Kiriman dibuat oleh ALIFAH HUSNUL KHOTIMAH 2213053056

Nama : Alifah Husnul Khotimah
Npm : 2213053056
Kelas : 1E

Analisis Jurnal

PNDIDIKAN PANCASILA, EKSISTENSINYA BAGI MAHASISWA

Pancasila merupakan pedoman bagi semua warga Indonesia untuk berinteraksi dalam konteks kebersamaan untuk mengokohkan NKRI. Adanya pendidikan kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia akan senantiasa diupayakan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 194 yakni sebagai manusia Indonesia yang religius, berkemanusiaan dan berkeadaban, yang memiliki nasionalisme, yang cerdas, yang berkerakyatan dan adil terhaap lingkungan sosialnya (Erwin, 2013,6). Tujuan diadakaannya pendidikan kewarganegaraan jika berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 43/DIKTI/Kep/2006, tujuan diadakannya pendidikan kewarganegaraan telah dirumuskan dalam visi dan misis sebgai berikt: Visi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna menghantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia seutuhnya.
Kedudukan dan Fungsi Pancasila dalam negara dan bangsa Indonesia menurut Munir dkk (2016, 18) adalah sebagai berikut:
1) Pancasilasebagai jiwa bangsa Indonesia
2) Pancasila sebagaai kepribadian bangsa Indonesia\
3) Pancasila sebagai pandangan hdup bangsa Indonesia
4) Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia
5) Pancasila sebagai Ideologi negara Republik Indonesia
6) Pancasila sebagai Perjnjian luhur bangsa Indonesia
7) Pancasila sebagai Dasar negara Republik Indonesia
8) Pancasila sebagai sumber Hukum Nasional
Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan mahasiswa yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, seperti sikap:
1) memiliki kemampuan untu mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya
2) memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejateraan serta cara-cara pemecahnya
3) mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahua, teknologi, dan seni.
4) memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.
Tujuan pendidikan di perguruan tinggi adalah agar mahasiswa :
1) dapat memahami dan mampu melaksanakan nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari
2) menguasai pengetahuan tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat
3) memupuk sikap dn perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma Pancasila
4) membantu mahasiswa dalam proses belajar, berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan menerapkan strategi heuristik terhadap nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan Pancasila mempunyai peran penting dalam membangun karakter generasi muda bangsa Indonesia
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Npm : 2213053056
Kelas : 1E

Analisis Video-2

Jepang menyerah kepada sekutu pada pada 14 Agustus 1945 yang dimana berita ini diketahui oleh pemuda Indonesia. pada saat 15 Agustus 1945 setelah kembalinya Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta dari Vietnam untuk memenuhi panggilan Marsekal Terauchi, terjadi konflik antara golongan muda dengan golongan tua karena golongan pemuda mendesak Soekaro untuk segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kemudian dengan dikomandoi oleh Sukardi, sebagian golongan muda menculik Soekarno-Hatta yang pada saat itu termasuk golongan tua menuju ke Rengasdengkol pada 16 Agustus 1945. Sedangkan di Jakarta terjadi perdebatan antara Wikana (golongan muda) dan Ahmad Soebardjo (golongan tua) tentang kapan dilaksanakannya Proklamasi. Akhirnya Proklamasi akan dilaksanakan di Jakarta pada tangga 17 Agustus 1945 sehingga Soekarno-Hatta dijemput untuk menuju rumah Lksamana Maeda utuk merumuskan tekas proklamasi yang kemudian naskah yang dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo diketik oleh Sayuti Melik. Penyusunan teks proklamasi diselesaikan hingga dini 17 Agustus 1945. Pada hari jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Serambi kediaman Soekarno di jalan Pegangsaan Timur nomor 56 Teks Proklamasi dibacakan oleh Soekarno dan didampingi oleh Moh. Hatta kemudian diikuti oleh pengibaran bendera merah putih untuk pertama kali.
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Npm : 2213053056
Kelas : 1E

Analisis Soal

A. sikap gotong royog yang saat ini bisa diwujudkan dalam rangka menghadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia adalah bermusyawarah dengan masyarakat setempat namun tetap mematuhi protokol kesehatan untuk saling membantu masyarakat yang kesulitan dalam berbagai hal selama masa pandemi.

B. Upaya yang saya hadapi dalam rangka menghadapi keberagaman lingkungan sekitar tempat tinggal serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu adalah tidak membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan disekitar lingkungan tmpat tinggal saya dan mengajak bersosialisasi masyarakat setempat untuk mediskusikan ha-hal yang mengganggu di sekitar tempat tinggal serta bersama-sama membangun lingkungan sekitar agar tercipta lingkungan yang aman damai dan ,makmur.

C. Yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara yaitu bahwa setiap kelompok/bangsa/negaara memiliki dasar atau acuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. seperti Indonesia mempunyai Pancasila sebagai identintas kelompok/bangsa/negara yang menjadi dasar,acuan, pandangan hidup sebagai pemersatu bangsa yang dimana nilai-nilai di dalamnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta bangsa yang aman dan damai.

D. Menurut saya, sikap para pendiri bangsa saat itu sangat bagus karena menyadari bahwa Indonesia terdiri atas beragama perbedaan yang dapat memicu konflik jika tidak disatukan, maka perbedaan itu semua harus saling menghargai dan bertoleransi.
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Npm : 2213053056
Kelas : 1E

Analisis Jurnal

Perbedaan mengenai landasan negara yang terjadi antara kelompok nasionalis Soekarno yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara dengan kelompok Islam yang dipimpin oleh Muhammad Natsir yang menginginkan negara Islam sebagai landasan negara. Perdebatan panjang antara Soekarno dan Natsir semakin meluas hingga sampai pada saat proses pembentukan negara Indonesia pada tahun 1945. Dalam upaya untuk menyusun dasar negara dibentuklah BPUPKI yang diresmikan pada 28 Mei 1945. dalam sidang BPUPKI perdebatan ini tidak menghasilkan titik terang sehingga dibentuklah panitia kecil yang beranggotakan 9 orang sebagian dari kelompok nasionalis dan sebagian lagi dari kelompok islam yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Pada 22 Juni 1945 terjadi kesepakatan antara kelompok nasionalis dengan kelompok Islam untuk menambah tujuh kata pada sila pertama yaitu "Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya". Setelah pembukaan proklamasi pada 17 Agustus 1945 sila pertama diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" dengan alasan untuk persatuan bangsa. perubahan ini diususlkan oleh Moh. Yamin.
berbagai kalangan cendekiawan, ilmuan dan agamawan di Indonesia menyepakati bahwa agama memberikan pedoman yang berasal dari Tuhan dan berfungsi sebagai pebimbing dan petunjuk dengan fungsi seperti ini tujuan pokok agama adalah keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian kepada penganutnya (Ishak, 2014). Hubungan antara agamadengan negara sejatinya menghadirkan sebuah tatanan yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa yang menegaskan bahwa negara atas nama konstitusi mengurusi agama dan kepercayaan sehingga munculnya pluralisme hukum dalam menjalani kehidupan politik, hukum, dan sosial yang harmonis.

Islam berisi tentang akidah, akhlak, ibadah serta berisi prinsip-prinsip hukum dan politik yang menuntun umat Islam mewujudkan kedamaian. Sebagai sebuah landasan, negara Islam mengandalkan keberagaman pandangan karena negara Islam lahir dari respons terhadap perkembangan politik muslim yang sering menghadapi perubahab setelah runtuhnya kekhalifahan Turki Utsmani.
Di Indonesia hubungan agama dan negara pada dasarnya dimaksudkan untuk mengisi ruang agama dan menciptakan kehidupan yang bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Hubungan Islam dan negara harus diartikan untuk menghadapi perkembangan zaman dan perkembangan masyarakat dalam berbagai apek lainnya seperti ekonomi, politik, globalisasi, sains, teknologi, isu-isu demokrasi, HAM, gender, pluralisme baik secara nasional maupun internasional (Hasan, 2015).

Indonesia yang merupakan negara yang memiliki landasan Pancasila tidak dapat mengklaim diri sebagai Negara Islam karena adanya keberagaman serta atas kesadaran dan kesepakatan bersama di antara Founding Fathers yang telah menyetujui dengan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa dan UUD 1945 sebagai konstitusi dalam menjalankan tatanan kenegaraan di Republik Indonesia.
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Npm : 2213053056
Kelas : 1E

Analisis Video-1

pada video di atas, Ir. Soekarno berpidato tentang Pancasila.
beliau mengatakan bahwa "Pancasila merupakan satu dasar yang dinamis". ini berarti Pancasila memiliki energi dalam dirinya untuk mempertahankan identitasnya, di satu pihak, dan di pihak lain, terbuka dan berdialog dengan perubahan zaman dengan segala dinamika dan berbagai ideologi yang mengikutinya.
"Pancasila satu-satunya dasar yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia". Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat beragam, mulai dari suku, budaya, ras, dan agama. karena keberagaman tersebut Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya. Namun keberagaman tersebut menciptakan perbedaan yang otomatis akan membuat berbagai macam konflik. maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia harus menjaga serta mencintai keberagaman yang kita miliki sehingga tidak terjadi perpecahan.