nama :putri alya
npm : 2213053240
A. Peran Pancasila sebagai paradigma disiplin ilmu yakni terkandung dalam sila ke lima.
- Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik.
- Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani.
- sila ke ketiga merupakan suatu keharusan untuk menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia
- sila keempat Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal.
- sila kelima mengisyaratkan Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius. Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme.
B. saya berharap kedepannya para pemimpin, tokoh dunia, maupun warga negara bisa menjadikan Pancasila adalah nilai-nilai Pancasila itu sendiri, yang dipahami dan diposisikan sebagai sistem nilai, sehingga, ketika orang berbicara tentang “keadilan”, “Keadilan Berdasarkan Ketuhanan YME” putusan pengadilan maupun irah-irah bukan sekedar formalitas, melainkan sebagai jaminan agar substansinya sesuai, selaras dan berpedoman pada makna irah-irah tersebut, yakni benar dan adil dalam perspektif Tuhan YME.
npm : 2213053240
A. Peran Pancasila sebagai paradigma disiplin ilmu yakni terkandung dalam sila ke lima.
- Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik.
- Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani.
- sila ke ketiga merupakan suatu keharusan untuk menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia
- sila keempat Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal.
- sila kelima mengisyaratkan Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius. Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme.
B. saya berharap kedepannya para pemimpin, tokoh dunia, maupun warga negara bisa menjadikan Pancasila adalah nilai-nilai Pancasila itu sendiri, yang dipahami dan diposisikan sebagai sistem nilai, sehingga, ketika orang berbicara tentang “keadilan”, “Keadilan Berdasarkan Ketuhanan YME” putusan pengadilan maupun irah-irah bukan sekedar formalitas, melainkan sebagai jaminan agar substansinya sesuai, selaras dan berpedoman pada makna irah-irah tersebut, yakni benar dan adil dalam perspektif Tuhan YME.