritas dan wajib memeluk kepercayaan, dengan prinsip tersebut akan menciptakan rasa aman dan toleransi antar masyarakat.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
Sedikit yang saya tahu dalam berbagai kasus, demokrasi di Indonesia belum terlalu berjalan dengan baik dan menjunjung tinggi ham, contohnya Upaya investigasi pelanggaran HAM berat di Indonesia menghadapi kendala. Masyarakat tentu bisa menilai sendiri, bagaimana kasus Trisakti-Semanggi, kerusuhan dan penghilangan paksa Mei 1998 itu diusut. Ketidakmampuan menyelesaikan persoalan HAM menimbulkan keraguan warga akan keseriusan pemerintah mengusut persoalan tersebut. Tetapi dibalik demokrasi yang banyak mengalami kendala, ada hal yang telah Indonesia capai dalam perjalanan demokrasinya yaitu hak atas kebebasan berekspresi dan berkomunikasi, hak atas kebebasan berkumpul, hak atas kebebasan berorganisasi, dan hak untuk turut serta dalam pemerintahan.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab:
Menurut saya anggota parlemen yang seperti ini tidak mencerminkan sikap yang benar, seharusnya jika ia merupakan anggota perlemen yang benar ia akan bertindak dan melaksanakan agenda politik berdasarkan atas kepentingan rakyat. Hal seperti ini perlu kita waspadai dengan lebih selektif dan ketat dalam pemilihan anggota, kemudian memberikan tindakan hukum yang tepat kepada anggota perlemen secara adil karena telah menyalahi aturan dan kewajibannya.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab:
Menurut saya hal ini sangat meresahkan dalam lingkungan masyarakat, diharapkan masyarakat untuk lebih jeli dalam menilai tokoh atau pihak-pihak yang akan didukung. Karena hal ini akan mengarah pada eksploitasi masyarakat dan menyalahi hak asasi manusia, biasanya hal seperti ini akan menyalahi hak kebebasan dalam memilih, seperti dalam pemilu mereka mengikuti apa yang dipilih oleh tokoh yang mereka dukung.