Kiriman dibuat oleh Widia Nata Saputri 2213053057

Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisis video 1 dengan judul "Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan"

Dalam video tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali ragam budaya dan istiadat. Terdapat pula daerah terpelosok yang masih tertinggal dalam berbagai bidang, seperti pendidikan. Pendidikan sangatlah penting. Dikatakan juga pendidikan merupakan cahaya yang menuntun seseorang dalam meraih tujuannya. Pendidikan merupakan bekal yang baik untuk masa depan.
Kesadaran tentang pentingnya pendidikan sangat minim. Minat anak untuk pergi sekolah juga sangat memprihatinkan. Oleh karenanya guru perlu merancang metode pembelajaran yang dapat menarik siswa untuk pergi ke sekolah. Metode yang dapat dilakukan seperti mengelola kelas dengan menghias sebaik mungkin agar para siswa betah dan senang, menciptakan suasana belajar yang kondusif, dan memotivasi siswa dengan memberikan reward untuk menambah semangat belajarnya.
Anak anak adalah penerus tongkat estafet pendidikan. Oleh karena itu, kita sebagai calon guru harus mampu dan kreatif untuk turut serta memajukan bangsa Indonesia.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisis jurnal 2
1. Identitas Jurnal
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana
Nama Jurnal : Jurnal Rechten : Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia
Halaman dan Volume: hal 17-27, vol.3
Nomor dan Tahun : No.3 Tahun 2021

2. Hasil dan Pembahasan
Jurnal ini mengatakan bahwa pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Etika dan moral lahir dari kebiasaan mayarakat yang sesuai dengan ajaran biasanya hukum adat dan hukum agama yang di anut. Sehingga menghasilkan etika kebiasaan yang sesuai dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebijakan dan keharmonisan dalam masyarakat.

Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Orang yang melakukan pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum tetapi orang yang melanggar hukum pasti melanggar etika. Hukum yang baik adalah hukum yang tidak mengabaikan etika.

Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini.
1) Upaya Internal
• Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
• Menciptakan lingkungan yang baik dalam
masyarakat
• Membatasi teknologi yang ada
2) Upaya eksternal
• Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
• Seminar tentang kesadaran hukum
• Menegakan HAM dimasyarakat
• Pemerintah harus bertindak

3. Penutup
Setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk mencegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisis jurnal 1
1. Identitas Jurnal
Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis : Suparlan Suhartono

2. Hasil dan Pembahasan
Dari jurnal ini dapat diketahui bahwa menurut filsafat moral (etika), masya -rakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antarindividu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan kolektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral danetika menjadi watak perilaku setiap individu. Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan.

Istilah filsafat berarti cinta kearifan cinta. Kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis keindahan, kebenaran dan kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis, dalam istilah filsafat sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku ( morality) atau etika. Dari pendekatan filsafat dan moral atau etika dapat disusun sebuah kerangka pikir bahwa jika di dalam diri setiap individu tertanam kuat dorongan moral untuk berbuat kebaikan, berarti mereka berada dalam satu ikatan moral di dalam dunia kebersamaan. Di dalam satu keterikatan moral, mereka bermasyarakat menurut prinsip etika normatif dalam mencapai tujuan bersama. Jadi tidak perlu terjadi benturan konflik.

Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat< kehidupan bermasyarakat adalah suatu si sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud. Masyarakat bukan hanya tempat berkumpul, melainkan suatu proses sosial di dalam mana setiap individu mendapat ruang gerak untuk melakukan berbagai aksi sosial (social action). Masyarakat memproses seluruh jenis pengertian, perasaan dan perilaku individual dalam jumlah tak terbatas. Maka, muncullah suatu pemikiran bahwa seharusnya kehidupan bermasyarakat itu “berkeadilan”.

Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat dengan kesadaran moral, maka dunia bathin menjadi dinamis bergerak ke arah perilaku jujur, penuh kesyukuran, kesabaran dan keikhlasan. Jika kesadaran moral tumbuh, maka norma -norma etika dan aturan hukum positif akan mudah ditaati oleh siapapun (terutama para pemimpin). Berarti pintu gerbang kesejahteraan umum terbuka lebar.
Jadi, kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social enforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencakup kesejahteraan umum.

Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan nilai-nilai moral
Etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya ber karakteristik mendidik agar dinamika sosial berkembang menurut dorongan moral (hati nurani individual) dan nilai -nilai etika. Karena, dengan jiwa mendidik berarti setiap pihak bermoral belajar, dan hanya dengan
belajar suatu kemajuan dapat diraih. Sedemikian rupa sehingga setiap individu sadar atas kewajiban sosial apa yang harus dilakukan demi keutuhan masyarakatnya, dan masyarakat secara etis bertanggung-jawab atas kewajiban setiap individu itu. Itulah landasan dasar pendidikan untuk
mendirikan sebuah masyarakat terdidik, masyarakat berbudaya yang berkeadilan.

3. Penutup
kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Menurut saya, perbedaan kriteria antara hard skill dan soft skill adalah pada hard skill kemampuannya spesifik dan dapat diukur, contohnya ijazah dan sertivikat. Sedangkan soft skill kemampuan yang bersifat subjektif dan sulit diukur. Soft skill sendiri berkaitan dengan perilaku dan kepribadian seseorang. Sedangkan dalam hard skill dapat dipelajari melalui suatu edukasi atau pelatihan yang spesifik.

Kesimpulannya, kedua jenis keterampilan ini saling melengkapi dalam dunia kerja. Hard skill membantu seseorang menyelesaikan pekerjaan, sedangkan soft skill membantu seseorang bertahan dan berkembang dalam pekerjaan.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G
Hasil analisis video 1 dengan judul "Pentingnya Pendidikan Moral Untuk Anak Sekolah Dasar"
Dari video tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan moral merupakan proses dalam menanamkan baik dan buruk suatu perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar agar mereka memiliki sikap yang baik, berbudi pekerti yang luhur, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Menurunnya moral pada anak dapat disebabkan oleh hal-hal seperti perundungan di sekolah dan kekerasan fisik dalam keluarga. Dalam hal tersebut sangat dibutuhkan peranan dari orangtua serta guru agar kepribadian anak dapat kokoh.
Dalam moral anak terdapat penyelesaiannya agar tidak menyimpang dari tujuan, penyelesaian tersebut adalah perlunya motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan. Dapat dilakukan dengan memberi nasihat setiap hari. Pendidikan moral harus betul-betul di upayakan untuk membentuk manusia yang baik.