Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224
Dari konten video berjudul "Pendidikan moral di sekolah dasar," dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Moral merupakan upaya untuk mengubah sikap, perilaku, dan tindakan individu agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial sesuai dengan nilai dan norma masyarakat. Proses ini dilakukan secara terencana melalui lembaga pendidikan.
Penyajian tahap perkembangan moral individu adalah sebagai berikut:
1. Pada usia 6-12 bulan, orang tua menggunakan disiplin untuk membimbing dan melindungi bayi.
2. Antara usia 12-18 bulan, individu mulai menunjukkan komitmen dan ketaatan sebagai tanda awal perkembangan hati nurani. Mereka juga mulai menunjukkan perhatian terhadap objek yang rusak dan mencerminkan kecemasan terhadap perbuatan yang salah.
3. Pada usia 18-30 bulan, anak-anak menunjukkan perilaku menolong, rasa bersalah, malu, dan empati, yang memacu perkembangan moral.
4. Pada usia 30-36 bulan, aksi fisik berkurang, dan lebih banyak ekspresi verbal terjadi.
5. Di usia 3-4 tahun, individu mungkin membantu orang lain dengan motif untuk mendapatkan pujian.
6. Pada usia 4-6 tahun, penalaran moral menjadi lebih fleksibel.
7. Pada usia 7-8 tahun, penalaran moral tetap fleksibel, dan perilaku pro-sosial meningkat.
8. Usia 9-11 tahun melihat penalaran moral yang lebih dipengaruhi oleh rasa keadilan.
9. Di usia 12-15 tahun, penalaran moral mencerminkan kesadaran yang lebih tinggi akan keadilan dan kemampuan untuk membuat peraturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20 tahun menunjukkan peran penting relativisme dalam penalaran moral.
11. Pada usia 20-40 tahun (dewasa muda), penilaian moral dapat menjadi lebih kompleks.
12. Usia 40-65 tahun (dewasa tengah) masih menghadapi penilaian moral yang kompleks.
13. Pada usia 65 tahun (dewasa tua), penilaian moral masih bisa menjadi kompleks.
Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam pembelajaran adalah bahwa anak memerlukan teman untuk membantu dalam proses pembelajaran, meskipun kadang-kadang mereka dapat belajar sendiri.
Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak di sekolah dasar menyoroti pentingnya guru dan orang tua untuk mengajar anak tentang identitas gender sehingga perilaku dan moral mereka sesuai dengan identitas gender mereka.
Video juga membahas masalah perkembangan moral anak sekolah dasar beserta solusinya, termasuk masalah kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kemampuan bekerja sama, dan mengambil hak orang lain. Solusinya adalah dengan mengajarkan anak untuk jujur, bertanggung jawab, bersikap disiplin, berpartisipasi dalam kerja kelompok, dan menghormati hak milik orang lain.
NPM : 2213053224
Dari konten video berjudul "Pendidikan moral di sekolah dasar," dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Moral merupakan upaya untuk mengubah sikap, perilaku, dan tindakan individu agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial sesuai dengan nilai dan norma masyarakat. Proses ini dilakukan secara terencana melalui lembaga pendidikan.
Penyajian tahap perkembangan moral individu adalah sebagai berikut:
1. Pada usia 6-12 bulan, orang tua menggunakan disiplin untuk membimbing dan melindungi bayi.
2. Antara usia 12-18 bulan, individu mulai menunjukkan komitmen dan ketaatan sebagai tanda awal perkembangan hati nurani. Mereka juga mulai menunjukkan perhatian terhadap objek yang rusak dan mencerminkan kecemasan terhadap perbuatan yang salah.
3. Pada usia 18-30 bulan, anak-anak menunjukkan perilaku menolong, rasa bersalah, malu, dan empati, yang memacu perkembangan moral.
4. Pada usia 30-36 bulan, aksi fisik berkurang, dan lebih banyak ekspresi verbal terjadi.
5. Di usia 3-4 tahun, individu mungkin membantu orang lain dengan motif untuk mendapatkan pujian.
6. Pada usia 4-6 tahun, penalaran moral menjadi lebih fleksibel.
7. Pada usia 7-8 tahun, penalaran moral tetap fleksibel, dan perilaku pro-sosial meningkat.
8. Usia 9-11 tahun melihat penalaran moral yang lebih dipengaruhi oleh rasa keadilan.
9. Di usia 12-15 tahun, penalaran moral mencerminkan kesadaran yang lebih tinggi akan keadilan dan kemampuan untuk membuat peraturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20 tahun menunjukkan peran penting relativisme dalam penalaran moral.
11. Pada usia 20-40 tahun (dewasa muda), penilaian moral dapat menjadi lebih kompleks.
12. Usia 40-65 tahun (dewasa tengah) masih menghadapi penilaian moral yang kompleks.
13. Pada usia 65 tahun (dewasa tua), penilaian moral masih bisa menjadi kompleks.
Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam pembelajaran adalah bahwa anak memerlukan teman untuk membantu dalam proses pembelajaran, meskipun kadang-kadang mereka dapat belajar sendiri.
Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak di sekolah dasar menyoroti pentingnya guru dan orang tua untuk mengajar anak tentang identitas gender sehingga perilaku dan moral mereka sesuai dengan identitas gender mereka.
Video juga membahas masalah perkembangan moral anak sekolah dasar beserta solusinya, termasuk masalah kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kemampuan bekerja sama, dan mengambil hak orang lain. Solusinya adalah dengan mengajarkan anak untuk jujur, bertanggung jawab, bersikap disiplin, berpartisipasi dalam kerja kelompok, dan menghormati hak milik orang lain.