Kiriman dibuat oleh ALIFAH HUSNUL KHOTIMAH 2213053056

Nama : Alifah Husnul Khotimah
Npm : 2213053056

Analisis Soal-1

1. Tanggapan saya mengenai berita tersebut yaitu
Kemajuan teknologi yang semakin berkembang memberikan dampak positif juga dampak negatif bagi masyarakat luas. Salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi ini yaitu hoax, dimana sebuah informasi atau berita bohong yang disampaikan pada khalayak ramai. Ada banyak hal yang memicu dalam penyebaran hoaks, terutama karena teknologi yang sudah modern ini. Hal-hal tersebut meliputi gawai, internet, jaringan seluler, dan lain-lain. Semua itu memudahkan penyebaran informasi berlangsung cepat dengan alat komunikasi. disampaikan dalam berita tersebut bahwa sering kali, orang terpelajar itu tidak bisa membedakan antara berita hoaks dengan yang valid. Orang yang sudah termakan berita hoaks yang dikemas dan disebar secara masif justru lebih dipercaya dibandingkan berita yang valid.
Yang akan saya lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoax adalah tidak terburu buru dalam menerima informasi, cari dulu kebenaran informasi tersebut melalui beberapa sumber.

2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial akan banyak menimbulkan dampak negatif salah satunya dekadensi moral. Dimana banyak masyarakat luas yang menyalahgunakan kemajuan teknologi untuk hal hal negatif seperti contohnya menyebarkan berita hoax, konten negatif, cyber bullying, dan lainnya.
Solusi yang disampaikan bagi pengembangan IPTEK yang lebih baik yaitu memanfaatkan dan menggunakan sebaik baiknya teknologi yang berkembang sesuai kebutuhan.

3. Solusi yang diambil atas permasalahan ini adalah mengenalkan produk produk dalam negeri, mengembangkan inovasi untuk produk dalam negeri, serta memprioritaskan kebutuhan yang diperlukan saja.
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Npm : 2213053056

Analisis Video-2

PEMBOMAN HIROSHIMA DAN NAGASAKI PADA 9 AGUSTUS 1945

Pada tanggal 7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat yang memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat , Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan sejumlah negara jajahan Inggris serta sejumlah negara Amerika Latin untuk berperang melawan Jepang. Kemudian Jerman dan Italia bergabung kemudian.

Pada 6 Agustus 1945 merupakan puncak perang sekutu melawan Jepang dengan menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima, Jepang. Yang mengakibatkan Nyaris setengah dari penduduk kota Hiroshima tewas. Setelah 3 hari pasca pengeboman Hiroshima, sekutu menjatuhkan bom atom kedua di kota Nagasaki, Jepang pada 9 Agustus 1945.

6 hari setelah pengeboman Nagasaki, Jepang menyerah pada sekutu tepat pada tanggal 15 Agustus 1945. Pada saat itu menteri Jepang Sigemitsu menandatangani surat tanda Jepang menyerah di atas kapal perang Amerika Serikat yang menandai berakhirnya perang kedua di wilayah Pasifik.

Indonesia yang saat itu dijajah Jepang menggunakan terjadinya kekosongan kekuasaan tersebut dengan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Kelas : 1E
Npm : 2213053056

Analisis Video

Warga desa di kabupaten pekalongan beramai ramai menutup saluran pembuangan limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian karena merasa tidak nyaman dengan limbah pabrik yang dibuang di sungai.

Warga tidak tahan dengan bau limbah yang ditimbulkan juga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Warga meminta pihak aparat desa untuk bertindak terhadap masalah limbah tersebut dengan meminta menutup pabrik yang tidak memiliki alat pengolah limbah.

Warga melakukan aksi tersebut agar pemilik pabrik atau usaha tersebut dapat membuat tempat pengolah limbah tersendiri. Setelah di temui, ternyata sang pengusaha tidak tau cara mengolah limbah.
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Kelas : 1E
Npm : 2213053056

Analisis Jurnal

A. IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar
Judul Jurnal : Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Penulis : Syarifuddin
Halaman : 29-41
Tahun Penerbit : 2018

B. ISI JURNAL
Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapakan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupannya. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan seharihari, berbangsa dan bernegara.

Implikasi Sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.
2) Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Pada prinsipnya kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sikap dan perbuatan manusia yang sesungguhnya sesuai dengan kodrat hakikat manusia yang berbudi, sadar nilai dan berbudaya. Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
3) Persatuan Indonesia
Implikasi Sila persatuan Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.
4) Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam PermusyawaratanPerwakilan
Implikasi Sila keempat Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan yaitu mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Dalam pengembangan IPTEK seorang ilmuwan terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
Nama : Alifah Husnul Khotimah
Kelas : 1E
Npm : 2213053056

Analisis Jurnal

A. IDENTITAS JURNAL
Judul Jurnal : Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Penulis : Ika Setyorini
Halaman : 213-222
Tahun Terbit : 02 November 2018

B. Isi Jurnal
Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pengembangan IPTEK dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengallami perubahan yang luar biasa. Perkembangan IPTEK perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

1) Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
nilai-nilai Pancasila secara normatif menjadi menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila meliputi :
a) nilai dasar, yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh teh founding fathers
b) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntuttan zaman .
c) nilai praktis, yaitu perpaduan identitas dan realitas terkandung dalam kenyataan sehari-hari sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila.

2) Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. hal ini dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika.
Peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembangan IPTEK adalah:
a) bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan ilmu pengetahuan IPTEK tidak sesuai dengan keyakinan religiusnya.
b) ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan.
c) iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan bangsa dapat mempersatukan dan dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional.
d) Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa penguasaan IPTEK harus merata kesemua lapisan masyarakat.
e) kesenjangan dalam penguasaan IPTEK harus dipersempit terus-menerus sehingga semakin merata sebagai salah satu prinsip keadilan.

3) Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Sumber historis pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK di Indonesia dapat ditelusuri dalam pembukaan UUD 1945. Sila-sila Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan pendiri negara untuk meningkatkan dan mengangkat kesejahteraan bangsa dalam arti penguatan perekonomian bangsa dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia agar setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ktuhanan dan Kemanusiaan yang ada di balik peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Sumber Politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.

Urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilainilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai ramburambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.